Daerah

Musrenbang Unik di Sungai Mariam, Peserta Berkostum Adat Nusantara Bahas Program Prioritas Desa

POLITIKAL.ID – Pemerintah Desa Sungai Mariam, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara, menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbang) pada Rabu (15/7/2026). Forum tersebut menyusun Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Desa Tahun 2027 dan Daftar Usulan (DU) Tahun 2028.

Musrenbang kali ini mengusung tema Budaya Nusantara. Pemerintah desa memilih konsep tersebut agar pembangunan berjalan seiring dengan pelestarian budaya. Seluruh peserta mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka ingin melestarikan budaya sekaligus memperkuat semangat persatuan.

Sebanyak 127 peserta mengikuti kegiatan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI), Jalan Jembatan Baru, Desa Sungai Mariam. Peserta terdiri atas perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), ketua RT, kepala dusun, tokoh masyarakat, perwakilan perusahaan, dan berbagai elemen masyarakat lainnya.

Musrenbang Desa Sungai Mariam Angkat Tema Budaya Nusantara

Kepala Desa Sungai Mariam, Indra Lesmana, mengatakan Musrenbang tahun ini menjadi yang pertama mengusung konsep Budaya Nusantara. Menurutnya, konsep tersebut menunjukkan bahwa pembangunan desa harus berjalan seiring dengan upaya menjaga nilai-nilai budaya bangsa.

“Musrenbang tahun ini kami kemas berbeda dengan mengangkat tema Budaya Nusantara. Kami ingin menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga harus dibarengi dengan pelestarian budaya dan kebersamaan masyarakat,” ujar Indra Lesmana.

Pemerintah desa dan masyarakat menyepakati sejumlah usulan pembangunan dalam forum tersebut. Mereka menetapkan program-program itu sebagai prioritas pada 2027 dan mengusulkannya kembali untuk 2028.

Normalisasi Anak Sungai Meneng Jadi Prioritas Pembangunan 2027

Pemerintah desa memprioritaskan normalisasi Anak Sungai Meneng sepanjang sekitar dua kilometer. Program itu bertujuan mengurangi risiko banjir yang sering melanda sejumlah wilayah Desa Sungai Mariam saat hujan deras.

“Normalisasi Anak Sungai Meneng menjadi salah satu prioritas karena berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Harapannya, aliran sungai menjadi lebih lancar sehingga potensi banjir dapat diminimalkan,” kata Indra.

Indra menjelaskan pemerintah desa menghimpun seluruh usulan pembangunan dari aspirasi warga di tingkat RT hingga dusun. Seluruh usulan tersebut menjadi dasar penyusunan RKP Desa 2027.

Usulan Warga Jadi Dasar Penyusunan RKP Desa Sungai Mariam 2027

Pemerintah desa berharap pemerintah daerah mendukung seluruh program prioritas yang telah disepakati. Dukungan tersebut akan mempercepat realisasi pembangunan sesuai kebutuhan masyarakat.

“Semua usulan ini lahir dari aspirasi warga. Kami berharap program-program prioritas yang telah disepakati bisa mendapatkan perhatian pemerintah sehingga pembangunan di Desa Sungai Mariam terus berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Pemerintah Desa Sungai Mariam berharap Musrenbang menghasilkan perencanaan yang lebih partisipatif dan transparan. Pemerintah desa juga ingin setiap program mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.

(Redaksi)

Show More

Related Articles

Back to top button