Bambang Soepriyadi Terpilih, AHY Dorong Demokrat Kaltim Menang pada Pemilu 2029

POLITIKAL.ID – Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengingatkan seluruh kader untuk menjaga persatuan dan memperkuat soliditas organisasi usai pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) VI DPD Partai Demokrat Kalimantan Timur. Pesan tersebut disampaikan AHY saat memberikan sambutan secara daring dalam Musda yang berlangsung di Hotel Mercure Samarinda.
Menurut AHY, kekompakan kader menjadi modal utama bagi Partai Demokrat untuk menghadapi berbagai tantangan politik pada masa mendatang. Karena itu, ia mengajak seluruh pengurus dan kader mengutamakan kepentingan partai di atas kepentingan kelompok maupun individu.
“Organisasi kita solid, bersatu, kokoh. Bukan berarti semua harus sama dalam pemikiran tetapi mari kita terus mencari kesamaan tujuan,” ujar AHY.
AHY menegaskan bahwa Demokrat harus tetap menjadi rumah besar bagi seluruh kader. Ia meminta seluruh elemen partai menjaga organisasi dengan semangat kebersamaan dan tanggung jawab.
“Ini rumah besar kita dan negara kita yang harus dirawat dengan hati serta pikiran yang jernih,” katanya.
Musda Demokrat Kaltim Tetapkan Bambang Soepriyadi
Musda VI DPD Partai Demokrat Kaltim berakhir pada Jumat malam (12/6/2026). Forum tersebut menetapkan Bambang Soepriyadi sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Kaltim periode 2026–2031 secara aklamasi.
AHY berharap kepengurusan baru mampu memperkuat konsolidasi partai hingga ke tingkat akar rumput. Ia juga mendorong kader meningkatkan kerja politik untuk mendongkrak capaian Demokrat pada Pemilu 2029.
Menurut AHY, Demokrat perlu bekerja lebih keras agar dapat meningkatkan perolehan kursi legislatif sekaligus memperbesar kontribusi dalam pemerintahan daerah.
DPP Demokrat Siapkan Penguatan Organisasi
Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Herman Khaeron, menilai Musda berjalan lancar dan penuh semangat kebersamaan. Ia menyebut forum tersebut menjadi sarana penting untuk memperkuat komunikasi antarkader.
Herman menjelaskan bahwa DPP akan memproses hasil Musda sesuai mekanisme Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai. Setelah seluruh tahapan selesai, Ketua Umum akan menetapkan ketua terpilih secara resmi.
“Kami ingin Demokrat bukan hanya membangun wacana tetapi berkiprah langsung di tengah masyarakat. Sebagai partai yang inklusif dan modern, kami juga membuka pintu selebar-lebarnya bagi tokoh masyarakat yang ingin bergabung dan berjuang bersama Demokrat,” kata Herman.
Ia menambahkan bahwa Demokrat terus melakukan pembenahan organisasi untuk menghadapi Pemilu 2029. Langkah tersebut mencakup penguatan struktur partai hingga peningkatan kualitas kader.
Irwan Fecho Sebut Musda Momentum Bersejarah
Bendahara Umum DPP Partai Demokrat, Irwan Fecho, menilai Musda VI memiliki makna tersendiri. Kegiatan tersebut berlangsung bertepatan dengan peringatan 25 tahun berdirinya Partai Demokrat.
Menurut Irwan, momentum itu menjadi pengingat bagi seluruh kader untuk terus menjaga semangat perjuangan partai.
Ia juga memberikan apresiasi kepada Bambang Soepriyadi yang telah mengabdi selama bertahun-tahun di Demokrat Kaltim. Pengalaman Bambang sebagai wakil ketua dan pelaksana tugas ketua dinilai menjadi modal penting dalam memimpin partai.
“Beliau bukan kader kaleng-kaleng. Saya meyakini di bawah kepemimpinan Mas Bambang, sisi manajerial partai akan jauh lebih detail, bagus, dan kepemimpinannya semakin mengakar untuk memperjuangkan kesejahteraan masyarakat Kaltim,” ujar Irwan.
Bambang Targetkan Demokrat Menang pada Pemilu 2029
Bambang Soepriyadi menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang para kader Partai Demokrat Kaltim berikan kepadanya. Ia berkomitmen menjalankan amanah tersebut dengan penuh tanggung jawab.
Menurut Bambang, kepengurusan baru akan fokus memperkuat organisasi sekaligus meningkatkan peran partai dalam pembangunan daerah.
“Ini adalah amanah yang harus saya laksanakan. Tugas kami sekarang bagaimana membuat Demokrat di Kalimantan Timur menjadi lebih baik lagi, memajukan daerah, dan memenangkan kontestasi pemilu pada 2029 mendatang,” ucap Bambang.
Bambang juga menegaskan dirinya merupakan putra asli Kalimantan Timur. Ia lahir di Balikpapan, menempuh pendidikan di Kaltim, dan pernah berkarier sebagai aparatur sipil negara di Kutai Timur sebelum terjun ke dunia politik.
“Saya lahir di Balikpapan, menempuh pendidikan di Kaltim, dan pernah berkarier sebagai ASN di Kutai Timur sampai 2018 sebelum akhirnya berhenti,” pungkasnya.





