Sosok

PERPEKATI: Ekonomi Hijau dan Biru Harus Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Kaltim di Era IKN

POLITIKAL.ID – Ketua Umum Perhimpunan Pengusaha Kalimantan Timur (PERPEKATI), H. Kahar Liwang, menilai Kalimantan Timur memiliki peluang besar menjadi pusat pengembangan ekonomi hijau (green economy) dan ekonomi biru (blue economy) di Indonesia, terlebih dengan hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN) di wilayah tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Kahar Liwang usai menghadiri pencanangan Sensus Ekonomi 2026 di Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Samarinda, Kamis (25/6/2026).

Menurut Kahar, transformasi ekonomi berbasis keberlanjutan tidak lagi menjadi pilihan, melainkan kebutuhan yang harus segera diwujudkan. Kalimantan Timur dinilai memiliki modal besar berupa kekayaan sumber daya alam, kawasan hutan tropis yang luas, serta wilayah pesisir dan laut yang strategis untuk mengembangkan konsep pembangunan berkelanjutan.

“Ekonomi hijau dan ekonomi biru adalah arah pembangunan masa depan. Kalimantan Timur memiliki semua potensi untuk menjadi contoh bagaimana pertumbuhan ekonomi dapat berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan,” ujar Kahar.

Ekonomi Hijau Kalimantan Timur Dinilai Mampu Tarik Investasi Berkelanjutan

Ia menjelaskan, ekonomi hijau bukan sekadar program perlindungan lingkungan, tetapi merupakan strategi pembangunan yang mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi baru, membuka lapangan pekerjaan, menarik investasi, serta menjaga keberlanjutan sumber daya alam.

Menurutnya, penerapan ekonomi hijau dapat diwujudkan melalui pengembangan energi terbarukan, industri ramah lingkungan, pengelolaan limbah modern, rehabilitasi kawasan hutan, hingga pemanfaatan teknologi rendah emisi di berbagai sektor usaha.

“Ke depan dunia usaha harus mulai beradaptasi dengan tren ekonomi global yang semakin menekankan aspek keberlanjutan. Perusahaan yang mampu menerapkan prinsip-prinsip ramah lingkungan akan memiliki daya saing yang lebih kuat dan lebih mudah menarik investasi,” katanya.

Potensi Ekonomi Biru Kaltim Dinilai Mampu Dongkrak Pertumbuhan Daerah

Selain ekonomi hijau, Kahar juga menyoroti besarnya peluang pengembangan ekonomi biru di Kalimantan Timur. Dengan garis pantai yang panjang dan potensi sumber daya kelautan yang melimpah, sektor perikanan dan kelautan dinilai dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah di masa depan.

Ia menyebut pengembangan budidaya perikanan modern, industri pengolahan hasil laut, ekowisata bahari, hingga konservasi kawasan pesisir dapat memberikan nilai tambah ekonomi yang signifikan bagi masyarakat.

Namun demikian, pemanfaatan sumber daya laut harus dilakukan secara berkelanjutan agar tidak merusak ekosistem yang menjadi penopangnya.

“Kita harus memastikan bahwa pemanfaatan sumber daya laut dilakukan secara bijak. Jangan sampai orientasi ekonomi justru merusak lingkungan yang menjadi sumber kehidupan masyarakat pesisir,” ujarnya.

Kehadiran IKN Jadi Momentum Percepatan Ekonomi Hijau dan Ekonomi Biru

Kahar menilai kehadiran IKN menjadi momentum penting untuk mempercepat penerapan konsep ekonomi hijau dan ekonomi biru di Kalimantan Timur. Menurutnya, pembangunan IKN harus menjadi katalisator lahirnya investasi yang berwawasan lingkungan serta mendorong tumbuhnya industri berkelanjutan.

Selain itu, keberadaan IKN juga diharapkan mampu meningkatkan kapasitas sumber daya manusia lokal agar mampu bersaing dalam sistem ekonomi masa depan yang berbasis inovasi dan keberlanjutan.

“IKN harus menjadi contoh pembangunan modern yang mengedepankan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan. Ini peluang besar yang harus dimanfaatkan oleh pengusaha lokal,” katanya.

PERPEKATI Dorong Pengusaha Terapkan Prinsip ESG dalam Bisnis

Sebagai organisasi yang menaungi para pelaku usaha daerah, PERPEKATI mendorong seluruh pengusaha di Kalimantan Timur untuk mulai mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dalam aktivitas bisnis mereka.

Menurut Kahar, paradigma dunia usaha saat ini telah berubah. Perusahaan tidak lagi hanya dituntut menghasilkan keuntungan, tetapi juga harus mampu memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.

Penerapan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan atau Environmental, Social, and Governance (ESG) menjadi salah satu faktor yang semakin diperhatikan investor maupun pasar global.

Karena itu, pengusaha daerah harus mulai bertransformasi agar tidak tertinggal dalam persaingan ekonomi yang terus berkembang.

“Kalimantan Timur memiliki peluang besar untuk menjadi contoh keberhasilan pembangunan ekonomi hijau dan ekonomi biru di Indonesia. Pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan bukan dua hal yang bertentangan, tetapi bisa berjalan beriringan jika dikelola dengan baik,” ujarnya.

Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat dapat terus diperkuat guna mewujudkan pembangunan yang tidak hanya menghasilkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjaga warisan alam Kalimantan Timur bagi generasi mendatang.

“Kalau semua pihak bergerak bersama, Kalimantan Timur tidak hanya menjadi pusat pertumbuhan ekonomi nasional, tetapi juga simbol keberhasilan pembangunan yang harmonis antara kemajuan ekonomi dan kelestarian lingkungan,” pungkasnya.

(Redaksi)

Show More

Related Articles

Back to top button