Beda dengan partai yang berada di pemerintahan berlakunya seperti oposisi. Kalau kita tidak, oposisi ya oposisi, pemerintahan ya pemerintahan," ungkapnya.
Meski tak menyebutkan nama, sindiran itu kemungkinan dilayangkan untuk partai koalisi pemerintahan yang tidak mendukung paslon capres-cawapres pilihan Jokowi, yakni Prabowo-Gibran.
Mereka adalah PDIP dan PPP yang mendukung Ganjar-Mahfud, serta NasDem dan PKB yang memajukan Anies-Muhaimin di Pilpres 2024.
Secara khusus, PDIP menjadi partai koalisi yang belakangan menunjukkan ketidaksepahaman dengan Presiden Jokowi.
Terutama saat getol membatalkan Piala Dunia U-20, mengkritik tajam program food estate, hingga meributkan kelanjutan IKN.
(REDAKSI)