Tragedi Lebaran di Samarinda Seberang, Dua Rumah Ludes Terbakar Tengah Malam

POLITIKAL.ID – Kobaran api melahap permukiman padat di Jalan Sutra Kembang, Gang HM Senang, RT 17, Kelurahan Kampung Baqa, Kecamatan Samarinda Seberang, Minggu dini hari (22/3/2026). Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 00.20 Wita ini menghanguskan dua rumah dan merusak dua bangunan lainnya, serta menyebabkan enam orang mengalami gangguan pernapasan akibat asap tebal.
Api Cepat Membesar di Permukiman Padat
Kebakaran terjadi saat sebagian besar warga tengah terlelap. Api diduga muncul dari dalam salah satu rumah, lalu dengan cepat membesar dan menjalar ke bangunan di sekitarnya yang berdempetan.
Material rumah yang didominasi kayu membuat api semakin cepat menyebar. Dalam waktu singkat, kobaran api membumbung tinggi dan mengancam rumah-rumah lain di kawasan tersebut.
Warga yang panik langsung berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri dan barang berharga.
Tragedi Lebaran: Petugas Bergerak Cepat Padamkan Api
Petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Samarinda bersama relawan langsung menuju lokasi setelah menerima laporan kejadian.
Komandan Posko 5, Muhammad Fadli, menyebut laporan masuk dengan kode 10.70/65 dan langsung ditindaklanjuti.
“Kami menerima laporan kebakaran di kawasan Jalan Sutra Kembang. Saat tiba di lokasi, kondisi api sudah cukup besar dan menjalar,” ujarnya.
11 Unit Mobil Damkar Dikerahkan
Proses pemadaman berlangsung intensif selama kurang lebih 45 menit. Api akhirnya berhasil dikendalikan sekitar pukul 01.05 Wita.
Sebanyak 11 unit mobil tangki dikerahkan, didukung 21 mesin portable milik relawan untuk memastikan suplai air tetap tersedia selama proses pemadaman.
Berbagai unsur turut terlibat, mulai dari relawan kebakaran, BPBD, PMI, kepolisian hingga tim medis yang bersiaga di lokasi.
Tragedi Lebaran: Dua Rumah Ludes, Dua Bangunan Terdampak
Data sementara mencatat dua rumah yang terbakar merupakan milik dua kepala keluarga dengan total sembilan jiwa. Selain itu, dua bangunan lain mengalami kerusakan akibat panas dan rambatan api.
Meski kerugian material cukup besar, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Enam Orang Sesak Napas Akibat Asap
Sebanyak enam orang mengalami sesak napas akibat menghirup asap tebal. Mereka terdiri dari tiga warga, dua relawan, serta satu petugas pemadam kebakaran.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Namun ada enam orang yang mengalami sesak napas dan sudah mendapatkan penanganan medis,” jelas Fadli.
Korban langsung mendapatkan pertolongan di lokasi sebelum sebagian dirujuk untuk penanganan lanjutan. Kondisi mereka dilaporkan berangsur membaik.
Dugaan Sementara Akibat Korsleting Listrik
Penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Namun dugaan awal mengarah pada korsleting listrik yang memicu percikan api.
“Untuk penyebab pastinya masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Dugaan awal karena arus pendek listrik,” tambahnya.
Kendala Air dan Akses Hambat Pemadaman
Petugas juga menghadapi kendala saat proses pemadaman. Keterbatasan sumber air di sekitar lokasi menjadi tantangan utama.
Selain itu, banyaknya warga yang berkerumun sempat menghambat akses mobil pemadam menuju titik api.
“Kendala utama tadi sumber air terbatas, kemudian banyak warga yang menonton sehingga akses kendaraan pemadam sedikit terhambat,” ungkap Fadli.
Imbauan Warga Tidak Berkerumun Saat Kebakaran
Fadli mengimbau masyarakat agar tidak berkerumun saat terjadi kebakaran. Ruang gerak petugas sangat dibutuhkan agar proses pemadaman berjalan optimal.
“Kami harap masyarakat bisa memberi ruang kepada petugas. Jangan sampai niat menonton justru menghambat proses pemadaman,” tegasnya.
Warga Mulai Bersihkan Puing Pascakebakaran
Pascakejadian tragedi lebaran, warga yang terdampak mulai membersihkan puing-puing sisa kebakaran dan menyelamatkan barang yang masih bisa digunakan.
Solidaritas warga Kampung Baqa terlihat kuat. Warga dan relawan saling bahu-membahu membantu korban, baik dalam evakuasi maupun penanganan pascakebakaran.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya di kawasan permukiman padat. Pemeriksaan instalasi listrik secara berkala dinilai penting untuk mencegah kejadian serupa.
(tim redaksi)





