Portal Jembatan Kutai Lama Kembali Ditabrak Truk, Akses Penghubung 2 Desa Terancam Terganggu
POLITIKAL.ID – Portal pembatas ketinggian di Jembatan Kutai Lama, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, kembali rusak setelah ditabrak truk milik PT Tritunggal Sentra Buana.
Truk perusahaan kelapa sawit tersebut diketahui membawa material besi saat melintas di jembatan. Kendaraan kemudian menabrak portal yang memiliki batas ketinggian sekitar 2,7 meter.
Kepala Desa Kutai Lama, Dr. H. Sony Rizaldi atau H. Rizal, mengatakan pemerintah desa langsung mendatangi lokasi setelah mengetahui kejadian tersebut.
Menurut H. Rizal, keberadaan portal sangat penting untuk membatasi kendaraan yang tidak sesuai dengan kapasitas atau ketinggian yang diperbolehkan melintas di jembatan.
“Portal ini sebenarnya sudah dipasang sebagai pembatas sekaligus pengingat bagi kendaraan yang akan melintas. Tetapi kendaraan yang ukurannya melebihi batas masih ada yang memaksakan lewat,” ujar H. Rizal.(Saat dikonfirmasi Sabtu (19/9/2026).
Ia menyebut kejadian kendaraan menabrak portal bukan merupakan persoalan baru. Karena itu, pemerintah desa telah memasang rambu-rambu sebagai pengingat bagi pengemudi.
Meski kendaraan yang terlibat dalam kejadian tersebut telah diproses oleh kepolisian, pemerintah desa masih menunggu kejelasan terkait perbaikan fasilitas yang mengalami kerusakan.
“Untuk kendaraan sudah diproses oleh kepolisian. Tetapi sampai sekarang pihak perusahaan belum melakukan konfirmasi kepada desa terkait rencana perbaikannya,” kata H. Rizal.
Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah desa karena Jembatan Kutai Lama bukan sekadar akses bagi kendaraan perusahaan.
Jembatan tersebut menjadi satu-satunya infrastruktur penghubung antara Desa Sungai Mariam dan Desa Kutai Lama. Aktivitas masyarakat dari kedua wilayah sangat bergantung pada keberadaan jembatan tersebut.
Karena itu, pemerintah desa meminta persoalan kerusakan portal segera ditindaklanjuti agar tidak berkembang menjadi persoalan yang mengganggu akses masyarakat.
“Kami tentu kecewa kalau belum ada kejelasan mengenai perbaikannya. Karena ini menyangkut fasilitas yang digunakan masyarakat setiap hari,” ujar H. Rizal.
Menurut dia, pemerintah desa tidak ingin kejadian serupa kembali terjadi. Pengemudi kendaraan dengan dimensi besar maupun muatan material diminta memperhatikan batas ketinggian sebelum memasuki jembatan.
Rambu-rambu yang telah dipasang di sekitar lokasi juga diharapkan benar-benar diperhatikan oleh setiap pengemudi.
“Rambu-rambu sudah kami pasang untuk menjadi pengingat. Jadi sebelum kendaraan masuk, pengemudi harus memastikan ukuran kendaraannya sesuai dengan batas portal,” katanya.
H. Rizal berharap pihak perusahaan segera berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk memastikan kondisi portal dapat diperbaiki.
Sebab, selain menyangkut tanggung jawab atas kerusakan fasilitas, kejelasan perbaikan juga diperlukan untuk menjaga keamanan akses masyarakat yang menggunakan Jembatan Kutai Lama.
“Harapan kami ada tindak lanjut yang jelas untuk perbaikan. Jangan sampai kerusakan ini dibiarkan, karena jembatan ini satu-satunya penghubung Desa Sungai Mariam dan Desa Kutai Lama,” kata H. Rizal.
(Redaksi)

