Arah Politik

Jelang Muktamar NU 2026, Sejumlah Nama Masuk Bursa Calon Ketua Umum PBNU

POLITIKAL.ID – Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) yang akan digelar pada Agustus 2026 mulai memunculkan sejumlah nama yang disebut berpeluang memimpin Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf mengungkapkan beberapa tokoh yang kini masuk dalam bursa calon Ketua Umum PBNU.

Menurut pria yang akrab disapa Gus Ipul itu, nama-nama yang banyak diperbincangkan antara lain Menteri Agama Nasaruddin Umar, Zulfa Mustofa, Abdussalam Shohib, Yusuf Chudlori, hingga Ketua Umum PBNU saat ini, Yahya Cholil Staquf.

“Itulah yang disebut-sebut, termasuk tentu Gus Yahya yang masuk terakhir,” ujar Gus Ipul di Kompleks MPR/DPR RI, Rabu (15/7/2026).

Ia menegaskan seluruh warga Nahdlatul Ulama memiliki hak yang sama untuk mencalonkan diri sebagai pengurus, baik di jajaran Syuriah maupun Tanfidziyah. Menurutnya, NU memiliki banyak kader yang layak memimpin organisasi pada periode berikutnya.

“Siapa pun boleh maju. Siapa pun bisa ikut dalam pemilihan ketua umum yang akan datang. Saya kira Nahdlatul Ulama tidak kekurangan kader untuk menjadi ketua umum di masa yang akan datang,” katanya.

Presiden Dipastikan Tak Ikut Campur

Gus Ipul juga memastikan proses pemilihan Ketua Umum PBNU akan berlangsung sesuai mekanisme organisasi tanpa campur tangan pihak luar, termasuk pemerintah.

Ia mengatakan Presiden memberikan kepercayaan penuh kepada peserta muktamar atau muktamirin untuk menentukan kepemimpinan baru melalui musyawarah yang menjadi tradisi di lingkungan NU.

“Presiden tidak akan turut campur dalam kaitan dengan proses muktamar itu,” tegasnya.

Aturan Calon Ketua Umum Akan Dibahas di Muktamar

Terkait syarat calon Ketua Umum PBNU, termasuk kemungkinan harus melepaskan jabatan politik jika terpilih, Gus Ipul belum memberikan kepastian.

Ia menjelaskan aturan mengenai persyaratan calon sudah ada, namun muktamirin memiliki kewenangan untuk mempertahankan, mengubah, atau menyempurnakannya dalam forum muktamar.

Menurutnya, keputusan akhir mengenai ketentuan tersebut sepenuhnya berada di tangan peserta muktamar.

Muktamar NU dijadwalkan berlangsung di Pondok Pesantren Tambak Beras, Jombang, Jawa Timur, pada 27 hingga 31 Agustus 2026. Forum tersebut akan memilih kepengurusan PBNU untuk periode berikutnya sekaligus menentukan arah organisasi lima tahun ke depan.

(Redaksi)
Show More

Related Articles

Back to top button