Menhut Raja Juli Tegaskan Penanganan Karhutla Tetap Berjalan, 42 Perkara Diproses
POLITIKAL.ID – Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni memastikan koordinasi dengan Presiden Prabowo Subianto tetap berjalan baik meski dirinya tidak ikut mendampingi Presiden saat meninjau penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan.
Raja Juli mengatakan, Presiden Prabowo saat ini tengah fokus memperkuat dukungan personel TNI dan Polri untuk menangani karhutla yang terjadi di berbagai daerah.
Raja Juli Antoni Ungkap Alasan Tidak Mendampingi Presiden Prabowo
“Saya kira Pak Mensesneg sudah menjelaskan bahwa Pak Presiden fokus untuk mempertebal dukungan dari TNI-Polri, dan saya berkomunikasi baik dengan Pak Presiden,” ujar Raja Juli seusai memimpin rapat penanganan karhutla di Daops Manggala Agni Jambi, Selasa (25/8/2026).
Ia menjelaskan, ketidakhadirannya dalam kunjungan Presiden bukan berarti koordinasi dalam penanganan karhutla terhenti. Raja Juli justru berada di lapangan untuk menjalankan tugas yang diberikan langsung oleh Presiden Prabowo.
Menurutnya, kehadirannya di Jambi hingga rencana peninjauan ke sejumlah wilayah Kalimantan merupakan bagian dari upaya pemerintah memastikan penanganan karhutla berjalan secara langsung dan terkoordinasi.
Presiden Prabowo Fokus Perkuat Dukungan TNI-Polri Tangani Karhutla
Penguatan personel menjadi salah satu langkah pemerintah untuk menghadapi peningkatan aktivitas karhutla di sejumlah wilayah.
Raja Juli menyebut dukungan TNI dan Polri dibutuhkan untuk memperkuat penanganan di lapangan, termasuk dalam proses pemadaman dan pengawasan terhadap potensi kebakaran baru.
Langkah tersebut dilakukan seiring meningkatnya luasan lahan terbakar dan jumlah titik panas di sejumlah wilayah, khususnya di Sumatera dan Kalimantan.
Kementerian Kehutanan Proses 42 Perkara Pidana Karhutla
Di sisi lain, Kementerian Kehutanan terus melakukan penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan.
Raja Juli mengungkapkan, hingga saat ini terdapat 42 perkara pidana karhutla yang telah ditangani Kementerian Kehutanan. Sejumlah kasus tersebut melibatkan perusahaan.
Ia menegaskan, penindakan hukum akan dilakukan terhadap siapa pun yang terbukti terlibat, baik pelaku perorangan maupun korporasi.
Tiga Perusahaan di Jambi Diproses Secara Pidana
Khusus di Jambi, Raja Juli menyebut terdapat tiga perusahaan yang telah diproses secara pidana terkait kasus karhutla.
Menurutnya, pemerintah tidak akan membedakan pelaku berdasarkan skala usaha maupun latar belakang. Penindakan dilakukan untuk memberikan efek jera sekaligus mencegah kejadian serupa kembali terjadi.
“Tidak akan tajam ke atas tumpul ke bawah, besar kecil kita tindak secara tegas supaya ada efek jera pada pelaku,” tegas Raja Juli.
Penegakan hukum tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menangani karhutla, selain upaya pemadaman dan pencegahan di lapangan.
Karhutla Jambi Meluas hingga 916,26 Hektare
Dalam rapat penanganan karhutla di Daops Manggala Agni Jambi, Komandan Korem 042/Garuda Putih Brigjen TNI Nyamin selaku Pelaksana Harian Dansatgas Penanganan Karhutla Provinsi Jambi menyampaikan perkembangan terbaru kondisi kebakaran.
Berdasarkan laporan terbaru, luas lahan yang terbakar di Provinsi Jambi telah mencapai 916,26 hektare.
Angka tersebut meningkat dibandingkan data pada Senin (24/8/2026) yang mencatat luas lahan terbakar sebesar 658,29 hektare.
Peningkatan luasan tersebut menunjukkan penanganan karhutla masih menghadapi tantangan, terutama di wilayah yang memiliki aktivitas titik panas cukup tinggi.
Titik Panas di Jambi Meningkat Jadi 1.627 Titik
Selain luasan lahan terbakar, jumlah titik panas di Jambi juga mengalami peningkatan sejak Juli 2026.
Nyamin menyebut jumlah titik panas yang terpantau meningkat dari 549 titik menjadi 1.627 titik hingga saat ini.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Satgas Karhutla Jambi karena peningkatan titik panas dapat meningkatkan potensi munculnya kebakaran baru, terutama di kawasan yang memiliki kondisi lahan kering.
Dua Lokasi Karhutla di Sarolangun Masih Belum Padam
Hingga Selasa (25/8/2026), masih terdapat dua lokasi kebakaran yang belum berhasil dipadamkan sepenuhnya, yakni Pandan Sejahtera dan Lubuk Nagodong di Kabupaten Sarolangun.
“Per hari ini, kondisi api yang masih ada terdapat di Lubuk Nagodang, Sarolangun dan Pandan Sejahtera. Sementara di Sungai Gelam sudah padam, kemudian muncul lagi asap,” kata Nyamin.
Satgas terus melakukan penanganan terhadap dua lokasi tersebut untuk mencegah api meluas ke wilayah lain.
Satgas Perkuat Kolaborasi Tangani Karhutla di Jambi
Nyamin menilai kolaborasi antara berbagai unsur dalam penanganan karhutla di Jambi sejauh ini berjalan dengan baik.
TNI, Polri, pemerintah daerah, Manggala Agni dan unsur terkait lainnya terus berkoordinasi dalam upaya pemadaman sekaligus pencegahan penyebaran api.
Pemerintah juga terus memperkuat penanganan di lapangan seiring meningkatnya luas lahan terbakar dan jumlah titik panas.
Dengan penguatan personel, penanganan langsung di lokasi serta penegakan hukum terhadap pelaku, pemerintah menargetkan karhutla di Jambi dan wilayah lainnya dapat segera dikendalikan.
(Redaksi)
