
POLITIKAL.ID – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kalimantan Timur, Muhammad Samsun, menilai masyarakat akan mencermati sikap setiap fraksi dalam rapat paripurna usulan hak angket terhadap Gubernur Kaltim.
Rapat paripurna yang digelar pada Rabu (10/6/2026) gagal melanjutkan agenda karena jumlah anggota dewan yang hadir tidak memenuhi kuorum.
Samsun mengatakan setiap fraksi memiliki hak politik untuk menentukan sikap. Karena itu, ia menghormati keputusan fraksi yang memilih hadir maupun tidak hadir dalam rapat tersebut.
“Itu hak politik masing-masing fraksi. Kami menghormati keputusan mereka,” ujarnya saat ditemui di ruang Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kaltim.
PDI Perjuangan Hadir Lengkap
Samsun menegaskan seluruh anggota Fraksi PDI Perjuangan menghadiri rapat paripurna. Kehadiran itu menunjukkan komitmen partainya terhadap usulan hak angket.
Menurut dia, fraksinya ingin menyampaikan sikap secara terbuka melalui forum resmi DPRD Kaltim.
“Kami hadir lengkap karena kami ingin menunjukkan sikap politik secara jelas,” katanya.
Samsun Sayangkan Paripurna Tidak Berjalan
Meski menghormati sikap fraksi lain, Samsun mengaku kecewa karena rapat tidak dapat berlangsung sesuai agenda.
Ia menilai forum paripurna seharusnya menjadi ruang bagi seluruh fraksi untuk menyampaikan pandangan politik mereka.
“Kami menyayangkan kondisi ini. Akibatnya, agenda yang sudah dijadwalkan tidak bisa berjalan,” ucapnya.
Samsun menambahkan masyarakat dapat menilai sendiri sikap yang ditunjukkan setiap fraksi dalam persoalan tersebut.
“Masyarakat pasti melihat dan menilai sikap masing-masing fraksi,” tegasnya.
Hak Angket Tetap Dikawal
PDI Perjuangan memastikan tetap mengawal proses hak angket. Samsun menegaskan partainya tidak akan mengubah sikap politik terkait usulan tersebut.
Ia menyebut hak angket merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPRD terhadap jalannya pemerintahan daerah.
“Kami tetap konsisten. PDI Perjuangan akan terus mengawal proses hak angket hingga seluruh tahapannya selesai,” pungkasnya.
