Nasional

Fadli Zon Mengingatkan Esensi Program Makan Bergizi Gratis Sebagai Layanan Publik

POLITIKAL.ID – Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan kembali tujuan awal dari pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis bagi masyarakat. Ia menyatakan bahwa program ini merupakan bentuk pelayanan publik, bukan wadah untuk mencari keuntungan komersial secara berlebihan. Pernyataan tersebut menanggapi dinamika pelaksanaan program yang belakangan menghadapi tantangan, termasuk isu penyalahgunaan anggaran.

Menurut Fadli Zon, gagasan mengenai program Makan Bergizi Gratis sebetulnya sudah lahir sejak tahun 2004 lewat pemikiran Presiden Prabowo Subianto. Konsep awal program ini merujuk pada gerakan pemenuhan gizi masyarakat yang terencana secara matang.

Sejarah dan Konsep Dasar Program Makan Bergizi Gratis

Fadli Zon menceritakan bahwa Presiden Prabowo Subianto sudah memikirkan program ini sejak dua dekade lalu saat memimpin Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI). Ide awal tersebut berfokus pada perbaikan gizi nasional melalui penyediaan konsumsi berkualitas untuk warga.

“Mengenai program Makan Bergizi Gratis, saya memandang prinsip dasar program ini sangat bagus. Pak Prabowo bahkan sudah menyampaikan ide ini pada tahun 2004 ketika memimpin HKTI,” kata Fadli Zon saat berbicara dengan wartawan di kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Rabu (17/6/2026).

Fadli Zon menambahkan bahwa konsep tersebut menyerupai gerakan “Revolusi Putih” atau penyediaan susu massal yang sukses berjalan di India. Menurutnya, program Makan Bergizi Gratis mengusung semangat penting yang serupa untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Pada masa-masa awal pencetusan, program ini menghadapi tantangan besar dalam hal menggerakkan partisipasi berbagai pihak. Fadli Zon mengakui bahwa meyakinkan publik dan pemangku kepentingan untuk terlibat dalam program layanan ini membutuhkan kerja keras.

“Sebenarnya program Makan Bergizi Gratis ini murni merupakan program layanan kepada publik. Pada awalnya, bahkan tidak ada pihak yang bersedia ikut bergabung, sehingga kami merasa sangat sulit untuk menggerakkan program ini,” ucap Wakil Ketua Umum Partai Gerindra tersebut.

Pergeseran Motivasi dan Tantangan Korupsi dalam Pelaksanaan

Kondisi tersebut berubah total ketika pemerintah mulai mematangkan dan menjelaskan skema pembiayaan program Makan Bergizi Gratis secara transparan. Kejelasan anggaran justru memicu antusiasme tinggi dari berbagai pihak yang ingin ikut serta dalam ekosistem pengadaan.

Namun, Fadli Zon menyayangkan adanya pergeseran motivasi dari sejumlah oknum yang terlibat. Banyak pihak yang mendaftar bukan lagi karena semangat melayani masyarakat, melainkan demi memburu keuntungan finansial semata.

“Begitu skema anggaran berjalan, orang-orang langsung berlomba-lomba untuk ikut. Pada titik itulah fokus pikiran mereka berubah, bukan lagi untuk memberikan pelayanan, melainkan bagaimana cara mencari keuntungan dan mencari uang,” ujar Fadli Zon.

Ia tidak menampik bahwa para penyedia jasa tetap bisa mendapatkan keuntungan dari proyek ini. Meski demikian, pemerintah sudah menetapkan batas keuntungan yang ketat demi menjaga kualitas makanan untuk masyarakat.

“Program ini memang memiliki margin keuntungan, tetapi aturan sudah membatasi keuntungan tersebut agar tidak boleh berlebihan,” tegasnya.

Introspeksi Badan Gizi Nasional dan Bantahan Isu Elektoral

Fadli Zon kemudian menyinggung kasus hukum yang menjerat mantan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN). Ia menilai bahwa sistem yang baru berjalan sering kali membuka celah bagi pelaku kejahatan jabatan akibat pengawasan yang belum sempurna.

“Tindakan yang salah dalam kasus ini adalah korupsinya. Masalah muncul jika anggaran program dikorupsi. Mengingat situasi ini merupakan hal yang baru, pepatah mengatakan bahwa kesempatan bisa menciptakan pencuri,” jelas Fadli Zon.

Ia mengapresiasi langkah cepat dari manajemen baru yang langsung membenahi sistem internal. Fadli Zon berharap evaluasi total ini dapat menutup ruang gerak para pemburu rente.

“Berdasarkan berbagai kejadian belakangan ini, semua pihak perlu melakukan introspeksi. Saya melihat pimpinan baru program Makan Bergizi Gratis sudah menjalankan evaluasi mendalam terhadap masalah yang sempat terjadi,” katanya.

Di akhir penjelasannya, Fadli Zon menolak keras tuduhan dari beberapa lembaga swadaya masyarakat, seperti Indonesia Corruption Watch (ICW), yang menilai program ini memiliki motif politik. Ia menegaskan program Makan Bergizi Gratis berjalan secara terbuka tanpa memandang latar belakang politik.

“Masyarakat tidak perlu mengaitkan hal ini dengan kepentingan elektoral. Siapa saja bisa terlibat dalam program ini, baik mereka yang berasal dari partai politik maupun kelompok nonpartai,” pungkas Fadli Zon.

(Redaksi)

Show More

Related Articles

Back to top button