Saham BBCA Menguat, Dividen Interim Rp3,07 Triliun Jadi Perhatian Investor

POLITIKAL.ID – Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) melanjutkan penguatan di tengah perhatian investor terhadap kebijakan dividen interim dan kinerja bisnis perseroan. BCA menyiapkan dana Rp3,07 triliun untuk membagikan dividen interim tahun buku 2026 kepada pemegang saham.
Data RTI Business menunjukkan saham BBCA naik 0,78 persen ke level Rp6.450 per saham pada penutupan perdagangan Kamis (21/8/2026). Sehari sebelumnya, saham BBCA juga menguat 1,59 persen dan berakhir pada posisi Rp6.400 per saham.
Kenaikan tersebut memperpanjang tren positif saham BBCA dalam beberapa periode perdagangan. Dalam lima hari terakhir, saham BBCA naik 1,18 persen. Sementara itu, saham tersebut menguat 2,29 persen dalam satu bulan dan mencatat kenaikan 5,74 persen dalam tiga bulan terakhir.
Dividen Interim BBCA Menambah Perhatian Investor
Kebijakan dividen interim BBCA menjadi salah satu faktor yang mendapat perhatian pelaku pasar. BCA menyatakan perseroan mempertimbangkan kondisi permodalan, likuiditas, perkembangan bisnis, serta kualitas aset sebelum menetapkan pembagian dividen.
Presiden Direktur BCA Hendra Lembong mengatakan perseroan kembali menjalankan komitmen untuk membagikan dividen interim lebih dari satu kali dalam tahun buku 2026. Ia menyampaikan pernyataan tersebut dalam keterangan resmi yang dikutip pada Kamis (20/8).
“Kami bersyukur dapat kembali menjalankan komitmen untuk membagikan dividen interim lebih dari satu kali pada tahun buku 2026,” kata Hendra.
Menurut BCA, posisi permodalan yang kuat dan likuiditas yang memadai memberikan ruang bagi perseroan untuk terus mengembangkan bisnis. Perseroan juga memperhitungkan perkembangan bisnis entitas anak serta kondisi kualitas aset dalam menentukan kebijakan dividen.
Dengan kebijakan tersebut, investor tidak hanya mencermati pergerakan saham BBCA, tetapi juga jadwal pembagian dividen. Jadwal tersebut menjadi penting bagi pemegang saham yang ingin memastikan hak atas dividen interim.
Jadwal Dividen BBCA dan Tanggal Pembayaran
BCA telah menetapkan jadwal pembagian dividen interim tahun buku 2026. Perseroan menyampaikan pengumuman melalui Bursa Efek Indonesia dan situs resminya pada 19 Agustus 2026.
Untuk perdagangan pasar reguler dan negosiasi, cum dividen berlangsung pada 28 Agustus 2026. Setelah itu, ex dividen berlangsung pada 31 Agustus 2026.
Sementara itu, pasar tunai memiliki jadwal berbeda. Cum dividen berlangsung pada 1 September 2026 dan ex dividen berlangsung pada 2 September 2026.
BCA menetapkan 1 September 2026 sebagai tanggal pencatatan pemegang saham atau record date. Selanjutnya, perseroan menjadwalkan pembayaran dividen pada 16 September 2026.
Investor perlu memperhatikan setiap tanggal tersebut karena status kepemilikan saham pada periode yang ditentukan akan menentukan hak atas dividen interim BBCA.
Kredit BCA Tembus Rp1.000 Triliun
Selain kebijakan dividen, investor juga dapat mencermati pertumbuhan bisnis BCA pada semester I-2026. Perseroan mencatat pertumbuhan kredit sebesar 8,0 persen secara tahunan menjadi Rp1.036 triliun.
Angka tersebut menunjukkan bahwa penyaluran kredit BCA untuk pertama kalinya menembus Rp1.000 triliun. Pertumbuhan itu sekaligus memperlihatkan ekspansi pembiayaan yang terus dilakukan perseroan hingga semester pertama tahun ini.
Dari sisi pendanaan, BCA mencatat pertumbuhan dana giro dan tabungan atau current account savings account (CASA). Nilai CASA mencapai Rp1.082 triliun atau meningkat 10,2 persen secara tahunan.
Pertumbuhan kredit dan CASA berjalan seiring dengan kinerja laba perseroan. BCA bersama entitas anak mencatat laba Rp29,5 triliun pada semester I-2026.
Kinerja tersebut memberikan gambaran mengenai kemampuan perseroan dalam menjaga pertumbuhan bisnis sekaligus mempertahankan kondisi keuangan yang mendukung kebijakan dividen. BCA juga menyatakan kualitas aset tetap terjaga.
Respons Pasar terhadap Saham BBCA
Dari sisi perdagangan, saham BBCA mencatat volume transaksi sekitar 100,68 juta saham pada Kamis (21/8/2026). Nilai transaksi mencapai Rp648,87 miliar, sedangkan kapitalisasi pasar BCA berada di level Rp795,12 triliun.
Penguatan saham BBCA berlangsung bersamaan dengan perhatian investor terhadap dividen interim dan perkembangan kinerja perseroan. Namun, pergerakan saham tetap dapat dipengaruhi berbagai faktor, termasuk kondisi pasar, sentimen investor, kinerja perusahaan, serta perkembangan sektor perbankan.
Investor dapat mencermati kinerja BCA dan jadwal dividen sebelum mengambil keputusan investasi. Informasi mengenai cum dividen, ex dividen, record date, dan tanggal pembayaran juga menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan pemegang saham.
Dengan kombinasi pertumbuhan kredit, pendanaan yang solid, laba yang tetap kuat, serta kebijakan dividen interim, perkembangan saham BBCA selanjutnya akan menjadi perhatian pelaku pasar pada perdagangan berikutnya.
(Redaksi)