Nasional

Gus Ipul Ungkap Peluang Nasaruddin Umar Menjadi Ketua Umum PBNU Berdasarkan Sejarah Organisasi

POLITIKAL.ID –  Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Saifullah Yusuf, menyebut Menteri Agama, Nasaruddin Umar, memiliki potensi kuat untuk memimpin PBNU ke depan. Pernyataan tersebut muncul setelah mengamati rekam jejak kepemimpinan organisasi dalam empat dekade terakhir.

Gus Ipul, sapaan akrab Saifullah Yusuf, menjelaskan hal tersebut usai menghadiri apel kesiapan di Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur, pada Selasa (16/6/2026). Ia menilai peluang Nasaruddin Umar sangat terbuka jika merujuk pada sejarah suksesi kepemimpinan di tubuh PBNU.

Rekam Jejak Sejarah Mantan Katib Aam PBNU

“Nasaruddin Umar merupakan salah satu figur yang memiliki potensi. Jika kita mengamati dinamika sejak era Gus Dur, setidaknya dalam kurun waktu 40 tahun belakangan, tiga Ketua Umum PBNU terdahulu merupakan mantan Katib Aam,” ujar Gus Ipul dalam keterangan tertulis.

Ia kemudian memperjelas rekam jejak tokoh-tokoh terdahulu seperti KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), KH Said Aqil Siroj, dan KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) yang semuanya pernah mengemban amanah sebagai Katib Aam sebelum menduduki kursi ketua umum.

“Sebelum menjabat sebagai Ketua Umum, Gus Dur terlebih dahulu menjadi Katib Aam. Langkah serupa juga dilewati Kiai Said serta Gus Yahya. Saat ini, Prof Nasaruddin Umar pun memiliki latar belakang posisi yang sama,” tambahnya.

Jalur Kepemimpinan Lain dan Statistik PBNU

Selain jalur posisi Katib Aam, Gus Ipul memaparkan posisi strategis lain yang secara historis berpeluang melahirkan Ketua Umum PBNU. Tokoh seperti KH Idham Chalid tercatat pernah menjabat sebagai Sekjen PBNU, sementara KH Hasyim Muzadi merupakan mantan Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur.

“Berdasarkan data statistik organisasi, kader yang pernah menduduki posisi Sekjen memiliki peluang. Mantan Ketua PWNU Jawa Timur serta eks Katib Aam juga mempunyai potensi yang sama besar untuk memimpin,” papar Gus Ipul.

Penegasan Gus Ipul dan Mekanisme Muktamar

Di sisi lain, Gus Ipul menegaskan posisi pribadinya dalam bursa kepemimpinan ini. Meskipun saat ini mengemban amanah sebagai Sekjen PBNU, ia memastikan tidak akan ikut serta dalam bursa pemilihan kursi nomor satu di PBNU tersebut.

“Posisi saya adalah Sekjen, dan saya menegaskan secara terbuka bahwa saya tidak akan memajukan diri maupun bersedia untuk diajukan oleh pihak lain. Saya menolak kedua opsi tersebut,” tegasnya.

Ia mengakui bahwa perbincangan mengenai peluang Nasaruddin Umar mulai bermunculan dalam komunikasi dengan sejumlah pengurus di tingkat daerah. Namun, ia mengingatkan bahwa penentuan akhir mengenai sosok pimpinan tertinggi PBNU sepenuhnya akan diputuskan melalui forum resmi organisasi.

“Ketika saya melakukan kunjungan ke beberapa daerah, nama Prof Nasar memang kerap diperbincangkan oleh pengurus wilayah. Meski begitu, keputusan final mengenai masa depan kepemimpinan tetap berada di tangan forum Muktamar,” tutup Gus Ipul.

(Redaksi)

Show More

Related Articles

Back to top button