DaerahSamarinda

Resmi Jadi Sekda, Neneng Hadapi Tantangan Berat Efisiensi dan Fiskal Daerah

POLITIKAL.ID – Pelantikan Neneng Chamelia Shanti sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Samarinda resmi dilakukan oleh Wali Kota Samarinda Andi Harun di rumah jabatan, di tengah tekanan efisiensi anggaran dan kondisi fiskal daerah yang menantang pada Kamis (2/4/2026). Momen tersebut sekaligus menandai dimulainya tugas berat dalam mengawal jalannya pemerintahan di situasi yang tidak mudah.

Neneng Akui Tantangan Berat di Tengah Tekanan Fiskal

Dalam pernyataannya, Neneng Chamelia Shanti menegaskan bahwa jabatan yang diembannya saat ini hadir bersamaan dengan tantangan besar, terutama terkait keterbatasan anggaran yang berdampak pada berbagai program pembangunan.

“Ini amanah yang berat, apalagi di kondisi seperti sekarang. Kita menghadapi efisiensi dan kondisi fiskal yang kurang menguntungkan. Tapi ini harus kita hadapi bersama,” ujarnya.

Tekankan Kolaborasi OPD Jaga Stabilitas Pemerintahan

Meski dihadapkan pada tekanan tersebut, Neneng Chamelia Shanti menunjukkan optimisme untuk tetap menjaga stabilitas kinerja pemerintahan melalui penguatan koordinasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Saya mohon dukungan semua pihak. Kita harus bersama-sama keluar dari kondisi ini, memastikan kegiatan tetap berjalan meskipun dengan keterbatasan,” tegasnya.

Proses Seleksi Sekda Gunakan Sistem Merit

Ia juga menyampaikan bahwa proses pengisian jabatan Sekda telah melalui tahapan seleksi berbasis sistem merit, mulai dari pemetaan hingga wawancara bersama tim penguji dan kepala daerah.

“Prosesnya melalui sistem, ada pemetaan, kemudian wawancara dengan tim penguji, sampai akhirnya wawancara dengan Pak Wali,” jelasnya.

Pengalaman di Inspektorat Jadi Modal Utama

Pengalaman sebelumnya sebagai Inspektur dinilai menjadi bekal penting dalam menghadapi tantangan ke depan. Dari posisi tersebut, Neneng Chamelia Shanti mengaku telah memahami berbagai persoalan mendasar yang terjadi di lingkungan pemerintahan.

“Justru menguntungkan pernah di Inspektorat, karena kita bisa melihat permasalahan secara menyeluruh di seluruh OPD. Jadi sudah bisa memotret di mana letak persoalan dan apa yang harus dibenahi,” katanya.

Pengalaman Koordinasi dengan BPK, Kejaksaan, dan KPK

Selain itu, pengalaman berkoordinasi dengan lembaga pengawasan seperti Badan Pemeriksa Keuangan, Kejaksaan Republik Indonesia, hingga Komisi Pemberantasan Korupsi juga menjadi modal dalam memperkuat tata kelola pemerintahan.

“Kami sering berkoordinasi dengan BPK, Kejaksaan, dan KPK. Itu menjadi bekal untuk menjalankan tugas sebagai Sekda ke depan,” tambahnya.

Komitmen Jaga Pelayanan Publik di Tengah Keterbatasan

Dengan semangat tersebut, Neneng Chamelia Shanti menegaskan komitmennya untuk tetap menjaga jalannya pelayanan publik dan program pembangunan, meskipun di tengah keterbatasan anggaran.

“Kondisi ini bukan untuk kita hindari, tapi untuk kita hadapi bersama. Insyaallah dengan kebersamaan, kita bisa melewati tantangan ini,” pungkasnya.

(Redaksi)

Show More

Related Articles

Back to top button