Program Satu Rekening Satu Pelajar Digencarkan, Nova Saefuddin Zuhri Ajak Sekolah Budayakan Menabung
POLITIKAL.ID – Wakil Ketua Tim Penggerak PKK (TP PKK) Kota Samarinda, E.L. Nova Saefuddin Zuhri, mengajak seluruh pihak memperkuat budaya menabung dan meningkatkan literasi keuangan sejak usia dini melalui Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR).
Hal itu disampaikannya saat menghadiri kegiatan Sosialisasi Implementasi Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR), Gerakan Menabung Anak, serta Capacity Building Peningkatan Literasi dan Inklusi Keuangan di Samarinda.
E.L Nova menegaskan bahwa membangun generasi unggul tidak cukup hanya melalui peningkatan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga harus dibarengi dengan kemampuan mengelola keuangan secara bijaksana sejak usia dini.
Menurutnya, kebiasaan menabung bukan sekadar menyimpan uang, melainkan proses membentuk karakter anak agar lebih disiplin, bertanggung jawab, sabar, mampu merencanakan masa depan, serta terbiasa hidup sederhana.
“Menabung bukan hanya soal uang, tetapi membentuk karakter. Di dalamnya ada nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kesabaran, dan kemampuan merencanakan masa depan. Nilai-nilai inilah yang menjadi fondasi lahirnya generasi yang mandiri dan tangguh,” ujarnya, Jumat (24/7/2026).
Program KEJAR Dorong Literasi Keuangan dan Budaya Menabung Pelajar
Nova mengapresiasi kolaborasi Pemerintah Kota Samarinda, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, serta berbagai lembaga jasa keuangan yang terus mendorong implementasi Program KEJAR sebagai upaya memperluas akses layanan keuangan sekaligus menumbuhkan budaya menabung di kalangan pelajar.
Menurutnya, keberhasilan gerakan menabung tidak bisa hanya dibebankan kepada sekolah. Peran keluarga, pemerintah, dunia pendidikan, hingga sektor jasa keuangan harus berjalan beriringan agar kebiasaan tersebut tumbuh menjadi budaya.
“Orang tua harus memberikan teladan di rumah, guru membimbing di sekolah, pemerintah menghadirkan kebijakan yang mendukung, sementara lembaga jasa keuangan menyediakan layanan yang mudah diakses anak-anak,” katanya.
Ia berharap kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, khususnya di kalangan pelajar.
Gerakan Kamis Menabung Diusulkan Menjadi Budaya di Sekolah
Nova juga mengajak para siswa mulai membiasakan diri menabung dari nominal kecil secara rutin.
“Jangan menunggu punya uang banyak. Sisihkan sebagian uang saku secara rutin. Kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten akan menjadi bekal besar untuk meraih cita-cita di masa depan,” pesannya.
Selain itu, ia mendorong seluruh kepala sekolah menjadikan kegiatan menabung sebagai budaya di lingkungan pendidikan. Salah satu gagasan yang disampaikan adalah pembentukan Gerakan Kamis Menabung, sehingga kebiasaan menabung tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi rutinitas para siswa.
Melalui kegiatan capacity building tersebut, Nova berharap seluruh pemangku kepentingan memiliki pemahaman yang sama mengenai pentingnya literasi dan inklusi keuangan sehingga target peningkatan kepemilikan rekening pelajar di Kota Samarinda dapat tercapai.
“Semoga semakin banyak anak-anak Samarinda yang memiliki rekening tabungan, semakin tinggi literasi keuangan masyarakat, dan semakin kuat budaya mengelola keuangan secara sehat sejak usia dini. Mari kita wujudkan generasi Samarinda yang gemar membaca, cerdas mengelola keuangan, rajin menabung, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” tutupnya.
(Redaksi)