Kapolri Pastikan Situasi Aceh Terkendali Usai Insiden Bendera Bulan Bintang
POLITIKAL.ID – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan situasi keamanan di Aceh tetap terkendali setelah muncul insiden pengibaran bendera bulan bintang di sejumlah wilayah. Kepolisian juga mengambil langkah untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Tanah Rencong.
Sigit menyampaikan kondisi tersebut saat menghadiri peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2026). Ia mengatakan seluruh jajaran kepolisian telah mengambil langkah untuk menangani sejumlah kegiatan yang muncul dalam beberapa waktu terakhir.
“Beberapa kegiatan yang tentunya muncul di beberapa waktu terakhir di beberapa wilayah, seluruh jajaran tentunya sudah melaksanakan langkah-langkah, dan saat ini situasinya seluruhnya sudah terkendali,” kata Sigit.
Pernyataan itu muncul setelah pengibaran bendera bulan bintang terjadi di wilayah Aceh. Bendera tersebut memiliki keterkaitan dengan sejarah Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan menjadi simbol yang sensitif dalam konteks keamanan serta ketertiban di Aceh.
Situasi Aceh Tetap Terkendali
Kapolri menegaskan bahwa jajaran kepolisian terus menjalankan tugas untuk menjaga situasi keamanan. Ia juga mengajak masyarakat untuk menjaga kondisi yang kondusif selama peringatan HUT ke-81 RI.
Sigit tidak menjelaskan secara rinci bentuk langkah yang telah dilakukan aparat dalam menangani insiden tersebut. Namun, ia memastikan jajaran kepolisian telah menjalankan tindakan sesuai kondisi di lapangan.
Kondisi keamanan Aceh menjadi perhatian karena daerah tersebut memiliki sejarah konflik panjang antara pemerintah Indonesia dan GAM. Pemerintah kemudian mencapai kesepakatan damai melalui Nota Kesepahaman Helsinki pada 2005.
Kesepakatan tersebut membuka fase baru dalam hubungan antara pemerintah pusat dan Aceh. Proses perdamaian juga melahirkan berbagai pengaturan khusus bagi Aceh dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Karena itu, aparat keamanan tetap menghadapi situasi dengan memperhatikan ketertiban serta ketentuan hukum yang berlaku. Kepolisian juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga keamanan masyarakat di seluruh wilayah Aceh.
TNI AD Dukung Penegakan Hukum di Aceh
Sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak menyatakan dukungannya terhadap Polri dalam menangani persoalan pengibaran bendera bulan bintang di Aceh.
Maruli menyampaikan pernyataan tersebut di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2026). Ia menegaskan bahwa aparat memiliki tanggung jawab untuk menjalankan proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kita sudah siapkan untuk mengatasi itu semua sudah berjalan. Semua bertanggung jawab secara hukum,” kata Maruli.
Menurut Maruli, TNI AD tidak menyiapkan penanganan khusus untuk persoalan pengibaran bendera bulan bintang di Aceh. Ia justru menekankan dukungan terhadap kepolisian dalam menjalankan tugas penegakan hukum.
“Ya kami mendukung kepolisian untuk bisa menegakkan hukum gitu,” tegasnya.
Pernyataan Maruli menunjukkan koordinasi antara TNI dan Polri dalam menjaga keamanan Aceh. Aparat kepolisian menjalankan fungsi penegakan hukum, sedangkan TNI AD memberikan dukungan sesuai tugas dan kewenangannya.
Kapolri Ajak Masyarakat Jaga Keberagaman
Selain membahas situasi keamanan Aceh, Sigit menyampaikan pesan persatuan pada peringatan HUT ke-81 RI. Ia mengajak seluruh masyarakat menjaga keberagaman dan kemajemukan Indonesia.
Sigit menilai keberagaman menjadi salah satu kekuatan utama Indonesia. Ia menyebut Indonesia terdiri atas berbagai kepulauan, suku, agama, dan etnis.
“Tentunya ini adalah hari kemerdekaan yang dirayakan oleh seluruh masyarakat Indonesia, sebagaimana semangat kemerdekaan adalah bagaimana kita membangun bangsa, dan kita memahami bahwa bangsa kita adalah bangsa yang majemuk, bangsa yang beragam, bangsa yang terdiri dari kepulauan, suku, agama, dan etnis yang berbeda,” ucap Sigit.
Menurut Sigit, seluruh perbedaan tersebut dapat menjadi kekuatan apabila masyarakat terus menjaga persatuan. Ia juga mengaitkan semangat tersebut dengan cita-cita bangsa yang tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.
“Namun itu semuanya menjadi satu kesatuan yang apabila ini betul-betul terus bisa kita jaga, akan menjadi kekuatan bagi bangsa Indonesia untuk terus tumbuh, untuk mewujudkan cita-cita bangsa sebagaimana dicantumkan di dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945,” ucap Sigit.
Ia kemudian menyampaikan harapan agar Indonesia terus mengalami kemajuan hingga mencapai visi Indonesia Emas 2045.
“Tentunya kita semua berdoa agar Indonesia, rakyat kita, akan terus maju untuk mewujudkan visi bersama menuju Indonesia Emas 2045,” imbuhnya.
Dengan situasi Aceh yang kini dinyatakan terkendali, aparat keamanan tetap menjaga kondisi wilayah tersebut. Polri dan TNI AD juga menegaskan komitmen untuk menjalankan tugas sesuai hukum sekaligus menjaga persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
(Redaksi)