Daya Tarik Investasi Samarinda Pikat Perusahaan Nasional
POLITIKAL.ID – Minat perusahaan dan merek berskala nasional untuk memperluas jaringan bisnis di Kota Samarinda meningkat secara signifikan. Fenomena ekspansi ini membawa dampak positif berupa perluasan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat setempat sekaligus memicu kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Wakil Ketua DPRD Samarinda, Celni Pita Sari, menyampaikan pandangannya mengenai tren positif perekonomian ini. Celni Pita Sari menilai keputusan para pelaku usaha menanamkan modal membuktikan bahwa ibu kota Kalimantan Timur memiliki iklim usaha yang sehat. Oleh karena itu, kota ini semakin memikat mata para investor besar.
Perusahaan Kuliner Nasional Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Kehadiran investor baru mengonfirmasi penguatan daya tarik investasi Samarinda di tingkat nasional. Salah satu buktinya adalah pembukaan gerai pertama Haraku Ramen di Kalimantan Timur yang mengambil lokasi di kota ini.
“Saya merasa senang sekaligus bangga karena perusahaan besar berskala nasional seperti Haraku Ramen memilih Samarinda untuk membuka cabang pertama mereka di Kaltim. Langkah ini membuktikan bahwa Samarinda kini menjadi kota yang sangat diperhitungkan sebagai tujuan investasi,” ujar Celni Pita Sari saat berada di Bigmall Samarinda, Jumat, 26 Juni 2026.
Celni Pita Sari menambahkan bahwa masuknya modal dari luar daerah selalu membawa efek berantai yang menguntungkan ekonomi warga. Kehadiran berbagai merek nasional tidak hanya menggairahkan aktivitas perdagangan, tetapi juga langsung memotong angka pengangguran melalui pembukaan lowongan kerja baru.
Prioritas Penyerapan Tenaga Kerja Lokal
Pemerintah daerah menyambut baik kehadiran investor yang berkomitmen memberdayakan potensi daerah. Sektor ketenagakerjaan menjadi perhatian utama agar pertumbuhan ekonomi ini berdampak langsung pada kesejahteraan rumah tangga di Samarinda.
“Saat meninjau lokasi, saya melihat seluruh pekerja di gerai tersebut merupakan warga setempat. Saya menaruh harapan besar agar ke depannya industri lain juga mampu menyerap lebih banyak lagi tenaga kerja lokal,” kata Celni Pita Sari menegaskan.
Selain fokus pada ketersediaan lapangan kerja, Celni Pita Sari juga melihat peluang besar pada sektor pajak dan retribusi daerah. Investasi dari korporasi besar otomatis akan memperkuat struktur pembiayaan pembangunan kota melalui setoran PAD yang lebih tinggi.
“Ketika industri kuliner besar seperti Ismaya Group masuk ke sini, mereka membawa strategi harga yang ramah di kantong mahasiswa maupun masyarakat luas. Harga terjangkau ini akan menarik minat kunjungan warga dalam jumlah besar, sehingga roda ekonomi bergerak cepat dan menyumbang PAD yang signifikan,” tutur Celni Pita Sari.
(Redaksi)