POLITIKAL.ID – Kebijakan efisiensi anggaran yang membatasi ruang belanja pegawai mendorong RSUD Inche Abdoel Moeis (IA Moeis) Samarinda memanfaatkan Program Magang Nasional Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI sebagai solusi pemenuhan tenaga kerja.
Pada Batch 2, rumah sakit milik Pemkot Samarinda itu menerima 112 peserta untuk mengisi 23 formasi jabatan.
Direktur RSUD IA Moeis Samarinda, dr. Osa Rafshodia, mengatakan program ini merupakan kelanjutan dari pelaksanaan magang nasional Batch 1 yang berlangsung selama enam bulan pada awal 2026.
Osa menyebut Kemnaker meningkatkan kuota peserta pada Batch 2 setelah menilai pelaksanaan program sebelumnya berjalan baik.
“Batch 1 kemarin kan enam bulan, di awal tahun. Kemarin sudah habis. Terus kita dihubungi lagi sama Kemnaker Pusat untuk mendapat Batch 2, kemudian diperbesar porsinya. Jadi 112 formasi jabatan,” ujar Osa, Senin (14/9/2026).
Ia menilai program tersebut membantu rumah sakit memenuhi kebutuhan tenaga kerja di tengah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah daerah.
Menurutnya, RSUD IA Moeis tetap membutuhkan tambahan tenaga untuk mendukung pelayanan.
Namun, kebijakan efisiensi membatasi ruang belanja pegawai.
Melalui program magang nasional, rumah sakit dapat memperoleh dukungan tenaga tanpa memasukkan pembiayaan peserta ke dalam belanja pegawai daerah.
Pemerintah pusat menanggung biaya peserta selama mengikuti program.
“Ya solusinya ini, magang, karena yang bayar dari pusat,” ujarnya.
23 Formasi Dibuka
RSUD IA Moeis membuka 23 jenis formasi jabatan dalam program tersebut.
Rumah sakit membutuhkan peserta untuk sejumlah bidang pelayanan, antara lain perawat, bidan, tenaga gizi, tenaga CSSD untuk sterilisasi, serta tenaga administrasi.
Osa mengatakan kebutuhan tenaga kesehatan di rumah sakit masih cukup tinggi.
Karena itu, kehadiran peserta magang dapat membantu operasional sekaligus memberikan pengalaman kerja kepada masyarakat.
“Kita dapat perawat, bidan, tenaga gizi, CSSD untuk sterilisasi, segala macam. Yang bayar pemerintah pusat. Jadi kita enggak masuk belanja pegawai, tapi pegawainya dapat,” katanya.
Rumah sakit juga memberikan perhatian terhadap penyerapan tenaga kerja lokal.
Meskipun pelamar berasal dari berbagai daerah, termasuk luar Samarinda, RSUD IA Moeis tetap mengutamakan pelamar yang berdomisili di Samarinda sesuai kebutuhan dan hasil seleksi.
Hanya Dua Rumah Sakit di Kaltim
Osa mengungkapkan hanya dua rumah sakit di Kalimantan Timur yang mendapat kesempatan mengikuti program magang nasional Batch 2.
Selain RSUD IA Moeis Samarinda, Kemnaker memberikan kesempatan kepada RS Siloam Balikpapan.
Kemnaker menilai sejumlah indikator sebelum memberikan kuota peserta.
Penilaian tersebut mencakup kesehatan keuangan rumah sakit, kualitas pelayanan publik, serta pelaksanaan program prioritas.
RSUD IA Moeis dinilai memiliki kinerja yang baik setelah memperluas layanan dalam dua tahun terakhir.
Rumah sakit tersebut membuka sejumlah poli baru dan membangun gedung baru untuk meningkatkan kapasitas pelayanan.
“Kita masuk kategori sangat baik, makanya nambah pesertanya,” ujar Osa.
Target Tambah Kuota
Osa menjelaskan RSUD IA Moeis mengajukan sendiri kebutuhan peserta magang kepada pemerintah pusat.
Rumah sakit harus memenuhi sejumlah persyaratan, termasuk indikator pelayanan publik, kesehatan keuangan, serta pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Ke depan, ia berharap Kemnaker terus memperluas program tersebut.
RSUD IA Moeis bahkan menargetkan dapat menerima 150 hingga 170 peserta untuk seluruh formasi pada periode berikutnya.
Menurut Osa, penambahan kuota tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan tenaga kerja rumah sakit, tetapi juga membuka peluang kerja bagi masyarakat Samarinda.
“Jadi kita ikut membantu peningkatan ekonomi Samarinda, mengurangi angka pengangguran terbuka di Samarinda,” pungkasnya. (*)
