DPRD Samarinda Kaji Kelayakan Proyek PLTSa TPA Sambutan

POLITIKAL.ID – DPRD Kota Samarinda bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) saat ini tengah mengkaji secara mendalam rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah atau PLTSa di TPA Sambutan. Langkah ini bertujuan untuk menyelaraskan target teknologi ramah lingkungan tersebut dengan kondisi keuangan daerah yang sedang mengalami efisiensi anggaran.
“Kami melakukan kajian intensif ini untuk memastikan proyek ramah lingkungan tersebut berjalan sesuai dengan kondisi fiskal daerah yang kini sedang mengalami efisiensi,” kata Wakil Ketua DPRD Samarinda, Celni Pita Sari, Selasa.
Celni menjelaskan bahwa parlemen akan segera menggelar koordinasi lanjutan bersama DLH Samarinda guna mematangkan skema eksekusi di lapangan. Salah satu opsi rasional yang muncul dalam pembahasan adalah pembangunan infrastruktur secara bertahap.
“Kami menjadwalkan pertemuan bersama DLH untuk membahas skema terbaik agar pelaksanaan pembangunan fisik nanti menyesuaikan kemampuan keuangan daerah,” ujar Celni.
Urgensi Anggaran dan Solusi Sampah di Samarinda
Dewan menilai penajaman proyek PLTSa TPA Sambutan ini sangat mendesak karena volume produksi sampah harian di Kota Samarinda terus melonjak setiap tahun. Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan daya tampung lahan pemrosesan akhir yang semakin terbatas.
Krisis kapasitas lahan ini memaksa Pemerintah Kota Samarinda untuk segera melahirkan solusi jangka panjang yang berkelanjutan. Menurut Celni, pemerintah daerah harus melakukan pemetaan solusi secara cermat, baik melalui adopsi teknologi modern maupun perluasan kapasitas penampungan fisik.
Celni juga mengingatkan pentingnya perhitungan kelayakan yang komprehensif agar proyek ini berjalan realistis. Langkah hati-hati ini diperlukan agar investasi besar tersebut tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di masa depan.
“Kami memerlukan kalkulasi kelayakan yang menyeluruh agar megaproyek ini tetap realistis dan tidak memberi beban berat bagi APBD kita,” tegas Celni.
Penguatan Sektor Hulu dan Kesiapan SDM
Di samping fokus pada infrastruktur hilir, parlemen mengingatkan bahwa penyelesaian masalah sampah wajib menyentuh sektor hulu. Masyarakat harus terlibat aktif dalam memilah sampah rumah tangga dan menekan penggunaan kantong plastik sekali pakai. Proyek PLTSa TPA Sambutan baru akan berjalan efektif jika sistem pengelolaan dari sumber sampah sudah berjalan baik.
“Pemerintah harus memperkuat edukasi pemilahan sampah dari rumah secara masif agar sistem pengelolaan di hilir bekerja jauh lebih efektif,” tambah Celni.
Selain masalah anggaran dan teknologi, DPRD Samarinda menyoroti lini operasional lapangan yang masih kekurangan sumber daya manusia (SDM) terampil. Pekerjaan di sektor pengelolaan sampah memiliki beban fisik dan risiko kesehatan yang tinggi, sehingga memerlukan manajemen ketenagakerjaan dan sistem apresiasi yang matang.
Melalui sinergi kajian kelayakan ini, DPRD Kota Samarinda berharap proyek PLTSa TPA Sambutan mampu menjadi fondasi utama bagi perwujudan ekosistem lingkungan perkotaan Samarinda yang bersih, modern, dan berkelanjutan.
(Redaksi)
