Perluasan Teras Samarinda Bidik 1.200 Lapangan Kerja, DED Ditargetkan Rampung November 2026

Teras Samarinda Tahap II./ Ist

POLITIKAL.ID – Perluasan kawasan Teras Samarinda dari Dermaga Pasar Pagi hingga Kampung Ketupat dan Tempekong ditargetkan membuka sekitar 1.200 lapangan kerja baru. Pengembangan kawasan tepian Sungai Mahakam ini juga diarahkan untuk memperluas peluang usaha bagi pelaku UMKM sekaligus memperkuat daya tarik wisata Kota Samarinda.

Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Romadhony Putra Pratama, mengatakan perluasan Teras Samarinda harus dirancang sebagai kawasan terpadu yang menggabungkan ruang publik, wisata sungai, pusat kuliner, dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Menurutnya, pembangunan tepian Mahakam tidak cukup hanya mengutamakan penataan taman dan keindahan kawasan. Pemerintah perlu menghadirkan fasilitas yang mampu mendatangkan pengunjung sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi warga setempat.

“Konsepnya bukan sekadar membangun taman. Kita ingin kawasan tepian hidup sepanjang hari, dengan aktivitas olahraga, kuliner, ekonomi kreatif, dan wisata sungai,” ujar Romadhony saat ditemui di Gedung DPRD Samarinda, Kamis (15/10/2026).

Perluasan Teras Samarinda Ditargetkan Rampung Bertahap

Rencana pengembangan kawasan tersebut telah dibahas bersama perangkat daerah terkait, termasuk Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).

Koridor pengembangan akan membentang dari Dermaga Pasar Pagi di Samarinda Kota, berlanjut ke Kampung Ketupat, hingga Tempekong di Samarinda Seberang.

Berdasarkan rencana yang disampaikan Romadhony, penyusunan Detail Engineering Design (DED) ditargetkan rampung pada akhir November 2026. Sementara itu, tahap pertama konstruksi direncanakan mulai pada kuartal I 2027.

Tahap awal pembangunan akan berfokus pada penataan dermaga wisata dan sentra UMKM terapung. Namun, pelaksanaannya tetap bergantung pada kesiapan perencanaan teknis, pendanaan, perizinan, serta pemenuhan ketentuan lingkungan dan tata ruang.

Siapkan 150 Kios untuk Pelaku UMKM

Romadhony menjelaskan, perluasan Teras Samarinda juga mencakup pengembangan fasilitas penunjang ekonomi. Sejumlah konsep yang diusulkan meliputi pertokoan tematik, sentra UMKM terapung, pusat kuliner, dan hotel bintang tiga dengan konsep bangunan ramah lingkungan.

Ia menilai, keberadaan fasilitas tersebut dapat membentuk ekosistem wisata yang saling mendukung. Pengunjung tidak hanya menikmati pemandangan Sungai Mahakam, tetapi juga dapat berbelanja produk lokal, mencicipi kuliner khas, dan mengikuti wisata susur sungai.

Rencana penyediaan sekitar 150 kios diharapkan memberi ruang lebih luas bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan usaha. Penataan kawasan juga perlu mencakup pengelolaan parkir, kebersihan, dan sampah agar aktivitas perdagangan berjalan tertib.

“Kita tidak ingin kawasan hanya bagus secara visual, tetapi sepi pengunjung. Harus ada fasilitas ekonomi, sentra kuliner, toko cendera mata, dan dermaga wisata yang saling terhubung,” tegasnya.

Usulkan 60 Persen Kios untuk Warga Lokal

Agar masyarakat sekitar ikut menikmati manfaat pembangunan, Romadhony mengusulkan alokasi minimal 60 persen kios bagi warga lokal dan pelaku UMKM binaan Dinas Koperasi dan UMKM Kota Samarinda.

Menurutnya, kebijakan tersebut penting untuk menjaga keseimbangan antara masuknya investasi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Warga di sekitar Kampung Ketupat dan Tempekong perlu mendapat kesempatan untuk terlibat sebagai pedagang, penyedia jasa wisata, maupun tenaga kerja.

Usulan alokasi kios itu masih memerlukan ketentuan yang jelas agar pelaksanaannya berlangsung transparan dan tepat sasaran.

Romadhony berharap pengembangan kawasan dapat membuka peluang bagi pedagang makanan khas, perajin sarung Samarinda, pengelola perahu wisata, serta usaha kecil lainnya.

“Ini bukan sekadar proyek taman, melainkan peluang menggerakkan ekonomi masyarakat. Ketika tepian ramai, pedagang dan pelaku wisata juga bisa merasakan manfaatnya,” katanya.

Angkat Budaya Lokal dan Sejarah Sungai Mahakam

Selain mendorong aktivitas ekonomi, Romadhony meminta agar desain perluasan Teras Samarinda tetap mempertahankan identitas sejarah dan budaya lokal.

Ia menilai Sungai Mahakam memiliki peran penting dalam perjalanan Samarinda, terutama dalam aktivitas perdagangan dan perkembangan permukiman masyarakat.

Karena itu, ia mendorong integrasi unsur budaya lokal, seperti motif sarung Samarinda, ornamen Dayak Kenyah, dan sejarah Kampung Ketupat, ke dalam desain kawasan.

Penyediaan titik edukasi sejarah juga menjadi salah satu gagasan yang diusulkan. Fasilitas tersebut diharapkan membantu pengunjung mengenal perkembangan kota serta hubungan masyarakat Samarinda dengan Sungai Mahakam.

Dengan pendekatan itu, kawasan tepian sungai tidak hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi juga ruang untuk memperkenalkan warisan budaya kepada wisatawan.

DPRD Dorong Skema Investasi dan Kerja Sama Usaha

Untuk mendukung pembiayaan, DPRD Samarinda turut mendorong penjajakan skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU). Skema ini diharapkan membuka peluang keterlibatan sektor swasta sehingga pembangunan tidak sepenuhnya bergantung pada anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).

Dalam rencana yang disampaikan Romadhony, sejumlah investor dari Balikpapan dan Jakarta disebut telah menunjukkan ketertarikan terhadap peluang investasi di sektor perhotelan dan pusat kuliner terapung di kawasan Tempekong.

Meski demikian, realisasi investasi tetap membutuhkan kepastian hukum, kejelasan perizinan, dan kesesuaian dengan rencana tata ruang serta desain pengembangan kawasan.

Menurut Romadhony, keterlibatan investor harus berjalan seiring dengan perlindungan kepentingan masyarakat lokal. Dengan demikian, investasi tidak hanya mendorong pembangunan fisik, tetapi juga memperluas kesempatan kerja dan usaha bagi warga.

Pembangunan Harus Perhatikan Lingkungan dan Risiko Banjir

Romadhony mengingatkan agar perluasan Teras Samarinda tetap memperhatikan kelestarian lingkungan dan mitigasi banjir. Komisi III DPRD Samarinda akan mendorong agar setiap tahapan pembangunan mematuhi ketentuan sempadan sungai, memperhatikan sistem drainase, dan tidak mengganggu aliran Sungai Mahakam.

Ia menilai, aspek lingkungan harus menjadi bagian utama dalam perencanaan. Kawasan yang dikembangkan harus nyaman bagi pengunjung, mendukung kegiatan ekonomi, serta aman dan berkelanjutan.

Dengan perencanaan yang matang, perluasan Teras Samarinda diharapkan dapat memperkuat fungsi tepian Mahakam sebagai ruang publik sekaligus destinasi wisata unggulan.

Romadhony menegaskan, keberhasilan pengembangan kawasan tidak hanya diukur dari perubahan fisik, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat.

“Kalau tepian ditata dengan baik, masyarakat bisa menikmati pemandangan Mahakam sekaligus kuliner dan produk lokal. Itulah identitas Samarinda yang harus kita perkuat,” pungkasnya.

(Adv)

POIN UTAMA

  • 01 POLITIKAL.ID - Perluasan kawasan Teras Samarinda dari Dermaga Pasar Pagi hingga Kampung Ketupat dan Tempekong ditargetkan membuka sekitar 1.200 lapangan kerja baru.
  • 02 Pengembangan kawasan tepian Sungai Mahakam ini juga diarahkan untuk memperluas peluang usaha bagi pelaku UMKM sekaligus memperkuat daya tarik wisata Kota Samarinda.
  • 03 Menurutnya, pembangunan tepian Mahakam tidak cukup hanya mengutamakan penataan taman dan keindahan kawasan.
vns
Tentang penulis

vns

Tim redaksi Politikal.id berfokus pada liputan isu pemerintahan, politik daerah, dan kebijakan publik di Kalimantan Timur dan Indonesia.

Lihat artikel lainnya →
WhatsApp

IKUTI PERKEMBANGAN TERKINI

Dapatkan berita pilihan, analisa mendalam, dan isu strategis langsung ke email Anda setiap hari.