Pemerintah

Impor Pikap India untuk Koperasi Merah Putih, Benarkah Produsen Lokal Tak Dilibatkan?

POLITIKAL.ID – Keputusan mengimpor puluhan ribu pikap dari India untuk mendukung operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) menuai perdebatan.

Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota menegaskan langkah tersebut diambil karena kebutuhan armada distribusi dinilai sangat mendesak.

Menurut Joao, percepatan pembangunan koperasi membuat kebutuhan kendaraan operasional tidak bisa tertunda. Hingga saat ini, sebanyak 30.712 koperasi telah terbangun dan 1.357 bangunan sudah berdiri serta siap berfungsi.

“Semendesak apa? Karena sampai hari ini kita sudah membangun 30.712. Dan yang sudah jadi sampai hari ini adalah 1.357 bangunan sudah berdiri dan kita akan segera me-running-nya, sehingga itu mendesak untuk kita segera suplai,” ujarnya, Rabu (25/2/2026).

Ribuan Koperasi Butuh Armada Cepat

Untuk menopang target operasional 70 ribu koperasi, Agrinas memutuskan mendatangkan 70 ribu unit pikap dari India, masing-masing 35 ribu unit dari Mahindra & Mahindra dan 35 ribu unit dari Tata Motors. Selain itu, Agrinas juga menambah 35 ribu unit truk roda enam dari Tata Motors.

Joao menilai kebutuhan tersebut harus terpenuhi dalam waktu singkat, sementara kapasitas produksi dalam negeri dinilai belum mampu mengejar volume permintaan dalam tempo cepat.

Ia menegaskan kondisi geografis dan tantangan jalan di Indonesia juga menjadi pertimbangan pemilihan spesifikasi kendaraan.

Produsen Lokal Tetap Terlibat

Joao membantah tudingan bahwa Agrinas menutup ruang bagi produsen otomotif domestik. Ia mengaku telah mengajak sejumlah pabrikan besar untuk bernegosiasi, seperti Mitsubishi Fuso melalui Krama Yudha, Hino, hingga Foton.

Mitsubishi Fuso melalui Krama Yudha dmenyuplai 20.600 unit truk roda enam sesuai kapasitas produksi hingga akhir tahun. Hino awalnya hanya mampu memproduksi 120 unit per bulan, namun setelah lobi ke prinsipal Jepang, kapasitas suplai meningkat hingga 10 ribu unit. Sementara Foton menyuplai 13.500 unit Foton Auman.

Untuk segmen pikap, Agrinas juga berdiskusi dengan Isuzu, namun kesepakatan yang tercapai hanya 900 unit karena keterbatasan karoseri.

Kendala Karoseri dan Kapasitas Produksi

Menurut Joao, kerja sama dengan Isuzu tercapai belakangan sehingga produsen tersebut kesulitan mendapatkan suplai karoseri. Ia menyebut hampir seluruh karoseri lokal telah penuh pesanan dari merek lain.

Sementara model pikap ringan seperti Suzuki Carry dan Daihatsu Gran Max juga telah Joao ajak berdiskusi. Namun kapasitas produksi tahunan yang berada di kisaran 100 ribu hingga 120 ribu unit sudah terserap pasar, termasuk untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan kebutuhan sektor pertanian.

Agrinas pun memilih opsi impor sebagai solusi cepat demi memastikan ribuan koperasi yang sudah berdiri dapat segera beroperasi tanpa terkendala armada distribusi.

(Redaksi)

Show More

Related Articles

Back to top button