Pandemi Covid-19, Andi Harun Tekankan Atlet Kaltim Harus Terus Disupport
POLITIKAL.ID, SAMARINDA – Realokasi anggaran APBD Kaltim untuk penanggulangan virus corona atau covid-19 sudah diketuk.
Sebesar Rp 388,5
miliar. Ada yang menjadi sorotan DPRD Kaltim saat hal tersebut ditetapkan.
Yakni pemangkasan dana
hibah KONI sebesar Rp 75 miliar dari Rp 98 miliar.
Wakil Ketua DPRD
Kaltim Andi Harun, yang pertama kali menggagas agar pemangkasan dana hibah
KONI maksimal Rp 50 miliar.
Alasannya, Andi Harun
menekankan pembinaan atlet harus terus berjalan, begitu juga dengan pemenuhan
haknya.
Sehingga, jika
pemangkasan melampaui Rp 50 miliar, Andi Harun berpendapat akan berdampak pada
proses pembinaan atlet berprestasi.
“Sehari saja
atlet tidak berlatih, itu akan berdampak pada performanya. Sehingga pemangkasan
anggaran tersebut harus betul-betul dilakukan,” kata Andi Harun,”
saat rapat paripurna via aplikasi online tersebut.
Selain Andi Harun,
wacana tersebut juga didukung Ketua DPRD Kaltim Makmur HAPK dan Ketua Fraksi
PKB Syafruddin, saat rapat berlangsung.
Makmur menekankan
pentingnya bidang olahraga sebagai penopang prestasi bangsa, sehingga ia
menyetujui jika pemangkasan anggaran jangan sampai menghambat pembinaan atlet
di Kaltim.
Sementara Syafruddin,
juga berpendapat yang sama. Menurutnya, meski turnamen-turnamen hingga PON
nantinya bakal ditunda. Hal itu bukan berarti pembinaan atlet berhenti.
Sehingga dirinya mendukung gagasan Andi Harun. “Saat ini hal itu terus dibahas juga. Secepatnya kami rampungkan,” kata Udin. (Redaksi politikal-003)