Pemerintah

Anies Baswedan Sebut Kondisi Indonesia “Tidak Baik-Baik Saja”, Soroti Rupiah hingga Harga Pokok

POLITIKAL.ID – Anies Baswedan menilai kondisi ekonomi Indonesia saat ini sedang berada dalam tekanan serius. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu meminta pemerintah tidak menutup-nutupi situasi yang terjadi dan lebih terbuka kepada publik.

Pernyataan itu disampaikan Anies melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya, Rabu (20/5/2026). Dalam video tersebut, ia menyoroti melemahnya nilai tukar rupiah, kenaikan harga kebutuhan pokok, hingga ancaman krisis akibat perubahan iklim global.

“Saya mengikuti dengan seksama apa yang sedang terjadi di negeri ini. Dan terus terang kondisinya tidak baik-baik saja,” ujar Anies.

Menurutnya, masyarakat saat ini merasakan langsung dampak tekanan ekonomi, terutama akibat menurunnya daya beli dan semakin terbatasnya lapangan pekerjaan.

Rupiah Sentuh Rekor Terendah

Anies menyinggung nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang pada Selasa (20/5/2026) mencapai Rp17.785 per dolar AS. Ia menilai pelemahan rupiah bukan sekadar angka, tetapi memiliki dampak luas terhadap kehidupan masyarakat.

Kondisi itu dapat memicu kenaikan harga energi, bahan pangan, hingga kebutuhan rumah tangga lainnya. Ia juga menyebut tabungan masyarakat semakin tergerus akibat tekanan ekonomi berkepanjangan.

“Rupiah jatuh ke titik terendah sepanjang sejarah. Harga-harga naik, kesempatan kerja menyempit, daya beli rumah tangga melemah, tabungan tergerus,” katanya.

Anies Baswedan Kritik Respons Pejabat Pemerintah

Selain menyoroti kondisi ekonomi, Anies juga mengkritik cara sebagian pejabat merespons situasi nasional. Ia menilai pernyataan yang terkesan santai dalam menghadapi persoalan serius justru menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

“Komentar pejabat soal situasi serius sering terdengar enteng bahkan bercanda. Kebijakan berubah-ubah, hari ini begini, besok berbeda,” ujarnya.

Anies mengatakan ketidakpastian kebijakan dapat berdampak pada iklim investasi dan kepercayaan pasar terhadap pemerintah.

El Nino dan Konflik Global Dinilai Jadi Ancaman

Dalam pernyataannya, Anies juga menyoroti tantangan global yang dinilai berpotensi memperparah kondisi ekonomi Indonesia. Ia menyebut konflik geopolitik di Timur Tengah dan ancaman El Nino kuat sebagai faktor yang perlu diantisipasi serius.

“Tantangan di depan juga masih panjang. Geopolitik yang memanas, konflik membayang di Timur Tengah, dan para ilmuwan mengingatkan El Nino terkuat dalam sejarah pengamatan,” ucapnya.

Ia menegaskan, situasi seperti sekarang membutuhkan kepastian arah kebijakan serta komunikasi yang jujur dari pemerintah agar publik dan pelaku usaha tetap tenang menghadapi tekanan ekonomi.

(Redaksi)

Show More

Related Articles

Back to top button