Advertorial

DPRD Samarinda Usul Pagar Pengaman Jembatan Mahakam untuk Cegah Aksi Bunuh Diri

POLITIKAL.ID – Usulan pemasangan pagar pengaman Jembatan Mahakam mengemuka setelah rentetan dugaan aksi bunuh diri terjadi di salah satu ikon Kota Samarinda tersebut. Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Novan Syahronny Pasie, menilai pemerintah perlu memperkuat aspek keselamatan di kawasan jembatan sebagai bagian dari upaya mencegah kejadian serupa terulang.

Menurut Novan, keberadaan pagar pengaman dapat menjadi penghalang fisik yang membuat seseorang berpikir ulang sebelum melakukan tindakan yang membahayakan diri.

Ia mengatakan Jembatan Mahakam maupun Jembatan Mahakam IV atau Jembatan Kembar hingga kini belum memiliki pagar pengaman yang mengarah langsung ke Sungai Mahakam. Fasilitas yang tersedia hanya berupa trotoar bagi pejalan kaki.

“Secara kondisi memang memerlukan pagar pengaman. Dengan adanya pagar, orang akan berpikir dua kali untuk melakukan tindakan tersebut karena kondisi tempat tidak lagi memudahkan,” ujarnya.

Pagar Pengaman Jembatan Mahakam Dinilai Perlu

Novan menilai pemasangan pagar pengaman Jembatan Mahakam tidak hanya berfungsi meningkatkan keselamatan pengguna jalan, tetapi juga menjadi langkah preventif untuk mengurangi risiko aksi bunuh diri.

Ia menyebut beberapa peristiwa yang terjadi belakangan ini menjadi peringatan bahwa pemerintah perlu memperhatikan aspek keamanan infrastruktur sekaligus kesehatan mental masyarakat.

Menurutnya, pembangunan fasilitas keselamatan harus berjalan beriringan dengan edukasi kepada masyarakat.

RT Harus Lebih Aktif Mengawasi Lingkungan

Selain mengusulkan pagar pengaman Jembatan Mahakam, Novan meminta para ketua Rukun Tetangga (RT) lebih aktif mengenali kondisi warganya.

Ia menilai RT merupakan pihak yang paling dekat dengan masyarakat sehingga memiliki peran penting dalam mendeteksi perubahan perilaku maupun persoalan yang dihadapi warga.

“Kalau ada keributan atau persoalan di lingkungan, sebisa mungkin segera diketahui. Dengan begitu kita bisa mencegah tindakan yang lebih fatal,” katanya.

Novan menambahkan penyebab seseorang mengalami tekanan psikologis sangat beragam. Masalah keluarga, ekonomi, pekerjaan, maupun hubungan pribadi dapat memengaruhi kondisi mental seseorang.

Karena itu, kepedulian lingkungan dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam upaya pencegahan.

Warga Wajib Manfaatkan Layanan Kesehatan Mental

Novan juga mengingatkan masyarakat agar memanfaatkan layanan kesehatan mental yang telah disediakan pemerintah.

Menurutnya, layanan konseling sudah tersedia di puskesmas dan rumah sakit milik Pemerintah Kota Samarinda maupun Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

Namun, ia melihat masih banyak warga yang enggan mencari bantuan ketika menghadapi tekanan hidup.

“Masyarakat jangan memendam masalah sendirian. Kalau merasa tidak sanggup, manfaatkan layanan yang sudah tersedia,” ujarnya.

Keluarga Jadi Benteng Pertama Pencegahan

Selain dukungan pemerintah, Novan menilai keluarga memiliki peran penting dalam mencegah tindakan bunuh diri.

Ia mengajak orang tua, saudara, dan kerabat untuk membangun komunikasi yang terbuka agar anggota keluarga merasa nyaman menyampaikan persoalan yang sedang mereka hadapi.

Menurutnya, keluarga sebaiknya hadir sebagai tempat mencari solusi, bukan menjadi pihak yang menghakimi.

Novan juga mengingatkan pentingnya memperkuat nilai spiritual sebagai pegangan saat menghadapi tekanan hidup.

Di sisi lain, Pemerintah Kota Samarinda terus menjalankan edukasi mengenai ketahanan keluarga melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB). Program tersebut menyasar masyarakat hingga tingkat posyandu untuk membangun keluarga yang sehat, harmonis, dan tangguh menghadapi berbagai persoalan.

Ia berharap usulan pemasangan pagar pengaman Jembatan Mahakam dapat menjadi perhatian pemerintah. Menurutnya, langkah tersebut perlu berjalan bersama edukasi kesehatan mental, penguatan peran keluarga, dan kepedulian masyarakat agar kasus serupa tidak terus berulang.

(Adv)

Show More

Related Articles

Back to top button