POLITIKAL.ID – Wakil Ketua Tim Penggerak PKK (TP PKK) Kota Samarinda, E.L. Nova Saefuddin Zuhri, menekankan pentingnya stimulasi sejak dini untuk mendukung tumbuh kembang anak sekaligus mencegah berbagai gangguan perkembangan, seperti speech delay, Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD), hingga stunting.
Pesan tersebut disampaikan Nova saat membuka Golden Growth Summit 2026 di Samarinda, Sabtu (25/7/2026). Kegiatan yang diikuti orangtua, tenaga kesehatan, dan masyarakat itu menghadirkan seminar edukasi mengenai tumbuh kembang anak serta berbagai perlombaan yang melibatkan anak dan keluarga.
Nova mengatakan tema yang diusung dalam kegiatan tersebut sangat relevan dengan upaya menciptakan generasi muda yang sehat dan berkualitas. Menurutnya, perhatian terhadap tumbuh kembang anak harus dimulai sejak usia dini karena periode tersebut merupakan fase yang sangat menentukan masa depan anak.
“Tema yang diangkat hari ini sangat relevan, yaitu optimalisasi tumbuh kembang anak untuk mencegah speech delay, ADHD, dan stunting melalui stimulasi sejak dini. Hal ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Kota Samarinda dan TP PKK dalam mewujudkan generasi emas yang sehat, cerdas, tangguh, dan berkarakter,” ujar Nova.
Golden Age Hanya Terjadi Sekali
Ia menjelaskan masa emas atau golden age merupakan periode yang hanya terjadi sekali dalam kehidupan anak. Pada fase itu, peran keluarga menjadi sangat penting dalam memberikan kasih sayang, memenuhi kebutuhan gizi, serta memberikan stimulasi yang tepat.
“Masa emas anak hanya terjadi sekali. Pada masa inilah kasih sayang, gizi yang baik, stimulasi yang tepat, dan perhatian dari orang tua menjadi investasi terbaik bagi masa depan mereka,” katanya.
Menurut Nova, upaya membangun generasi unggul tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif keluarga. Orangtua memiliki peran sebagai pendidik pertama yang menentukan kualitas tumbuh kembang anak sejak lahir.
Ia juga mengapresiasi penyelenggaraan Golden Growth Summit 2026 yang tidak hanya menghadirkan seminar bersama para ahli, tetapi juga berbagai kegiatan edukatif yang melibatkan anak dan orangtua.
Berbagai lomba seperti mewarnai, bayi merangkak, bayi berjalan, hingga baby dance dinilai mampu menjadi sarana edukasi sekaligus mempererat hubungan emosional antara orangtua dan anak.
“Kegiatan seperti ini bukan sekadar perlombaan, tetapi menjadi ruang bagi orang tua untuk belajar, berbagi pengalaman, dan membangun kedekatan bersama buah hati,” ujarnya.
Nova menilai kegiatan semacam itu juga menjadi wadah bagi para orangtua untuk memperoleh informasi yang benar mengenai tahapan tumbuh kembang anak, sehingga dapat mengenali lebih awal apabila terdapat hambatan perkembangan.
Deteksi Dini Tingkatkan Peluang Keberhasilan Penanganan
Ia mengingatkan bahwa menjadi orangtua merupakan proses belajar yang berlangsung sepanjang waktu. Karena itu, orangtua tidak perlu ragu mencari informasi maupun berkonsultasi kepada tenaga kesehatan apabila menemukan hal yang tidak biasa pada perkembangan anak.
“Menjadi orang tua memang bukan pekerjaan yang mudah. Tidak ada sekolah khusus menjadi ayah dan ibu. Namun, setiap hari kita belajar bersama anak-anak kita. Karena itu jangan ragu berkonsultasi kepada tenaga kesehatan maupun para ahli apabila ada hal-hal yang perlu diperhatikan dalam tumbuh kembang anak. Semakin cepat dikenali, semakin baik pula penanganannya,” kata Nova.
Menurutnya, deteksi dini menjadi langkah penting agar anak yang mengalami gangguan tumbuh kembang dapat memperoleh penanganan lebih cepat sehingga peluang keberhasilannya juga semakin besar.
Nova berharap para orangtua tidak hanya berfokus pada pertumbuhan fisik anak, tetapi juga memperhatikan perkembangan kecerdasan, karakter, kreativitas, kemampuan bersosialisasi, serta rasa percaya diri mereka.
“Mari kita jadikan anak-anak kita bukan hanya tumbuh tinggi badannya, tetapi juga tumbuh kecerdasannya, akhlaknya, kreativitasnya, dan rasa percaya dirinya,” ujarnya.
Ia berharap Golden Growth Summit 2026 mampu meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya investasi pada tumbuh kembang anak sejak usia dini. Menurut Nova, kolaborasi antara keluarga, tenaga kesehatan, dunia pendidikan, dan pemerintah menjadi kunci dalam menciptakan generasi emas yang sehat, cerdas, serta siap menghadapi tantangan masa depan.
Di akhir sambutannya, Nova secara resmi membuka kegiatan tersebut dan berharap seluruh rangkaian acara dapat memberikan manfaat nyata bagi para peserta.
“Semoga kegiatan ini memberikan manfaat yang besar bagi seluruh peserta dan menjadi langkah nyata dalam menciptakan generasi emas kebanggaan Kota Samarinda yang sehat, cerdas, dan berkualitas,” pungkasnya.
(*)

