Daerah

Wawali Saefuddin: Nikah Massal Peaceful Muharram Wujudkan Keluarga Harmonis sebagai Fondasi Samarinda Maju

POLITIKAL.ID – Sebanyak 12 pasangan calon pengantin mengikuti Nikah Massal Fest 2026 dalam rangka Peaceful Muharram 1448 Hijriah yang digelar di Gedung Pusat Pembelajaran Terpadu (PPT) MAN 2 Samarinda, Selasa (7/7/2026).

Kegiatan bertema “Menebar Maslahat, Menguatkan Umat” tersebut merupakan kolaborasi Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur, Pengurus Cabang Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (PC APRI) Kota Samarinda, Kementerian Agama Kota Samarinda, serta Pemerintah Kota Samarinda.

Saefuddin Zuhri: Nikah Massal Samarinda Bangun Keluarga sebagai Fondasi Daerah

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, yang menilai nikah massal bukan sekadar seremoni pernikahan, melainkan bentuk pelayanan nyata kepada masyarakat sekaligus upaya membangun keluarga yang kuat sebagai pondasi pembangunan daerah.

“Alhamdulillah, awal Tahun Baru 1448 Hijriah ini kita buka dengan sebuah program yang sangat mulia, yakni Nikah Massal Peaceful Muharram 1448 Hijriah. Atas nama Pemerintah Kota Samarinda, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Kota Samarinda. Melalui program ini, APRI tidak hanya membantu melegalkan hubungan syar’i dan hukum negara bagi warga kita, tetapi juga telah mengukir senyum, memberikan ketenangan jiwa, dan menghadirkan kedamaian di tengah masyarakat,” ujar Saefuddin.

Ia menegaskan, pernikahan merupakan awal perjalanan panjang membangun keluarga yang akan melahirkan generasi penerus bangsa.

“Pernikahan bukanlah akhir dari sebuah cerita cinta, melainkan babak pertama dari sebuah perjuangan panjang membangun peradaban. Hari ini saudara-saudari mengikat janji suci, sebuah ikatan yang dalam Al-Qur’an disebut sebagai mitsaqan ghalizha, yaitu perjanjian yang sangat kokoh,” katanya.

Mengutip Surah Ar-Rum ayat 21, Saefuddin menjelaskan bahwa tujuan pernikahan adalah menghadirkan ketenteraman dalam kehidupan rumah tangga. Karena itu, ia mendoakan seluruh pasangan mampu membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah.

“Sakinah bukan berarti hidup tanpa badai. Sakinah adalah ketenangan yang lahir karena adanya saling percaya, saling rida, dan saling menjaga. Mawaddah adalah cinta ketika kita melihat kelebihan pasangan, sedangkan rahmah adalah kasih sayang yang tetap hadir saat kita menerima dan memaafkan kekurangan pasangan,” tuturnya.

Momentum Muharram 1448 Hijriah Jadi Awal Membangun Keluarga Sakinah

Ia juga mengajak pasangan pengantin menjadikan momentum Muharram sebagai awal hijrah menuju kehidupan rumah tangga yang penuh keberkahan.

“Jadikan momentum Muharram ini sebagai ajang hijrah, bermigrasi dari masa sendiri menuju masa kebersamaan yang penuh berkah. Berlayarlah dengan nakhoda kesabaran dan kemudi rasa syukur,” ucapnya.

Saefuddin menegaskan keluarga merupakan fondasi utama pembangunan Kota Samarinda. Menurutnya, cita-cita mewujudkan Samarinda sebagai kota yang maju, berdaya saing, dan berbudaya hanya dapat tercapai apabila lahir keluarga-keluarga yang sehat, harmonis, dan sejahtera.

“Keluarga adalah fondasi terkecil dari sebuah negara sekaligus fondasi utama Kota Samarinda yang kita cintai. Kota yang maju dan sejahtera tidak akan pernah terwujud tanpa keluarga-keluarga yang sehat dan kuat,” katanya.

Ia juga berpesan kepada seluruh pasangan agar menjaga komitmen dalam membangun rumah tangga.

“Pernikahan bukan hanya soal ikrar di hadapan agama dan negara, tetapi juga perjalanan panjang yang memerlukan komitmen, komunikasi, dan saling pengertian. Jagalah nilai-nilai keluarga sebagai fondasi yang kuat, hormati orang tua, didik anak-anak dengan cinta dan tanggung jawab, serta jalani kehidupan rumah tangga dengan semangat gotong royong,” pesannya.

Menurut Saefuddin, Pemerintah Kota Samarinda berkomitmen mendukung ketahanan keluarga melalui berbagai program pelayanan kependudukan, kesehatan, hingga pemberdayaan keluarga.

“Kota Samarinda yang berdaya saing dan berbudaya lahir dari keluarga-keluarga yang sehat dan harmonis. Karena itu pemerintah terus berkomitmen menghadirkan berbagai kebijakan yang mendukung terwujudnya keluarga berkualitas,” ujarnya.

Nikah Massal Fest 2026 Berikan Buku Nikah, KK, dan KTP Sekaligus

Sementara itu, Ketua PC APRI Kota Samarinda, H. Aspian Noor Nurdin, mengaku bersyukur pelaksanaan Nikah Massal Fest 2026 berjalan lancar. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bentuk pelayanan kepada masyarakat agar memperoleh kemudahan melangsungkan pernikahan yang sah menurut agama sekaligus tercatat secara resmi oleh negara.

“Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan kemudahan kepada masyarakat agar memperoleh legalitas pernikahan secara agama maupun negara. Semoga seluruh pasangan dapat membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah,” katanya.

Aspian menjelaskan, seluruh pasangan yang mengikuti nikah massal langsung menerima buku nikah usai akad. Bahkan melalui kerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Samarinda, mereka juga memperoleh Kartu Keluarga (KK) baru serta Kartu Tanda Penduduk (KTP) dengan status perkawinan yang telah diperbarui pada hari yang sama.

Menurutnya, layanan terpadu tersebut menjadi keunggulan Nikah Massal Fest 2026 karena seluruh dokumen administrasi kependudukan dapat diselesaikan dalam satu rangkaian pelayanan sehingga memudahkan masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, pemerintah dan seluruh pihak yang terlibat berharap semakin banyak masyarakat yang memperoleh kemudahan layanan pernikahan sekaligus memperkuat ketahanan keluarga sebagai fondasi pembangunan Kota Samarinda.

(Redaksi)

Show More

Related Articles

Back to top button