Hukum dan Kriminal

Bareskrim Bongkar Kampung Narkoba Samarinda, 11 Orang Ditangkap

POLITIKAL.ID – Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Badan Reserse Kriminal Kepolisian Negara Republik Indonesia membongkar aktivitas peredaran narkoba di kawasan Gang Langgar, Samarinda, Kalimantan Timur. Operasi gabungan itu mengungkap jaringan narkoba yang diduga sudah lama beroperasi di wilayah tersebut.

Dalam penggerebekan itu, polisi menangkap 11 tersangka yang diduga terlibat dalam sindikat narkoba. Aparat juga mengamankan dua pengguna narkoba saat operasi berlangsung.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Eko Hadi Santoso mengatakan tim gabungan Subdit IV dan Satgas Narcotic Investigation Center (NIC) memimpin langsung operasi di kampung narkoba Gang Langgar.

“Sindikat narkoba yang beroperasi di kampung narkoba Gang Langgar, Kota Samarinda, digulung tim gabungan Subdit IV dan Satgas Narcotic Investigation Center (NIC) Dittipidnarkoba Bareskrim Polri,” ujar Eko dalam keterangannya, Minggu (17/5/2026).

Bareskrim Bongkar Kampung Narkoba Samarinda: Ungkap Omzet Ratusan Juta

Selain menangkap para tersangka, penyidik juga menyita sejumlah barang bukti narkotika dari lokasi penggerebekan. Polisi menduga jaringan itu menjalankan bisnis narkoba selama sekitar empat tahun.

Eko menyebut sindikat tersebut meraup keuntungan besar setiap hari dari penjualan narkoba.

“Omzet penjualan narkoba sehari Rp150-200 juta,” ungkapnya.

Bareskrim Bongkar Kampung Narkoba Samarinda:  Sulit Ditangkap

Kanit II Subdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri Bayu Putra Samara mengatakan jaringan narkoba di Gang Langgar tergolong licin. Menurut dia, aparat setempat beberapa kali melakukan operasi, tetapi para pelaku berhasil lolos.

“Sindikat ini cukup licin karena beberapa dilakukan operasi oleh pihak setempat, namun tidak berhasil,” kata Bayu.

Saat ini, polisi membawa seluruh tersangka ke Gedung Bareskrim Polri di Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. Penyidik juga terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan jaringan lain yang terlibat.

(Redaksi)
Show More

Related Articles

Back to top button