
POLITIKAL.ID – Federasi Panjat Tebing Indonesia Kalimantan Timur (FPTI Kaltim) resmi menutup Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Panjat Tebing Kelompok Umur Tahun 2026 dan Lomba Fotografi Panjat Tebing di Venue Sport Climbing Gelora Kadrie Oening.
Penutupan kejuaraan berlangsung penuh semangat dan kebersamaan setelah seluruh rangkaian pertandingan berjalan lancar sejak dibuka beberapa hari lalu.
Ketua FPTI Kalimantan Timur, EL Nova Saefuddin Zuhri menyampaikan rasa syukur atas suksesnya pelaksanaan Kejurprov Panjat Tebing Kelompok Umur Tahun 2026 yang dirangkai dengan lomba fotografi olahraga.
“Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT karena seluruh rangkaian kegiatan Kejuaraan Provinsi Panjat Tebing Kelompok Umur FPTI Kalimantan Timur Tahun 2026 sekaligus Lomba Foto Kejuaraan Panjat Tebing Kaltim 2026 dapat terlaksana dengan baik, lancar, dan penuh semangat kebersamaan,” ujarnya Sabtu (16/5/2026)
Kejuaraan tersebut diikuti sebanyak 128 atlet dari kelompok umur 12 hingga 19 tahun. Para peserta berasal dari sejumlah kabupaten dan kota di Kalimantan Timur, di antaranya Kota Samarinda, Balikpapan, Bontang, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Berau, dan Penajam Paser Utara.
Dalam ajang tersebut, kontingen Kutai Timur berhasil keluar sebagai juara umum dengan total raihan 35 medali.
Apresiasi dan Dukungan
EL Nova memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan, mulai dari panitia, sponsor, relawan hingga media partner yang turut menyukseskan kejuaraan.
“Kami menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada FPTI Kota Samarinda selaku tuan rumah, seluruh sponsor dan pendukung kegiatan, panitia, relawan, media partner, serta semua pihak yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan ini dapat terselenggara dengan meriah dan sukses,” katanya.
Menurutnya, Kejurprov Panjat Tebing bukan hanya menjadi ajang kompetisi olahraga semata, tetapi juga sarana pembinaan karakter dan mental generasi muda.
“Kegiatan ini bukan hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga wadah pembinaan karakter, kreativitas, sportivitas, dan persaudaraan,” tuturnya.
Ia berharap melalui kejuaraan tersebut akan lahir atlet-atlet muda panjat tebing Kalimantan Timur yang mampu bersaing di level nasional maupun internasional.
“Melalui Kejurprov Panjat Tebing, kita berharap lahir atlet-atlet muda Kalimantan Timur yang tangguh, mandiri, dan mampu mengharumkan nama daerah di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.
Lomba Fotografi
Selain pertandingan olahraga, lomba fotografi yang digelar dalam rangkaian kegiatan juga mendapat perhatian khusus dari panitia dan peserta.
Menurut Elly, lomba fotografi menjadi cara untuk mengabadikan perjuangan para atlet selama bertanding di arena panjat tebing.
“Melalui lomba foto, kita diajak mengabadikan setiap perjuangan, keberanian, semangat, dan aksi terbaik para atlet di setiap ketinggian. Karena sebuah foto bukan hanya gambar, tetapi cerita dan semangat yang bisa dikenang sepanjang waktu,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, yang sebelumnya hadir dalam memberikan hadiah kepada para juara mengucapkan apresiasi terhadap pelaksanaan Kejurprov Panjat Tebing Kaltim 2026.
Menurutnya, kejuaraan tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan olahraga usia muda di Kalimantan Timur terus berkembang dengan baik.
Ia berharap ajang seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan agar melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu membawa nama Kalimantan Timur di tingkat lebih tinggi.
Di akhir sambutannya, Elly juga menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan selama pelaksanaan kegiatan berlangsung.
“Semoga seluruh rangkaian acara membawa manfaat bagi kemajuan olahraga panjat tebing di Kalimantan Timur,” pungkasnya sebelum secara resmi menutup kegiatan dengan ucapan hamdalah.
(*)
