IPSI Diminta Solid, Erick Thohir Dorong Pencak Silat Mendunia
POLITIKAL.ID – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Erick Thohir meminta Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) menjadikan persatuan sebagai fondasi utama dalam menjalankan organisasi.
Ia menilai soliditas kepengurusan menjadi modal penting bagi pencak silat Indonesia untuk memperluas pengaruhnya di panggung internasional.
Erick menyampaikan pesan tersebut saat menghadiri pelantikan dan pengukuhan pengurus PB IPSI periode 2026-2030 di Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta, Sabtu (5/9).
Jangan Biarkan Dualisme Menghambat Organisasi
Erick menyoroti persoalan dualisme kepengurusan yang masih muncul di sejumlah cabang olahraga. Menurut dia, konflik internal hanya akan menghambat perkembangan olahraga dan mengganggu upaya membangun prestasi secara berkelanjutan.
“Kita melihat dualisme [kepengurusan cabang olahraga] di mana-mana. Mau di bawa ke mana nantinya itu? Karena itu persatuan perlu dijunjung oleh PB IPSI,” kata Erick dalam sambutannya.
Ia berharap kepengurusan baru PB IPSI mampu menjaga kekompakan sekaligus menyusun program yang dapat membawa pencak silat semakin mendunia.
Kejar Pengakuan Internasional
Erick juga meminta IPSI tidak hanya fokus pada kompetisi nasional. Ia mendorong organisasi tersebut memperkuat struktur federasi internasional, memenuhi regulasi Badan Antidoping Dunia (WADA), serta meningkatkan penyelenggaraan kompetisi lintas negara.
“Perjuangan menuju dunia internasional sangat kompleks. Kalau ingin diakui dunia pasti harus menyesuaikan regulasi dunia dan WADA,” ujarnya.
Menurut Erick, pencak silat kini sudah berkembang di 83 negara. Namun, ia meminta IPSI memastikan persebaran tersebut memenuhi persyaratan untuk memperkuat posisi pencak silat di tingkat global.
“Ini yang harus kita pikirkan. Belum lagi kuota internasional, minimal [federasi] di 75 negara harus tercapai. Kebetulan pencak silat sudah ada di 83 negara, tapi apakah sudah ada setidaknya di empat benua?” ia menambahkan.
Kemenpora Siap Perkuat Agenda Kompetisi
Kemenpora, kata Erick, siap mendukung langkah PB IPSI memperluas jaringan dan meningkatkan frekuensi kompetisi internasional. Ia secara khusus mendorong turnamen tingkat kontinental kembali berlangsung secara rutin.
“Perlu ada kompetisi kontinental secara reguler. Ini yang harus didisiplinkan dari pencak silat. Tahun depan harus mulai berjalan lagi.”
Erick menegaskan pemerintah akan terus mendorong pencak silat sebagai salah satu olahraga yang membawa identitas Indonesia ke dunia.
“Kemenpora selalu mendukung pencak silat untuk dilirik dunia karena ini membawa cerminan bangsa. Stigma bahwa olahraga itu makan biaya harus dihapuskan. Olahraga itu investasi,” tegas Erick.
(*)

