Aplikasi UKS/M Diluncurkan di Samarinda, 170 Sekolah Didorong Kelola Data Kesehatan Lebih Terintegrasi
POLITIKAL.ID — Tim Pembina Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (TP UKS/M) Kota Samarinda meluncurkan aplikasi digital UKS/M untuk mendukung pengelolaan data, pemantauan, hingga pelaporan program kesehatan di satuan pendidikan.
Peluncuran aplikasi tersebut dirangkai dengan kegiatan penguatan kapasitas kepala sekolah untuk mewujudkan anak yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berprestasi.
Koordinator TP UKS/M Kota Samarinda, El. Nova Saefuddin Zuhri, mengatakan pengembangan sistem digital diperlukan seiring meningkatnya kebutuhan sekolah terhadap pengelolaan program UKS/M yang lebih efektif dan terintegrasi.
Menurut dia, aplikasi tersebut diharapkan dapat membantu satuan pendidikan dalam melakukan pendataan, pemantauan, serta pelaporan kegiatan UKS/M secara lebih tertib.
“Sejalan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan akan pengelolaan UKS/M yang lebih efektif, diperlukan sistem informasi yang dapat membantu sekolah dalam pendataan, pemantauan, pelaporan, dan penguatan pelaksanaan program UKS/M,” ujar El. Nova dalam laporan kegiatan, Kamis (17/9/2026).
Kegiatan yang digelar di Aula Gedung Cabang Penerbit Erlangga, Jalan Bung Tomo Nomor 134, Kelurahan Sungai Kledang, Samarinda, itu melibatkan unsur pemerintah daerah, TP UKS/M, camat, organisasi kepala sekolah, tim aplikasi, hingga satuan pendidikan.
El. Nova menyebut terdapat 170 satuan pendidikan yang tercakup dalam daftar undangan kegiatan tersebut. Satuan pendidikan itu meliputi jenjang TK, SD, SMP, SMA/MA, hingga SMK, baik negeri maupun swasta.
Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak menunjukkan bahwa pelaksanaan UKS/M tidak dapat dibebankan hanya kepada sekolah.
“Keterlibatan yang cukup luas ini menunjukkan bahwa keberhasilan UKS/M bukan hanya menjadi tanggung jawab satu pihak, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan,” katanya.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut memiliki sejumlah tujuan, di antaranya meningkatkan pemahaman kepala sekolah mengenai pelaksanaan UKS/M, memperkenalkan aplikasi kepada satuan pendidikan, serta mendorong pengelolaan data dan pelaporan yang lebih tertib.
Selain itu, aplikasi diharapkan memperkuat koordinasi antara TP UKS/M, pemerintah daerah, sekolah, dan mitra terkait.
“Pada akhirnya, sekolah yang sehat bukan hanya sekolah yang memiliki UKS, tetapi sekolah yang mampu menciptakan budaya hidup sehat bagi seluruh warganya,” ujar El. Nova.
Dalam kegiatan tersebut, TP UKS/M Kota Samarinda juga melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Penerbit Erlangga. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan mengenai aplikasi serta materi dari Dinas Kesehatan, PMI, dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
El. Nova berharap peluncuran aplikasi tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Menurutnya, sistem tersebut harus menjadi langkah awal untuk membangun pengelolaan UKS/M yang aktif, terukur, terintegrasi, dan berkelanjutan.
“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada launching dan sosialisasi aplikasi saja, tetapi dapat menjadi langkah awal untuk membangun sistem UKS/M Kota Samarinda yang semakin terintegrasi, aktif, terukur dan berkelanjutan,” katanya.
Ia juga meminta kepala sekolah menjadi penggerak utama dalam penerapan UKS/M di lingkungan masing-masing.
“Semoga kolaborasi yang telah terbangun dapat terus kita tingkatkan untuk kemajuan UKS/M dan peningkatan kualitas generasi muda Kota Samarinda,” ujar El. Nova.
(Redaksi)

