Arrmanatha Nasir Resmi Jadi Menlu, Ini Rekam Jejak Diplomasi dan Pendidikannya
POLITIKAL.ID – Presiden Prabowo Subianto melantik Arrmanatha Nasir sebagai Menteri Luar Negeri Republik Indonesia di Istana Negara, Jakarta. Pelantikan tersebut menjadi bagian dari perombakan Kabinet Merah Putih pada Oktober 2026.
Arrmanatha Nasir menggantikan Sugiono yang kini menjalankan tugas sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK). Sebelum mendapat mandat sebagai Menteri Luar Negeri, Arrmanatha telah mendampingi pemerintahan Prabowo sebagai Wakil Menteri Luar Negeri sejak Oktober 2024.
Dalam prosesi pelantikan, Prabowo memandu sumpah jabatan yang kemudian diikuti Arrmanatha. Presiden mengingatkan pejabat yang baru dilantik untuk memegang teguh konstitusi, menjalankan peraturan perundang-undangan, serta melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab.
“Bahwa saya, akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945, serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi dharma bakti saya kepada bangsa dan negara,” kata Prabowo saat memandu sumpah jabatan.
Arrmanatha Nasir Memiliki Pengalaman Diplomasi Multilateral
Arrmanatha Nasir memiliki pengalaman panjang sebagai diplomat karier Kementerian Luar Negeri. Pria kelahiran Bangkok, Thailand, 30 Desember 1971, itu telah menjalankan berbagai penugasan diplomatik di sejumlah forum internasional.
Karier diplomasi Arrmanatha bermula ketika ia mendapat penugasan sebagai Sekretaris Kedua sekaligus negosiator Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) pada Perutusan Tetap Republik Indonesia (PTRI) di Jenewa pada 2001–2004.
Setelah itu, ia menjalankan sejumlah tugas strategis di lingkungan Kemlu. Pada 2005–2008, ia bertugas sebagai Wakil Direktur Bidang Pertanian dan Komoditas pada Direktorat Jenderal Multilateral Kemlu RI.
Arrmanatha kemudian bertugas sebagai Konselor pada PTRI untuk PBB di New York pada 2008–2012. Dalam posisi tersebut, ia menangani isu ekonomi dan pembangunan di Komite Kedua Majelis Umum PBB serta ECOSOC. Ia juga menjalankan peran sebagai negosiator Kelompok 77 dan China.
Pada 2010–2011, Arrmanatha dipercaya menjadi penasihat bidang ekonomi dan negara-negara kurang berkembang untuk Presiden Sidang ke-65 Majelis Umum PBB. Pengalaman tersebut memperkuat keterlibatannya dalam diplomasi multilateral.
Riwayat Pendidikan dan Karier Arrmanatha Nasir
Sebelum membangun karier panjang di dunia diplomasi, Arrmanatha Nasir menempuh pendidikan di Inggris dan Indonesia. Ia meraih gelar sarjana bidang Ilmu Ekonomi dari University of Buckingham pada 1991–1993.
Arrmanatha kemudian menyelesaikan Master of Business Administration di University of Leicester pada 1993–1994. Ia juga menempuh pendidikan Magister Hubungan Internasional di Universitas Indonesia pada 1997–1998.
Sebelum masuk Kemlu, Arrmanatha sempat bekerja di sektor perbankan. Ia menjalankan tugas sebagai Financial Institutions Officer di Bank Dagang Negara Indonesia pada 1996–1997.
Kariernya terus berkembang setelah bergabung dengan Kemlu. Pada 2014–2019, ia menjabat sebagai Juru Bicara Kemlu RI. Dalam posisi tersebut, ia menyampaikan keterangan resmi pemerintah mengenai berbagai isu hubungan luar negeri.
Setelah menjalankan tugas sebagai juru bicara, Arrmanatha mendapat penugasan sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Prancis, Andorra, dan Monako pada 2019–2021. Ia juga menjalankan tugas sebagai Delegasi Tetap RI untuk UNESCO.
Pada 2021–2024, Arrmanatha menjabat sebagai Wakil Tetap RI untuk PBB dan organisasi internasional lainnya di New York. Dalam periode itu, ia juga menjadi Wakil Presiden ECOSOC pada 2023.
Selain itu, Arrmanatha menjadi Wakil Tetap RI pertama untuk International Seabed Authority (ISA) di Jamaika pada 2023. Setahun kemudian, ia menjalankan tugas sebagai Wakil Ketua Komite PBB untuk Hak-Hak Rakyat Palestina.
Pengalaman Multilateral Menjadi Bekal Memimpin Kemlu
Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan Arrmanatha Nasir sebelum memasuki jajaran pimpinan Kemlu. Pada Oktober 2024, Presiden Prabowo menunjuknya sebagai Wakil Menteri Luar Negeri dengan tanggung jawab pada agenda diplomasi multilateral.
Dua tahun kemudian, Prabowo memberikan mandat baru kepada Arrmanatha untuk memimpin Kementerian Luar Negeri sebagai Menteri Luar Negeri RI.
Dengan pengalaman di berbagai forum internasional, Arrmanatha kini menjalankan tugas baru dalam pemerintahan. Posisi tersebut menempatkannya sebagai salah satu pejabat utama yang menangani hubungan diplomatik Indonesia dengan negara lain dan organisasi internasional.
Pelantikan pada Oktober 2026 sekaligus menandai perubahan peran Arrmanatha dari wakil menteri menjadi menteri. Ia kini memimpin Kemlu RI setelah sebelumnya menjalankan berbagai penugasan diplomatik selama lebih dari dua dekade.
(Redaksi)