Kedatangan Paus Leo XIV di Beirut Dibalas Eskalasi, Israel Terus Serang Lebanon Selatan

IDENESIA.CO – Meskipun dunia tengah menantikan momen bersejarah, yaitu kedatangan Paus Leo XIV di Beirut, Lebanon, Israel tetap melanjutkan serangan militernya. Pemimpin Tertinggi Gereja Katolik Roma itu dijadwalkan mendarat di Beirut pada Minggu (30/11/2025) malam waktu setempat. Namun demikian, persiapan penyambutan Pemimpin Vatikan ini tidak merintangi Israel untuk melancarkan serangan lanjutan ke Lebanon.
Paus Leo XIV masih berada di Istanbul pada Minggu pagi. Selanjutnya, pada Minggu siang waktu Istanbul atau Minggu malam WIB, Paus akan terbang menuju Lebanon dan diperkirakan tiba menjelang tengah malam.
Tentu saja, serangan Israel yang terus berlangsung menimbulkan kekhawatiran serius bahwa kunjungan perdamaian ini berlangsung di bawah bayang-bayang konflik bersenjata.
Gempuran Israel Tak Terhindarkan: Serangan Jelang Kedatangan Bapa Suci
Kantor berita Lebanon, NNA, melaporkan bahwa Israel menyerang Wadi Alma al-Shaab pada Sabtu (29/11/2025) sore. Selain itu, media Lebanon lainnya, Al Manar, menyebutkan bahwa serangan dilancarkan ke beberapa lokasi di Lebanon selatan, lantas menambah daftar panjang agresi yang melanda negara tersebut.
Data tragis terungkap pada Jumat, ketika Kementerian Kesehatan Lebanon menyebutkan bahwa Israel telah melancarkan 1.038 serangan ke Lebanon sejak 28 November 2024. Jika dirata-rata, Israel nyaris menyerang Lebanon tiga kali dalam sehari.
Israel tetap menyerang Lebanon meskipun telah menyepakati gencatan senjata dengan Hizbullah. Sama seperti di Gaza dan Suriah, Israel menolak menarik pasukannya dari Lebanon, apalagi menghentikan serangan secara total.
Bahkan, sebelum serangan pada Sabtu di Lebanon selatan, Israel juga menyerang Beirut pada akhir pekan sebelumnya. Rencana kedatangan Paus Leo XIV ke Lebanon diharapkan mampu meredakan serangan Israel, namun faktanya, Israel tidak peduli terhadap isyarat diplomatik ini.
Harapan dan Tekad Hizbullah: Menolak Agresi di Hadapan Paus
Meskipun menjadi salah satu target utama serangan Israel, Hizbullah menyambut lawatan Paus Leo XIV ke Lebanon. Dalam pernyataan pada Sabtu, Hizbullah berharap Paus Leo XIV menolak ketidakadilan dan agresi Israel pada Lebanon. Di sisi lain, Hizbullah menekankan bahwa mereka tidak akan berhenti melawan agresi itu.
Sekretaris Jenderal Hizbullah, Naim Qassem, mengatakan, “Kami menyambut kunjungan di saat penting ini. Kami berdoa Bapa Suci berkontribusi menyebarkan kedamaian di Lebanon, membebaskannya, dan mengakhiri agresi, serta menolak itu.”
Qassem menekankan bahwa Hizbullah berusaha keras mematuhi gencatan senjata November 2024. Walakin, ia menambahkan, Hizbullah dan rakyat Lebanon tidak bisa terus diam saja atas rangkaian agresi Israel yang tak kunjung berhenti.
Protes Kedaulatan: Lebanon Resmi Adukan Pagar Israel ke PBB
Selain menghadapi serangan udara, Lebanon juga melayangkan protes resmi ke Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) terkait pelanggaran kedaulatan wilayah. Pokok protes tersebut adalah tindakan Israel membangun pagar di wilayah Lebanon. Pagar itu merupakan bagian dari pelanggaran tak henti Israel terhadap kedaulatan Lebanon.
Pagar tersebut dibangun di Yaroun. Israel secara sepihak menetapkan kota di Lebanon itu berada di bawah kendalinya. Menurut Beirut, pembangunan pagar itu jelas melanggar resolusi DK PBB ataupun kesepakatan gencatan senjata.
Menlu Lebanon, Youssef Raji, mengatakan bahwa Beirut tidak akan mencapai kemajuan signifikan jika Israel tidak berhenti melanggar gencatan senjata. Lebih dari 1.000 serangan Israel ke Lebanon ditambah perluasan basis dalam wilayah Lebanon adalah gambaran pelanggaran besar dan serius Israel terhadap gencatan senjata dan resolusi PBB.
Beirut meminta DK PBB agar tidak diam saja atas pelanggaran itu. PBB, yang menempatkan pasukan perdamaian di Lebanon selatan, harus menegakkan resolusinya. Menlu Raji menambahkan, Beirut berkomitmen menjadikan militer sebagai satu-satunya pengendali senjata di Lebanon, tetapi untuk mewujudkan itu, Beirut membutuhkan sokongan semua pihak.
Oleh karena itu, ia mendesak komunitas internasional menekan Israel agar mematuhi kesepakatan gencatan senjata. Jika Israel terus menyerang Lebanon, rakyat Lebanon tidak mungkin diam saja, sebab mereka harus mempertahankan negaranya.
(Redaksi)
