Daerah

Heboh! Drama Kolosal Sejarah Sungai Mariam Bikin Ribuan Warga Terharu di Pembukaan MTQ Anggana

POLITIKAL.ID – Ada yang berbeda dalam pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-16 tingkat Kecamatan Anggana di Desa Sungai Mariam, Kutai Kartanegara. Di balik kemeriahan acara yang dihadiri ribuan warga, tersimpan sebuah pertunjukan drama kolosal yang sukses menyita perhatian dan mengundang haru para penonton.

Tak sekadar menjadi seremoni pembukaan MTQ, panggung utama berubah menjadi ruang yang menghidupkan kembali sejarah berdirinya Desa Sungai Mariam. Melalui alur teater yang dikemas megah, masyarakat diajak menelusuri jejak masuknya jalur perdagangan dari China hingga kisah seorang perempuan bernama Mariam yang dipercaya menjadi tokoh penting dalam lahirnya nama desa tersebut.

Ribuan warga yang memadati lokasi tampak larut mengikuti setiap adegan. Tepuk tangan berkali-kali menggema ketika para pemain menampilkan fragmen demi fragmen sejarah yang selama ini belum banyak diketahui masyarakat.

Sebagai tuan rumah, Kepala Desa Sungai Mariam Indra Lesmana mengaku sengaja menghadirkan konsep berbeda agar pembukaan MTQ tidak hanya berisi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi media edukasi sejarah bagi masyarakat.

Menurutnya, syiar Islam dan pelestarian budaya dapat berjalan beriringan sehingga masyarakat tidak hanya memperkuat nilai-nilai keagamaan, tetapi juga semakin mengenal identitas daerahnya.

“Kami ingin masyarakat tidak hanya datang menyaksikan pembukaan MTQ, tetapi juga memahami sejarah Desa Sungai Mariam. Kami mengangkat kisah perdagangan dari China hingga sosok Mariam yang menjadi bagian dari sejarah desa ini agar generasi muda mengenal asal-usul kampung halamannya,” ujar Indra Lesmana.

Persiapan MTQ ke-16 Anggana Libatkan Warga dan Pegiat Seni Desa

Ia mengatakan, persiapan pertunjukan dilakukan selama beberapa pekan dengan melibatkan warga, pemuda, hingga pegiat seni di desa. Seluruh elemen masyarakat bergotong royong agar pembukaan MTQ tahun ini mampu meninggalkan kesan mendalam bagi para tamu dan peserta.

Selain drama kolosal, pembukaan MTQ juga dimeriahkan parade delapan kafilah dari seluruh desa di Kecamatan Anggana. Masing-masing kafilah tampil membawa ciri khas daerahnya sebelum mengikuti rangkaian perlombaan yang akan berlangsung selama beberapa hari ke depan.

Masyarakat Apresiasi Konsep Pembukaan MTQ yang Angkat Sejarah Lokal

Konsep pembukaan yang memadukan seni budaya dan sejarah mendapat respons positif dari masyarakat. Salah seorang warga Sungai Mariam, Ardi, mengaku pertunjukan tersebut membuatnya lebih memahami perjalanan panjang desa tempat ia tinggal.

“Saya benar-benar terharu. Selama ini hanya mendengar cerita sekilas tentang Sungai Mariam, tetapi malam ini sejarahnya ditampilkan dengan sangat bagus. Kami jadi tahu asal-usul desa kami dan semakin bangga menjadi warga Sungai Mariam,” katanya.

Menurut Ardi, penyampaian sejarah melalui drama lebih mudah dipahami dibanding sekadar membaca buku atau mendengar cerita dari orang tua. Ia berharap konsep serupa terus dipertahankan dalam berbagai kegiatan budaya maupun keagamaan.

Bagi masyarakat Anggana, pembukaan MTQ tahun ini bukan hanya menjadi awal perlombaan membaca Al Quran, tetapi juga menjadi panggung untuk menghidupkan kembali sejarah lokal yang hampir terlupakan. Melalui kisah yang ditampilkan di atas panggung, generasi muda diajak mengenal akar budaya, sementara masyarakat diajak mengingat kembali perjalanan panjang lahirnya Desa Sungai Mariam.

Perpaduan syiar Islam, seni pertunjukan, dan sejarah lokal itu pun menjadikan pembukaan MTQ ke-16 Kecamatan Anggana tampil lebih berkesan dan berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya.

(Redaksi)

Show More

Related Articles

Back to top button
hacklink hack forum hacklink film izle hacklink Galabet Girişmrkingholiganbet girişz librarySuperbetinHitbetmarsbahiskingroyalkingroyalkingroyalmarsbahisholiganbetholiganbetmeritkingmeritkingmeritkingPadişahbetjojobetjojobet giriş