Minggu, 24 November 2024

Presiden Jokowi Bagi-bagi Bansos Jelang Pemilu 2024, Ganjar Pranowo: Setiap Orang Punya Tafsir Berbeda-beda

Rabu, 31 Januari 2024 20:57

POTRET - Calon Presiden Nomor Urut 3, Ganjar Pranowo./ Foto: Istimewa

POLITIKAL.ID -Calon Presiden Nomor Urut 3, Ganjar Pranowo menegaskan setiap orang punya penilaian sendiri terhadap pengucuran bantuan sosial (bansos) yang dilakukan pemerintah oleh Presiden Jokowi terkhusus jelang Pemilu 2024

"Setiap kali mau pemilihan, apakah itu gaji pegawai, apakah rekrutmen yang dulu sebenarnya disiapkan, sering kali waktu yang ditentukan. Bukan tidak mungkin orang akan punya tafsir-tafsir yang berbeda," kata Ganjar di Pontianak, Kalimantan barat, Rabu (31/1/2024).

Ganjar pun berharap bantuan yang diserahka itu bentuk ketulusan dan sebagai kewajiban dari kepala negara kepada masyarakat.

"Mudah-mudahan apa yang dilakukan itu sebuah ketulusan dan sebuah kewajiban negara terhadap rakyatnya. Maka ada DPR yang bisa mengontrol soal-soal itu agar semua dalam trek yang benar. Ya mudah-mudahan semua karena ketulusan hati," imbuhnya.

Namun Ganjar meminta Bawaslu mengawasi dan menindak jika nantinya ditemukan pelanggaran terkait bagi-bagi bansos tersebut. Dia meminta agar Bawaslu tak takut menindak kecurangan.

"Kalau dilakukan di kalender politik dan ada yang keliru segera Bawaslu bertindak. Jangan pernah takut, kalau tidak takut kan bagus, seperti apa yang kemarin disampaikan ekspresi dari masyarakat yang bekerja di Wonosari kan tidak takut dan kemudian dibentak-bentak dan dibantu oleh ketua DPRD-nya, perempuan lagi," jelasnya.

Ganjar juga mewanti-wanti para politisi agar tidak bermain saat kontestasi politik termasuk penyaluran bansos. Menurut Ganjar, masyarakat saat ini memperhatikan.

"Menurut saya, keberanian-keberanian masyarakat yang muncul ini mustinya disadari betul oleh kita semua, oleh para politisi agar tidak bisa kita main-main, karena seluruh rakyat mengontrol. Sehingga termasuk bansos dan sebagainya, jangan disalahgunakan dan jangan ditunggangi politik karena itu hak rakyat," katanya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi resmi akan memberikan BLT sebesar RP 200 ribu/bulan pada masyarakat untuk periode Januari-Maret 2024. BLT ini akan dievaluasi setiap 3 bulan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan anggaran program BLT tersebut mencapai Rp 11,25 triliun dan menargetkan 18,8 juta keluarga penerima manfaat (KPM). BLT tersebut bakal cair sekaligus sebesar Rp 600 ribu pada Februari 2024.

"Kalau untuk 3 bulan itu Rp 11,25 (triliun) untuk 18,8 juta KPM, untuk periode Januari-Februari-Maret. (Cair Februari) 3 bulan sekaligus," kata Sri Mulyani di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Senin (29/1).

(Redaksi)

Tag berita: