Andi Harun Sebut Isu Negatif Terowongan Samarinda Digiring di Medsos, Minta Warga Waspadai Hoaks

POLITIKAL.ID – Wali Kota Samarinda Andi Harun menanggapi maraknya informasi dan unggahan di media sosial yang menyoroti kondisi Terowongan Samarinda. Ia menilai sejumlah narasi yang beredar tidak menggambarkan kondisi sebenarnya dan cenderung menggiring opini negatif yang dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Menurut Andi Harun, fenomena tersebut bukan kali pertama terjadi. Bahkan sekitar sebulan lalu, dirinya telah mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menyikapi berbagai informasi yang beredar di media sosial, terutama yang tidak disertai data dan fakta yang jelas.
Ia menilai ada pola tertentu dari sejumlah akun media sosial yang terus memproduksi dan memperbesar isu-isu negatif terkait pembangunan di Kota Samarinda.
“Saya sudah membaca dan sangat jelas sekali karakter media sosial itu menggiring opini negatif, menyebarkan berita bohong terhadap kondisi itu. Saya kan sekitar sebulan lalu sudah mengingatkan agar masyarakat mewaspadai berita-berita media sosial tertentu yang sengaja membuat keresahan, menyampaikan informasi yang tidak berdasar, mengadu domba, dan membuat berita-berita hoaks,” ujar Andi Harun.
Ia mempertanyakan tujuan dari penyebaran informasi yang dinilai tidak sesuai fakta tersebut. Menurutnya, masyarakat perlu melihat secara kritis motif di balik berbagai unggahan yang terus menerus membangun persepsi negatif terhadap kondisi daerah.
“Apa coba di balik kepentingan semua itu? Kalau bukan untuk merusak suasana, kalau bukan untuk mengalihkan isu mungkin, atau memang sengaja menciptakan polemik agar Kota Samarinda ini tidak pernah tenang,” katanya.
Kementerian PUPR Sebut Terowongan Samarinda Berpotensi Jadi Role Model Nasional
Andi menegaskan bahwa kondisi terowongan yang saat ini menjadi salah satu proyek infrastruktur strategis Kota Samarinda justru mendapat perhatian dan apresiasi dari pemerintah pusat. Ia mengungkapkan Pemerintah Kota Samarinda telah melakukan pertemuan dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk membahas perkembangan proyek tersebut.
Dalam pertemuan itu, kata dia, pemerintah pusat melihat Terowongan Samarinda sebagai salah satu proyek yang berpotensi menjadi contoh pembangunan infrastruktur perkotaan di Indonesia.
“Justru yang terjadi sebaliknya. Kita sudah melakukan pertemuan dengan Kementerian PUPR. Ada proyeksi dari pemerintah nasional, khususnya Kementerian PUPR, untuk menjadikan terowongan kita ini sebagai role model di Indonesia,” ungkapnya.
Pemkot Samarinda Pastikan Kondisi Struktur Terowongan Aman
Menurut Andi, informasi yang beredar di media sosial banyak mengambil potongan-potongan kondisi di sekitar kawasan terowongan tanpa memberikan konteks yang utuh. Bahkan, beberapa konten disebut menggunakan foto maupun informasi lama yang kemudian dipublikasikan kembali seolah-olah merupakan kejadian terbaru.
“Ada berita-berita lama yang direproduksi, kemudian ada pergerakan tanah sedikit di satu dua tempat di sekitar terowongan yang jauh dari mulut terowongan, lalu dikapitalisasi dan diamplifikasi seolah-olah menjadi masalah besar. Padahal tidak, sama sekali tidak,” tegasnya.
Ia memastikan kondisi struktur utama terowongan tetap aman dan tidak mengalami persoalan sebagaimana yang ramai diperbincangkan di media sosial.
“Kami yakinkan bahwa terowongan kita, tunnel kita itu tidak seperti yang diberitakan,” ujarnya.
Andi Harun Minta Pengelola Medsos Bertanggung Jawab dalam Menyebarkan Informasi
Dalam kesempatan tersebut, Andi Harun juga menyampaikan kritik terbuka kepada pengelola akun media sosial yang dinilai terus menyebarkan informasi negatif tanpa melakukan konfirmasi kepada pemerintah maupun pihak yang berwenang.
Menurutnya, kebebasan menyampaikan pendapat harus tetap disertai tanggung jawab moral agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat.
“Saya berharap kepada pengelola medsos itu, apakah kalian tidak capek, apakah kalian tidak merasa bersalah. Kerjanya memprovokasi, mengadu-adu situasi yang sebenarnya baik. Masa sama sekali tidak merasa bersalah? Tidak merasa apakah berita yang dibuat itu mengganggu ketenangan masyarakat?” katanya.
Andi kemudian mengutip sebuah pepatah yang menurutnya relevan dengan kondisi saat ini.
“Pepatah bijak mengatakan, kalau tidak bisa berbuat baik untuk daerah ini, jangan merusak. Karena itu saya mengajak semua pihak, ayo sama-sama berbuat baik. Kalau pun tidak bisa, mari kita jaga, jangan sampai kita merusak,” ujarnya.
Warga Samarinda Diimbau Waspadai Informasi Hoaks dan Provokatif
Ia juga mengingatkan bahwa Pemerintah Kota Samarinda tidak anti terhadap kritik. Namun kritik yang disampaikan seharusnya berdasarkan data, fakta, dan niat untuk memperbaiki keadaan, bukan sekadar menciptakan polemik.
“Kami pemerintah sekali lagi tidak pernah merasa benar terus. Kami juga banyak salah. Tetapi kita ingin mengajak, kalau tidak bisa memberi kebaikan, jangan membuat situasi menjadi runyam hanya karena berita-berita yang tidak berdasar dan tidak berkualitas,” tegasnya.
Di akhir pernyataannya, Andi Harun kembali mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
“Kepada seluruh warga masyarakat, sekali lagi waspadai medsos-medsos yang provokatif ini, yang sengaja mengkapitalisasi isu-isu yang tidak benar dan berita-berita yang tidak ada dasarnya. Mari kita sama-sama menjaga suasana Kota Samarinda tetap kondusif agar pembangunan dapat berjalan dengan baik dan masyarakat bisa merasakan manfaatnya,” pungkasnya.
(Redaksi)
