Nasional

Perkuat Ekosistem Emas, Pegadaian Kelola 153 Ton Emas Bersama Danantara

POLITIKAL.ID – PT Pegadaian (Persero) semakin menunjukkan performa bisnis yang positif setelah berada di bawah naungan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. Sinergi strategis tersebut berhasil mempercepat transformasi bisnis serta memperkuat tata kelola perusahaan. Kerja sama ini juga memperkokoh posisi perusahaan sebagai motor utama penggerak ekosistem emas nasional.

Hingga periode Mei 2026, total kelolaan emas perusahaan telah menembus angka 153,72 ton. Pencapaian ini terwujud karena manajemen secara konsisten mengedukasi masyarakat mengenai literasi investasi emas. Langkah agresif tersebut bertujuan mengubah paradigma publik agar memahami emas sebagai aset produktif yang likuid.

Danantara Dukung Hilirisasi Komoditas Nasional

Masuknya perusahaan ke dalam naungan Danantara memantapkan posisi Pegadaian sebagai pelopor bank emas di Indonesia. Saat ini, perusahaan mengoperasikan ekosistem emas dari hulu ke hilir secara terintegrasi. Fasilitas pendukungnya mencakup ruang penyimpanan khusus (vault) berstandar internasional hingga pabrik pengolahan emas melalui Galeri 24.

Langkah ini menjadi bentuk kontribusi nyata perusahaan dalam mendukung agenda hilirisasi komoditas pemerintah yang tertuang dalam program Asta Cita. Melalui pengembangan ekosistem bulion nasional, manajemen memastikan komoditas emas domestik mengalami proses transformasi menjadi produk bernilai tambah. Program tersebut berjalan untuk menggerakkan perekonomian nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Direktur Pemasaran Penjualan dan Pengembangan Produk PT Pegadaian, Selfie Dewiyanti, menjelaskan bahwa perusahaan terus berkomitmen menghadirkan produk terbaik bagi publik. Manajemen menyediakan produk berbasis emas secara komprehensif untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.

“Kami terus berupaya menyediakan produk berbasis emas yang komprehensif bagi masyarakat. Layanan kami saat ini meliputi Deposito Emas, Titipan Emas Korporasi, Pinjaman Modal Kerja Emas, hingga perdagangan emas. Kami juga menghadirkan opsi investasi seperti cicil dan tabungan emas yang langsung terhubung melalui aplikasi Tring!,” ujar Selfie Dewiyanti melalui keterangan tertulis, Senin (6/7/2026).

Laba Bersih Tumbuh Positif pada Kuartal Pertama

Sebelumnya, manajemen juga membukukan kinerja keuangan yang positif hingga periode 30 April 2026. Perusahaan mencetak laba bersih sebesar Rp 4,38 triliun pada kuartal pertama tahun 2026. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan sebesar 87,2 persen jika kita membandingkannya dengan laba kuartal pertama tahun 2025 yang bernilai Rp 2,34 triliun.

Kenaikan laba ini terjadi berkat strategi bisnis yang adaptif serta ekspansi ekosistem emas secara agresif. Realisasi total aset perusahaan saat ini telah mencapai Rp 183,8 triliun. Jumlah tersebut meningkat sebesar 56 persen dari catatan tahun sebelumnya yang berada di angka Rp 117,8 triliun.

Pertumbuhan aset perusahaan mendapat sokongan kuat dari pencapaian Outstanding Loan (OSL) gross. Indikator keuangan tersebut melesat ke angka Rp 153,6 triliun hingga akhir April. Nilai ini menunjukkan kenaikan 58,8 persen dari capaian tahun lalu sebesar Rp 96,7 triliun.

Direktur Utama PT Pegadaian, Damar Latri Setiawan, mengapresiasi loyalitas dan kepercayaan besar dari para nasabah. Faktor tersebut menjadi kunci utama perusahaan dalam menjaga konsistensi pertumbuhan usaha selama 125 tahun.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada masyarakat Indonesia karena terus memilih perusahaan sebagai mitra finansial utama. Pencapaian ini merupakan hasil nyata dari dedikasi dan kerja keras seluruh insan Pegadaian di berbagai daerah,” kata Damar Latri Setiawan.

Perusahaan Perluas Jangkauan ke Pasar Global

Saat ini, perusahaan juga mulai memperluas jangkauan operasional ke kancah internasional. Manajemen memperkuat struktur permodalan melalui penerimaan fasilitas pendanaan strategis dari perbankan Jepang, Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC). Langkah ini sekaligus membuktikan kepercayaan pasar global terhadap kondisi finansial perusahaan.

Untuk merespons tren investasi modern, perusahaan sedang mengembangkan produk Exchange-Traded Fund (ETF) Emas. Produk baru ini akan memberikan fleksibilitas bagi para investor untuk bertransaksi emas secara likuid di bursa. Bersamaan dengan itu, manajemen memperluas jaringan fisik dengan membuka kantor cabang luar negeri pertama di Timor Leste.

Sinergi yang kokoh bersama Danantara membawa perusahaan memasuki era baru sebagai aset investasi strategis negara. Kondisi finansial yang sehat membuat perusahaan mampu memberikan dampak nyata bagi kedaulatan ekonomi nasional. Perusahaan kini berada dalam posisi siap untuk bersaing secara kompetitif di pasar regional maupun global.

(Redaksi)

Show More

Related Articles

Back to top button