Daerah

800 Anak PAUD di Anggana Ikuti Manasik Haji Cilik, Belajar Rukun Islam Sejak Dini

POLITIKAL.ID – Sebanyak 800 anak dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-Kanak (TK), dan Raudhatul Athfal (RA) se-Kecamatan Anggana mengikuti kegiatan pembelajaran gabungan bertema Manasik Haji Cilik, yang digelar sebagai bagian dari agenda rutin tahunan.

Manasik Haji Cilik Anggana Diikuti 800 Anak PAUD, TK, dan RA

Kegiatan ini diikuti oleh 21 lembaga pendidikan yang tergabung dalam Pusat Kegiatan Gugus (PKG), dengan panitia tahun ini berasal dari Kelompok Bermain (KB) yang dinaungi Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi).

Ketua panitia, Yuliani, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun dengan tema yang berbeda-beda.

“Ini kegiatan rutin setiap tahun, tapi temanya selalu berganti. Tahun ini kita angkat tema manasik haji cilik,” ujarnya.

Edukasi Rukun Islam Sejak Dini Lewat Manasik Haji Cilik

Menurutnya, kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan nilai-nilai dasar dalam ajaran Islam kepada anak sejak usia dini, khususnya rukun Islam yang kelima, yakni ibadah haji.

“Walaupun anak-anak belum sepenuhnya memahami, paling tidak kita berikan fondasi sejak dini agar mereka tahu bahwa dalam Islam ada kewajiban haji bagi yang mampu,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, anak-anak mengikuti simulasi manasik haji secara sederhana, mulai dari tahapan-tahapan ibadah hingga praktik simbolik yang disesuaikan dengan usia mereka.

Perkuat Silaturahmi Antar Lembaga PAUD se-Anggana

Yuliani menambahkan, selain sebagai sarana pembelajaran, kegiatan ini juga menjadi momentum kebersamaan antar lembaga PAUD di Kecamatan Anggana.

“Selain belajar, ini juga jadi ajang berkumpul dan mempererat silaturahmi antar PAUD, TK, dan RA se-Anggana,” katanya.

Ia menyebutkan, pada pelaksanaan kali ini, kegiatan difokuskan sepenuhnya pada praktik manasik haji tanpa agenda tambahan lainnya.

Kegiatan Variatif Tingkatkan Pengalaman Belajar Anak

Sementara itu, pada tahun sebelumnya, kegiatan serupa mengangkat tema berbeda, seperti simulasi penanganan kebakaran, yang juga dikemas dalam bentuk pembelajaran interaktif bagi anak-anak.

Dengan konsep yang variatif setiap tahun, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus membangun pemahaman dasar bagi anak-anak sejak dini.

(Redaksi)
Show More

Related Articles

Back to top button