Daerah

Andi Harun Siapkan “APBD Cerdas 2027”, Pangkas Belanja Boros agar 70 Persen Anggaran Dinikmati Masyarakat

POLITIKAL.ID – Wali Kota Samarinda Andi Harun mulai menyiapkan konsep APBD Cerdas 2027 sebagai strategi menghadapi arah kebijakan fiskal nasional yang diperkirakan tidak memberikan ruang fiskal lebih besar bagi pemerintah daerah. Melalui konsep tersebut, Pemerintah Kota Samarinda akan mengubah pola belanja agar lebih efisien dengan memangkas pengeluaran yang dinilai tidak produktif.

Menurut Andi Harun, gagasan APBD Cerdas lahir setelah pemerintah pusat menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027 sebagai dasar penyusunan RAPBN 2027.

Ia menjelaskan, meskipun pagu Transfer ke Daerah (TKD) mengalami peningkatan, ruang fiskal yang diterima masing-masing daerah diperkirakan tidak akan berbeda jauh dibanding tahun sebelumnya. Karena itu, pemerintah daerah dituntut lebih cermat mengelola anggaran yang tersedia.

APBD Cerdas 2027 Jadi Strategi Pemkot Samarinda Hadapi Keterbatasan Fiskal

“Karena itu lahirlah gagasan APBD Cerdas 2027. Respons kita bukan mengeluhkan keterbatasan fiskal, tetapi melakukan adaptasi melalui perubahan perilaku belanja daerah yang lebih disiplin, lebih produktif, tepat sasaran, dan berorientasi pada hasil,” kata Andi Harun.

Ia menegaskan, efisiensi anggaran bukan berarti menghentikan pembangunan atau mengurangi pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, efisiensi justru merupakan keberanian pemerintah menghentikan berbagai pengeluaran yang selama ini tidak memberikan dampak nyata.

“Efisiensi adalah berani berhenti boros. Bukan berhenti membangun. Yang kita hentikan adalah pemborosan-pemborosan yang selama ini masih terjadi,” ujarnya.

Andi Harun mengakui masih terdapat sejumlah pos pengeluaran rutin yang perlu dikendalikan, seperti belanja makan dan minum rapat, perjalanan dinas, hingga berbagai biaya operasional perkantoran lainnya yang harus disesuaikan dengan kebutuhan riil.

Pemkot Samarinda Pangkas Belanja Operasional demi Perbesar Manfaat APBD

Menurutnya, pengeluaran tersebut bukan berarti dihapus seluruhnya, tetapi harus dikelola secara proporsional agar tidak membebani APBD.

“Kalau ada yang bisa dihemat, kenapa harus diboroskan. Belanja makan minum, perjalanan dinas, biaya operasional kantor, semuanya harus dihitung secara cermat agar anggaran lebih banyak dinikmati masyarakat,” katanya.

Melalui APBD Cerdas 2027, Pemkot Samarinda akan mengelompokkan seluruh belanja pegawai dan belanja operasional pemerintah dalam porsi maksimal 30 persen dari total APBD. Komponen tersebut tidak hanya mencakup gaji pegawai, tetapi juga perjalanan dinas, konsumsi rapat, listrik, air, telepon, hingga belanja rutin lainnya.

APBD Samarinda Targetkan 70 Persen Anggaran untuk Program Masyarakat

Dengan demikian, sekitar 70 persen APBD diharapkan dapat dialokasikan langsung untuk program pembangunan, peningkatan pelayanan publik, infrastruktur, pendidikan, kesehatan, serta berbagai program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Andi Harun menambahkan, keberhasilan pemerintah daerah ke depan tidak lagi diukur dari besarnya APBD yang dimiliki, tetapi dari besarnya manfaat yang dirasakan masyarakat atas setiap rupiah yang dibelanjakan.

APBD Cerdas 2027 Terapkan Penganggaran Berbasis Kinerja

Karena itu, Pemkot Samarinda akan menerapkan penganggaran berbasis kinerja dengan delapan prinsip utama, mulai dari penetapan tujuan pembangunan yang jelas, indikator kinerja yang terukur, penggunaan data sebagai dasar pengambilan keputusan, hingga evaluasi berbasis hasil.

Ia menilai konsep APBD Cerdas merupakan bentuk dukungan Pemerintah Kota Samarinda terhadap arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang mendorong tata kelola fiskal lebih disiplin, efisien, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.

Andi Harun Sebut APBD Cerdas Selaras dengan Kebijakan Prabowo

“Efisiensi bukan berarti berhenti membangun. Efisiensi adalah keberanian berhenti boros. Kalau ada belanja makan minum, perjalanan dinas, atau biaya operasional yang bisa dihemat tanpa mengurangi kualitas pelayanan, maka itu yang harus kita lakukan. Target kami sederhana, semakin besar porsi APBD yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegas Wali Kota Samarinda Andi Harun.

(Redaksi)

 

Show More

Related Articles

Back to top button