Nasional

Pemerintah Siapkan Jalur Kereta Api Kalimantan 2.772 Kilometer hingga 2045

POLITIKAL.ID – Pemerintah merencanakan pembangunan jaringan kereta api di Pulau Kalimantan sepanjang 2.772 kilometer sebagai bagian dari pengembangan perkeretaapian nasional hingga tahun 2045.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengatakan proyek tersebut menjadi langkah penting untuk memperkuat konektivitas dan pemerataan pembangunan di Kalimantan.

Menurut AHY, pembangunan transportasi di Kalimantan tidak cukup hanya mengandalkan jalan darat dan jalan tol. Karena itu, pemerintah kembali mendorong proyek kereta api Trans Kalimantan masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).

“Rencana pembangunan jalur kereta api di Kalimantan masih kami hitung dan rencanakan secara matang,” ujar AHY dalam acara Ikatan Alumni SMA Taruna Nusantara (Ikastara) di Jakarta, Sabtu (23/5/2026).

Jalur Kereta Api Trans Kalimantan Hubungkan Singkawang hingga Tanjungselor

Pemerintah merancang jalur kereta api tersebut membentang dari Singkawang, Kalimantan Barat, hingga Tanjungselor, Kalimantan Utara.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan pembentukan komite khusus lintas kementerian dan lembaga untuk menyempurnakan Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (Ripnas).

AHY menilai proyek Trans Kalimantan akan memperkuat konektivitas antardaerah sekaligus mendukung pengembangan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Karena itu, pemerintah kembali memprioritaskan Kalimantan sebagai kawasan strategis nasional.

Kalimantan Barat Diproyeksikan Jadi Jalur Strategis Kereta Api Nasional

Dalam sejumlah kajian, Kalimantan Barat masuk sebagai salah satu wilayah strategis pengembangan jaringan kereta api nasional.

Beberapa rute yang masuk pembahasan meliputi Pontianak–Mempawah–Singkawang hingga kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia.

Selain itu, pemerintah juga mengkaji konektivitas menuju Bandara Supadio dan pelabuhan logistik di Kalimantan Barat.

Selama ini distribusi barang di Kalimantan masih bergantung pada jalan raya dan jalur sungai. Akibatnya, biaya logistik di sejumlah wilayah masih cukup tinggi.

Kereta Api Kalimantan Dinilai Bisa Tekan Biaya Logistik

Pemerintah menilai kehadiran kereta api akan mempercepat distribusi barang dan membuka akses ekonomi baru di Kalimantan.

Jaringan kereta api nantinya tidak hanya melayani penumpang, tetapi juga mendukung distribusi hasil perkebunan, pertambangan, industri pengolahan, hingga logistik menuju pelabuhan ekspor.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya juga menegaskan pembangunan kereta api di Kalimantan bertujuan meningkatkan efisiensi logistik nasional.

“Dengan kereta api, biaya logistik akan turun, biaya ekonomi akan turun. Kita akan lebih kompetitif, dan kesejahteraan akan meningkat,” ujar Prabowo.

AHY Tekankan Pentingnya Pemerataan Pembangunan

AHY mengatakan pembangunan infrastruktur harus mampu mendorong pemerataan ekonomi di seluruh wilayah Indonesia.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi tidak akan optimal jika pembangunan hanya terpusat di wilayah tertentu.

“Tanpa pemerataan, tidak ada gunanya pembangunan. Oleh karena itu, kita harus memastikan pertumbuhan dan pembangunan ekonomi terdistribusi ke seluruh wilayah Indonesia,” katanya.

Selain itu, AHY juga menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur yang aman, efisien, dan tahan terhadap bencana.

Pemerintah memperkirakan kebutuhan investasi pengembangan jaringan perkeretaapian nasional hingga 2045 mencapai sekitar Rp1.200 triliun.

(Redaksi)
Show More

Related Articles

Back to top button