Internasional

China Peringatkan Bahaya Eskalasi Konflik di Timur Tengah

POLITIKA.ID –  Ketegangan di Timur Tengah meningkat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan menghancurkan pembangkit listrik Iran jika Teheran terus menutup Selat Hormuz.

Hal ini lantas turut mendapat tanggapan dari China.

Negeri Tirai Bambu itu memperingatkan bahwa eskalasi serangan di Timur Tengah berisiko menciptakan situasi yang tak terkendali.

Konflik dan dampaknya terhadap Hormuz telah mengancam keamanan energi global serta pasokan minyak China dan “penggunaan kekuatan hanya akan menyebabkan lingkaran setan”, kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, dalam konferensi pers, ketika ditanya tentang ancaman Trump.

“Jika perang meluas lebih jauh dan situasi memburuk lagi, seluruh wilayah dapat terjerumus ke dalam situasi yang tak terkendali,” katanya.

Beijing adalah mitra Iran yang saat ini tengah berkonflik dengan AS-Israel sejak bulan lalu.

Kendati demikian, China mengatakan bahwa mereka “tidak setuju” dengan serangan Teheran terhadap negara-negara Teluk yang menampung pangkalan militer AS dan mendesak gencatan senjata.

Ultimatum Trump

Sebelumnya, Donald Trump mengeluarkan ultimatum keras kepada Iran terkait blokade Selat Hormuz.

Melalui akun Truth Social miliknya, Trump menegaskan bahwa Iran harus membuka jalur vital perdagangan minyak dunia itu dalam waktu 48 jam.

Jika tidak, AS akan melancarkan serangan militer yang menargetkan pembangkit listrik Iran,  mulai dari yang terbesar.

“Jika Iran tidak sepenuhnya membuka, tanpa ancaman, Selat Hormuz dalam waktu 48 jam dari saat ini, Amerika Serikat akan menyerang dan menghancurkan berbagai pembangkit listrik mereka, mulai dengan yang terbesar terlebih dulu,” tulis Trump dalam pernyataannya.

Selat Hormuz: Jalur Energi Dunia

Selat Hormuz adalah jalur sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab. Sekitar 20% pasokan minyak dunia melewati jalur ini setiap hari.

Penutupan atau gangguan di selat tersebut berpotensi mengguncang pasar energi global, menaikkan harga minyak, dan memicu krisis ekonomi internasional.

Iran menutup jalur tersebut dengan kapal perang dan ranjau laut, sehingga menghambat ekspor minyak dari negara-negara Teluk.

Langkah ini sebagai bentuk perlawanan terhadap serangan AS-Israel yang sebelumnya melakukan serangan terhadap Iran.

Tangggapan Iran

Merespon ultimatum Trump, Iran mengancam akan menutup total Selat Hormuz jika Amerika Serikat menyerang fasilitas pembangkit listriknya.

Selain penutupan total Selat Hormuz, Iran juga akan melancarkan serangan balasan terhadap infrastruktur energi serta air di kawasan jika Amerika Serikat nekat mellancarkan serangan.

“Iran akan sepenuhnya menutup Selat Hormuz dan meluncurkan serangan balasan terhadap infrastruktur energi dan air di kawasan jika pembangkit listrik kami diserang,” demikian pernyataan otoritas Iran, seperti dilaporkan Al Jazeera.

(*)

Show More

Related Articles

Back to top button