Mendikdasmen Abdul Mu’ti Ungkap Strategi 3M untuk Mutu Pendidikan Indonesia
POLITIKAL.ID – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menjelaskan kunci utama dalam meningkatkan standar kualitas pendidikan nasional. Abdul Mu’ti menekankan bahwa keberhasilan kebijakan pendidikan sangat bergantung pada faktor 3M untuk memastikan peningkatan mutu pendidikan Indonesia berjalan secara berkelanjutan.
Pernyataan tersebut muncul dalam pidato peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Abdul Mu’ti menyebut bahwa tanpa fondasi yang kuat pada aspek internal pelaksana pendidikan, maka setiap kebijakan hanya akan menjadi rutinitas administratif tanpa dampak nyata bagi siswa.
Pentingnya Faktor 3M dalam Kebijakan Pendidikan
Abdul Mu’ti merinci bahwa 3M terdiri dari Mindset (pola pikir) yang maju, Mental yang kuat, dan Misi yang lurus. Ia menegaskan bahwa ketiga unsur ini merupakan mesin penggerak bagi semua regulasi yang ada di kementerian.
“Berbagai kebijakan peningkatan mutu pendidikan Indonesia tidak akan terlaksana tanpa 3M: Mindset (pola pikir) yang maju, Mental yang kuat, dan Misi yang lurus,” ujar Abdul Mu’ti melalui keterangan resmi pada Sabtu (2/4/2026).
Ia menambahkan bahwa tanpa kehadiran tiga faktor tersebut, program-program pendidikan hanya berhenti sebagai formalitas belaka. Abdul Mu’ti tidak ingin pencapaian pendidikan hanya terlihat melalui angka-angka kuantitatif pada laporan dokumen, melainkan harus menyentuh substansi perubahan karakter bangsa.
Fokus Pendidikan Sesuai Undang-Undang dan Asta Cita
Dalam penjelasannya, Abdul Mu’ti mengaitkan peningkatan mutu pendidikan Indonesia dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945 dan UU Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003. Ia memaknai pendidikan sebagai proses menyeluruh untuk mencerdaskan kehidupan sekaligus membangun peradaban bangsa yang kuat.
Pendidikan harus mampu menumbuhkembangkan potensi manusia agar menjadi insan yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia. Selain itu, proses belajar mengajar harus mencetak individu yang cerdas, terampil, mandiri, jujur, serta bertanggung jawab terhadap masa depan negara.
Visi ini sejalan dengan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Abdul Mu’ti menyatakan bahwa pendidikan merupakan usaha bersama untuk membangun sumber daya manusia yang unggul. Target akhirnya adalah membawa Indonesia menjadi negara yang maju, makmur, dan bermartabat di mata dunia.
“Sesuai dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, pendidikan adalah usaha bersama untuk membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul, kuat, dan tangguh untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang maju, makmur, dan bermartabat,” ucap Abdul Mu’ti.
Fondasi Ekosistem Pendidikan Melalui Kolaborasi
Selama delapan belas bulan terakhir, Kemendikdasmen telah meletakkan fondasi pendidikan bermutu untuk seluruh lapisan masyarakat. Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa kementerian membangun ekosistem yang mengintegrasikan empat pusat pendidikan utama. Pusat-pusat tersebut meliputi lingkungan sekolah, keluarga, masyarakat, dan peran media massa.
Upaya ini memerlukan kerja sama yang erat dengan berbagai pihak di tingkat lokal maupun internasional. Abdul Mu’ti menyampaikan apresiasi kepada lembaga-lembaga mitra yang mendukung penguatan mutu pendidikan Indonesia melalui berbagai regulasi dan kolaborasi program.
Pemerintah terus berupaya memastikan semua regulasi yang telah berjalan dapat menciptakan dampak jangka panjang. Integrasi antara sekolah dan keluarga menjadi salah satu kunci agar proses pendidikan tidak hanya bertumpu pada guru di kelas, tetapi juga mendapatkan dukungan moral dari orang tua dan lingkungan sekitar.
Dengan penerapan prinsip 3M dan kolaborasi lintas sektor, Abdul Mu’ti optimis bahwa kualitas lulusan sekolah di Indonesia akan meningkat secara signifikan. Fokus pada pembangunan watak dan keterampilan teknis menjadi prioritas utama kementerian dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.
(Redaksi)
