5 Negara Respons Seruan Donald Trump Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz, Sekutu AS Pilih Tahan Sikap

POLITIKAL.ID – Sejumlah negara besar memberikan respons berbeda terhadap seruan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang meminta sekutu Washington mengirim kapal perang ke kawasan Selat Hormuz untuk mengawal kapal tanker minyak.
Seruan tersebut muncul setelah Iran secara efektif memblokade jalur pelayaran strategis yang selama ini menjadi rute utama pengiriman minyak dunia.
Namun hingga kini belum ada satu pun negara yang secara terbuka menyatakan kesediaan untuk mengikuti permintaan Washington mengirimkan kapal perang ke kawasan tersebut.
Sebaliknya, sejumlah negara memilih berhati-hati dan mempertimbangkan langkah diplomasi sebelum mengambil keputusan militer.
Inggris Masih Membahas Opsi Bersama Sekutu
Pemerintah Inggris menyatakan masih mendiskusikan berbagai opsi bersama negara sekutu dan mitra keamanan sebelum menentukan langkah lanjutan di kawasan Teluk.
Juru bicara Kementerian Pertahanan Inggris menegaskan bahwa pemerintah London belum mengambil keputusan terkait pengiriman kapal perang.
“Kami sedang membahas berbagai opsi dengan sekutu dan mitra untuk memastikan keamanan pelayaran di kawasan tersebut,” kata juru bicara tersebut seperti dikutip dari Al Jazeera.
Sikap itu menunjukkan Inggris belum secara langsung mengikuti permintaan Washington untuk melakukan pengawalan kapal tanker di Selat Hormuz.
Prancis Tegaskan Kapal Induk Tetap di Mediterania
Pemerintah Prancis mengambil sikap lebih tegas dengan tidak mengirim kapal perang ke Selat Hormuz.
Melalui pernyataan di platform X, Kementerian Luar Negeri Prancis menegaskan bahwa kapal induk mereka bersama gugus tempurnya tetap berada di kawasan Mediterania Timur.
Keputusan tersebut menandakan Paris tidak berencana mengalihkan kekuatan militernya ke wilayah Teluk untuk merespons seruan Washington.
China Serukan Penghentian Konflik
Pemerintah China memilih menekankan pentingnya stabilitas kawasan dan keamanan pasokan energi global.
Melalui pernyataan Kedutaan Besar China, Beijing menyerukan agar konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran segera dihentikan.
Pemerintah China menilai semua pihak memiliki tanggung jawab untuk menjaga stabilitas jalur energi dunia.
“Semua pihak memiliki tanggung jawab untuk memastikan pasokan energi yang stabil dan tanpa hambatan,” demikian pernyataan perwakilan diplomatik China.
Namun Beijing tidak menyampaikan komitmen militer apa pun terkait pengiriman kapal perang ke Selat Hormuz.
Jepang Tolak Permintaan Donald Trump Kirim Kapal Perang
Pemerintah Jepang secara terbuka menolak permintaan Washington untuk mengirim kapal perang ke kawasan tersebut.
Otoritas Tokyo menegaskan bahwa keputusan keamanan nasional harus didasarkan pada penilaian independen pemerintah Jepang.
“Jepang memutuskan responsnya sendiri, dan penilaian independen adalah hal yang mendasar,” lapor media lokal Jepang.
Sikap tersebut memperlihatkan Tokyo tidak ingin langsung mengikuti tekanan politik dari Washington dalam situasi konflik yang sensitif.
Korea Selatan Masih Mengkaji Permintaan Donald Trump
Pemerintah Korea Selatan mengambil pendekatan lebih hati-hati dalam merespons permintaan Amerika Serikat.
Kantor Kepresidenan di Seoul menyatakan pihaknya masih mempelajari situasi keamanan di kawasan Teluk serta dampaknya terhadap kepentingan nasional Korea Selatan.
Pejabat pemerintah Seoul menegaskan bahwa komunikasi dengan Washington terus berlangsung secara intensif.
Pemerintah Korea Selatan juga menyatakan akan meninjau permintaan tersebut secara cermat sebelum menentukan langkah lebih lanjut terkait keterlibatan militer di kawasan Selat Hormuz.
(Redaksi)

