POLITIKAL.ID – Kemarau yang masih melanda Samarinda mendorong warga memperkuat ikhtiar melalui doa.
Minggu (20/9/2026), masyarakat menggelar Sholat Istisqa dan bersholawat bersama di Jalan Poros Damanhuri 2, eks Gang Ogok, dengan dihadiri Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri.
Warga berkumpul dan memanjatkan doa agar hujan segera turun serta kondisi lingkungan dan kehidupan masyarakat kembali normal.
Saefuddin Zuhri hadir bersama Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP), Camat Sungai Pinang, serta lurah setempat.
Kehadiran jajaran pemerintah kota menunjukkan keterlibatan langsung pemerintah dalam kegiatan masyarakat, terutama saat warga menghadapi dampak kemarau.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat mengikuti rangkaian ibadah dengan tertib.
Mereka kemudian melanjutkan kegiatan dengan bersholawat bersama.
Suasana kebersamaan terlihat ketika warga dari berbagai kalangan berkumpul untuk berdoa dan memperkuat kepedulian terhadap kondisi yang sedang mereka hadapi.
Sholat Istisqa sendiri merupakan ibadah yang dilakukan umat Islam untuk memohon turunnya hujan.
Pelaksanaannya menjadi salah satu bentuk ikhtiar spiritual masyarakat ketika menghadapi musim kemarau dan kekeringan.
Doa Bersama di Tengah Kemarau
Kondisi kemarau mendorong masyarakat untuk meningkatkan kebersamaan dan kepedulian.
Selain menghadirkan kegiatan keagamaan, warga juga membangun semangat gotong royong dalam menghadapi berbagai dampak yang muncul akibat berkurangnya curah hujan.
Saefuddin Zuhri turut mengikuti kegiatan tersebut bersama masyarakat.
Kehadirannya di tengah warga menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun komunikasi dan kedekatan secara langsung dengan masyarakat.
Kegiatan Sholat Istisqa dan bersholawat bersama tidak hanya menjadi ruang bagi masyarakat untuk memanjatkan doa, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan.
Pemerintah dan warga bersama-sama menghadapi kondisi kemarau dengan berbagai bentuk ikhtiar.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat Samarinda berharap hujan segera turun sehingga kekeringan dapat berangsur teratasi.
Mereka juga berharap kondisi lingkungan dan aktivitas warga kembali berjalan dengan baik.
Di tengah kemarau yang masih berlangsung, doa dan kebersamaan menjadi bagian dari ikhtiar masyarakat untuk menghadapi kondisi tersebut.
Kehadiran pemerintah kota bersama warga juga memperlihatkan pentingnya kolaborasi dalam merespons situasi yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat. (*)
