Kades Sungai Mariam Apresiasi KKN Unmul-NU, Dorong Program Mahasiswa Terus Dilanjutkan
POLITIKAL.ID – Kepala Desa Sungai Mariam, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Indra Lesmana, mengapresiasi program pengabdian mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Mulawarman (Unmul) dan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) selama 40 hari di wilayahnya.
Menurut Indra Lesmana, kehadiran mahasiswa tidak sekadar menjalankan kewajiban akademik, tetapi ikut terlibat dalam sejumlah kegiatan yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
KKN berlangsung sejak 11 Juli hingga 22 Agustus 2026 melalui konsep KKN Kolaborasi yang diinisiasi Unmul. Di Desa Sungai Mariam terdapat lima kelompok KKN dari sejumlah perguruan tinggi. Salah satunya kelompok KKN Unmul-UNU yang mengusung nama Amerta Mahakam.
Indra menilai tiga program yang dijalankan kelompok tersebut, yakni edukasi keuangan, pencegahan stunting dan pengembangan sentra perikanan, memiliki manfaat yang dapat diteruskan setelah mahasiswa meninggalkan desa.
“Kami mengapresiasi kegiatan KKN yang telah dilaksanakan. Mahasiswa tidak hanya melakukan kegiatan formal, tetapi juga ikut berinteraksi dan mencari solusi terhadap persoalan yang ada di masyarakat,” ujar Indra.
Dorong Bank Sampah Berkelanjutan
Salah satu program yang mendapat perhatian Indra adalah pengembangan Bank Sampah.
Mahasiswa memberikan edukasi pemilahan sampah sekaligus membantu menyusun tata kelola Bank Sampah di Desa Sungai Mariam.
Program tersebut juga dilengkapi buku tabungan sampah yang menghubungkan aktivitas pengelolaan sampah dengan potensi ekonomi keluarga.
Menurut Indra, program tersebut penting karena memberikan dua manfaat sekaligus, yakni menjaga lingkungan dan membuka peluang tambahan pendapatan bagi masyarakat.
“Bank Sampah ini tentu menjadi sesuatu yang positif. Harapannya bisa terus dilanjutkan dan dikelola bersama masyarakat, sehingga sampah yang sebelumnya tidak memiliki nilai bisa memberikan manfaat secara ekonomi,” katanya.
Kesehatan dan Perikanan
Selain pengelolaan sampah, mahasiswa turut menjalankan program pencegahan stunting melalui Dapur Gizi Amerta Mahakam di Posyandu Apel, Dusun 2.
Kegiatan tersebut meliputi skrining kesehatan dan pembuatan makanan bergizi berbahan ikan lele bersama kader posyandu dan masyarakat.
Di sektor perikanan, mahasiswa memperkenalkan pemanfaatan maggot sebagai alternatif pakan yang dapat dihasilkan dari sampah organik.
Program tersebut menghadirkan akademisi Unmul, Prof. Dr. Esti Handayani Hardi, S.Pi., M.Si., sekaligus membuka ruang konsultasi bagi masyarakat dan pelaku perikanan.
Indra berharap transfer pengetahuan tersebut tidak berhenti ketika masa KKN berakhir.
“Jangan sampai setelah mahasiswa kembali, programnya ikut berhenti. Kami berharap ilmu dan pengalaman yang diberikan selama KKN bisa terus dimanfaatkan masyarakat,” tegasnya.
Lima Kelompok KKN
Selama periode pengabdian, Desa Sungai Mariam menjadi lokasi bagi lima kelompok KKN dari sejumlah perguruan tinggi. Selain Unmul-UNU, terdapat kelompok dari UINSI Reguler, UINSI Tematik, Stiksam Samarinda dan Widya Gama.
Ketua KKN Amerta Mahakam, Ekmal Muhammad Firyal, mengatakan kelompoknya berupaya mengintegrasikan program ekonomi, kesehatan dan lingkungan agar memiliki manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
“Program kerja kami ada tiga, yaitu Edu Keuangan, Stunting dan Sentra Perikanan. Ketiganya kami integrasikan agar saling mendukung dan memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Sungai Mariam,” ujar Ekmal.
Indra berharap hubungan antara pemerintah desa, masyarakat dan perguruan tinggi dapat terus berlanjut setelah mahasiswa kembali ke kampus.
“Kami berterima kasih atas pengabdian mahasiswa selama berada di Desa Sungai Mariam. Mudah-mudahan apa yang sudah dilakukan bisa memberikan manfaat jangka panjang dan silaturahmi ini tetap berlanjut,” pungkasnya.
(Redaksi)


