POLITIKAL.ID – Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri mengapresiasi penyelenggaraan Kejuaraan Menembak Kapolda Cup 2026 yang digelar di Lapangan Tembak Mako Brimob Polda Kalimantan Timur, Samarinda Seberang, Sabtu (27/6/2026).
Menurutnya, kegiatan tersebut bukan hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga memperkuat sinergi antara Polri, pemerintah daerah, insan pers, dan masyarakat.
Saefuddin mengatakan olahraga mampu menjadi media membangun komunikasi dan kebersamaan lintas sektor dalam menjaga keamanan serta mendukung pembangunan daerah.
“Kejuaraan seperti ini bukan sekadar mencari siapa yang terbaik dalam menembak, tetapi menjadi momentum memperkuat silaturahmi, komunikasi, dan kolaborasi antara Polri, pemerintah daerah, serta masyarakat,” ujar Saefuddin.
Ia menilai keterlibatan berbagai kalangan, mulai dari Forkopimda, mahasiswa, pengusaha, komunitas menembak hingga jurnalis menunjukkan komitmen Polda Kaltim membangun hubungan yang semakin dekat dengan masyarakat.
Stabilitas Keamanan Tanggung Jawab Bersama
Menurutnya, stabilitas keamanan di Samarinda maupun Kalimantan Timur tidak dapat diwujudkan hanya oleh aparat keamanan, tetapi membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat.
“Keamanan merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah Kota Samarinda tentu mendukung kegiatan-kegiatan yang mampu mempererat kebersamaan dan memperkuat sinergi antarlembaga maupun masyarakat,” katanya.
Saefuddin berharap kolaborasi antara Pemerintah Kota Samarinda dan Polda Kaltim terus terjalin dalam berbagai program yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Kami mengucapkan selamat Hari Bhayangkara ke-80. Semoga Polri semakin profesional, semakin dicintai masyarakat, dan terus menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam menjaga keamanan serta mendukung pembangunan di Kota Samarinda maupun Kalimantan Timur,” tutup Saefuddin Zuhri.
Kejuaraan Perkuat Silaturahmi dengan Berbagai Elemen
Sementara itu, Kapolda Kalimantan Timur Irjen Pol Endar Prihantoro mengatakan Kejuaraan Menembak Kapolda Cup 2026 merupakan salah satu rangkaian Hari Bhayangkara ke-80 yang bertujuan mempererat silaturahmi dengan komunitas olahraga menembak sekaligus seluruh elemen masyarakat.
Menurut Endar, peserta yang mengikuti kejuaraan berasal dari berbagai kalangan, seperti Forkopimda, mahasiswa, pengusaha, wartawan, hingga organisasi masyarakat.
“Hari ini kita mengadakan Kejuaraan Menembak Kapolda Cup 2026. Tujuan pertama adalah menjalin silaturahmi dengan komunitas pecinta olahraga menembak. Kedua, mempererat hubungan dengan seluruh elemen masyarakat karena di sini juga hadir mahasiswa, wartawan, pengusaha, Forkopimda, dan berbagai komunitas lainnya,” ujar Endar.
Kapolda menambahkan, peringatan Hari Bhayangkara tahun ini lebih banyak diisi kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Polda Kaltim telah melaksanakan program bedah 81 rumah tidak layak huni yang progresnya telah mencapai 99 persen, membangun 47 sumur bor untuk masyarakat, menanam 5.000 bibit mangrove bersama TNI, pemerintah daerah dan relawan, serta menggelar bakti kesehatan, bakti religi, bantuan ke panti asuhan dan panti jompo, hingga berbagai kegiatan sosial lainnya.
“Kita ingin memberikan manfaat yang lebih besar kepada masyarakat. Kegiatan sosial ini bukan hanya dilakukan saat Hari Bhayangkara, tetapi akan terus berlanjut sebagai bentuk pengabdian Polri kepada masyarakat,” katanya.
Menurut Endar, pendekatan humanis menjadi bagian dari transformasi Polri agar semakin dekat dan dipercaya masyarakat.
“Kami ingin menunjukkan bahwa Polri terus berubah dan semakin dekat dengan masyarakat. Polisi untuk masyarakat bukan hanya slogan, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Melalui kegiatan olahraga dan bakti sosial ini kami berharap silaturahmi, komunikasi, dan sinergi dengan seluruh elemen masyarakat semakin kuat sehingga bersama-sama kita dapat menjaga keamanan dan kondusivitas di Kalimantan Timur,” ujar Irjen Pol Endar Prihantoro.
(*)


