Daerah

PUPR Pastikan Terowongan Samarinda Aman, TWAP Sebut Tak Ada Longsor Baru di Sekitar Inlet

POLITIKAL.ID – Pemerintah Kota Samarinda memastikan konstruksi pelindung terowongan atau cut and cover di kawasan inlet Terowongan Samarinda telah dirancang dengan mempertimbangkan faktor keamanan dan kestabilan lereng di sekitarnya.

Hal tersebut disampaikan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas PUPR Kota Samarinda, Riski, saat meninjau kondisi lapangan bersama Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP), menyusul beredarnya informasi mengenai dugaan longsor baru di area sekitar terowongan.

Menurut Riski, desain cut and cover yang dibangun pada sisi inlet terowongan telah melalui kajian teknis bersama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional dan tim teknis terkait, termasuk memperhitungkan berbagai kemungkinan yang dapat terjadi selama masa operasional terowongan.

“Desain cut and cover ini memang sudah kami diskusikan dan presentasikan bersama tim teknis. Dari sisi safety factor maupun kekuatan struktur sudah diperhitungkan sejak tahap perencanaan,” ujar Riski.

Cut and Cover Berfungsi Lindungi Terowongan dan Perkuat Lereng

Ia menjelaskan, struktur tersebut tidak hanya berfungsi sebagai pelindung terowongan, tetapi juga menjadi bagian dari sistem pengamanan lereng yang berada di atasnya.

Menurutnya, area di atas cut and cover nantinya akan ditimbun kembali sehingga dapat membantu menahan beban tanah sekaligus meningkatkan stabilitas lereng di sekitar inlet.

“Selain untuk keamanan pengguna terowongan, struktur ini juga membantu menjaga kondisi lereng. Jadi ada fungsi perlindungan tambahan terhadap kondisi tanah yang berada di atasnya,” katanya.

Riski menambahkan, panjang area cut and cover yang direncanakan sesuai desain awal mencapai sekitar 30 hingga 40 meter pada sisi inlet. Selain itu, pemerintah juga telah menyiapkan sejumlah pekerjaan tambahan berupa perkuatan lereng untuk memastikan kondisi kawasan tetap aman dalam jangka panjang.

“Beberapa struktur tambahan untuk perkuatan lereng juga sudah direncanakan. Jadi tidak hanya mengandalkan cut and cover, tetapi ada sistem pengamanan lain yang saling mendukung,” jelasnya.

TWAP Samarinda Pastikan Tidak Ada Longsor Baru di Kawasan Terowongan

Sementara itu, Ketua TWAP Kota Samarinda, Syafrudin, menegaskan hasil pengecekan lapangan yang dilakukan pihaknya tidak menemukan adanya longsor baru sebagaimana isu yang beredar di masyarakat.

Menurut Syafrudin, material tanah yang terlihat di kawasan tebing merupakan bekas longsoran yang terjadi pada 12 Mei 2025 dan bukan kejadian baru.

“Kami sudah melakukan pengecekan langsung ke lapangan dan melihat kondisi tebing di bagian atas. Yang perlu kami tegaskan, tidak ada longsor baru seperti yang diisukan. Itu merupakan bekas longsoran yang terjadi pada Mei tahun lalu,” kata Syafrudin.

Kondisi Terowongan Samarinda Dinilai Kokoh dan Aman

Ia menilai kondisi terowongan saat ini tetap kokoh dan aman. Bahkan jarak antara tebing dengan mulut terowongan dinilai masih sangat jauh sehingga tidak menimbulkan ancaman terhadap struktur bangunan.

“Terowongan ini sangat kokoh dan kuat. Panjang kanopi sekitar 72 meter dari ujung tebing sampai ke muka terowongan. Jadi jaraknya sangat jauh dan posisinya aman,” ujarnya.

Pemkot Samarinda Tunggu Uji Kelayakan dari Kementerian PUPR

Meski demikian, Syafrudin menegaskan Pemerintah Kota Samarinda tetap menunggu hasil pengujian resmi dari tim teknis Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebelum terowongan dibuka untuk masyarakat.

Saat ini, tim penguji dari kementerian sedang dipersiapkan untuk melakukan serangkaian pemeriksaan dan evaluasi terhadap seluruh aspek teknis bangunan.

“Kita menunggu keputusan dari tim penguji yang diusulkan oleh Dinas PUPR Kota Samarinda. Harapan kita tentu terowongan ini segera mendapatkan status layak fungsi sehingga bisa dimanfaatkan masyarakat,” katanya.

Ia meminta masyarakat bersabar hingga seluruh proses pengujian selesai dilakukan. Menurutnya, keputusan terkait operasional terowongan harus berdasarkan hasil kajian teknis yang objektif demi menjamin keselamatan pengguna jalan.

“Kita tunggu hasil uji kelayakan dari tim teknis. Kalau sudah dinyatakan layak fungsi, tentu terowongan ini bisa segera dimanfaatkan masyarakat Kota Samarinda,” pungkasnya.

(Redaksi)
Show More

Related Articles

Back to top button