Bahlil Minta Pasukan Udara Partai Golkar Dibentuk hingga Daerah untuk Hadapi Pemilu 2029

POLITIKAL.ID – Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia meminta jajaran partainya memperkuat jaringan komunikasi digital hingga tingkat daerah. Bahlil meminta Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Meutya Hafid segera membentuk apa yang ia sebut sebagai pasukan udara Partai Golkar di seluruh struktur organisasi.
Bahlil menyampaikan arahan tersebut di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Selasa (18/8/2026). Ia meminta pembentukan jaringan tersebut berjalan setelah pelaksanaan musyawarah daerah (musda) Partai Golkar selesai.
Menurut Bahlil, jaringan komunikasi digital memiliki peran penting dalam menjaga penyampaian pesan partai kepada masyarakat. Ia juga menilai jaringan tersebut dapat membantu kader menghadapi berbagai serangan atau kritik yang muncul melalui media sosial.
Bahlil Dorong Pasukan Udara Partai Golkar di Daerah
Bahlil meminta Meutya Hafid segera membentuk organisasi atau jaringan Media dan Penggalangan Opini (MPO) pada seluruh tingkatan kepengurusan. Ia menyebut struktur tersebut perlu hadir mulai dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota.
“Untuk Ibu Meutya, karena musda-musda sudah selesai, saya meminta untuk MPO harus segera dibentuk di semua struktur di bawah. Provinsi, kabupaten/kota,” kata Bahlil.
Ia kemudian menggunakan istilah pasukan udara Partai Golkar untuk menggambarkan jaringan kader yang bergerak di ruang digital. Bahlil menilai Golkar membutuhkan jaringan tersebut untuk merespons perkembangan informasi yang bergerak cepat di media sosial.
Bahlil juga mengingat pengalaman ketika menghadapi kritik dari warganet pada awal 2025. Pengalaman tersebut menjadi salah satu alasan bagi dirinya untuk meminta kader memperkuat komunikasi digital.
“Saya sudah pernah merasakan betul pernah menjadi bubur ayam di 2025 Januari. Iya, benar pun kalau tidak mampu kita tata dengan baik, akan susah pesan itu tersampaikan. Apalagi kalau ada kelirunya,” ujar Bahlil.
Jaringan MPO Golkar Perlu Diperkuat
Bahlil tidak hanya meminta pembentukan jaringan baru. Ia juga meminta Golkar melakukan revitalisasi terhadap struktur MPO yang sudah ada di berbagai daerah.
Ia meminta pengurus segera mengisi struktur yang belum terbentuk. Sementara itu, struktur yang sudah berjalan perlu diperkuat dengan kader yang aktif dan mampu menjalankan fungsi komunikasi secara konsisten.
“Jadi saya minta untuk struktur kita di bawah harus segera direhabilitasi, yang belum ada segera diadakan, yang sudah ada diperkuat, yang tidak aktif segera cari yang aktif,” ujar Bahlil.
Langkah tersebut menunjukkan perhatian Golkar terhadap strategi komunikasi menjelang Pemilu 2029. Partai membutuhkan jaringan informasi yang mampu menyampaikan program, kebijakan, dan sikap organisasi secara terkoordinasi.
Selain itu, kehadiran kader di ruang digital dapat membantu partai memberikan informasi kepada masyarakat ketika muncul isu yang berkaitan dengan Golkar. Karena itu, Bahlil mendorong struktur komunikasi tersebut tidak hanya aktif menjelang masa kampanye.
Golkar Mulai Persiapan Pemilu 2029
Bahlil juga menyiapkan agenda konsolidasi dengan melibatkan anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI serta seluruh kader di daerah. Ia akan menggelar pertemuan secara hybrid untuk menyampaikan arahan terkait persiapan menghadapi Pemilu 2029.
Menurut Bahlil, partai tidak boleh menunggu hingga beberapa bulan sebelum pemilu untuk memulai persiapan secara masif. Ia menilai Golkar perlu membangun persiapan sejak jauh hari agar konsolidasi organisasi berjalan lebih terarah.
“Persiapan pemilu tidak cukup apabila baru dilakukan secara masif 6 bulan jelang Pemilu,” kata Bahlil.
Ia menilai persiapan sejak sekarang dapat memberikan ruang bagi partai untuk memperkuat struktur secara bertahap. Setelah itu, Golkar dapat meningkatkan intensitas kerja ketika pelaksanaan pemilu semakin dekat.
“Tetapi akan jauh lebih bagus kalau sekarang kita lakukan yang 6 bulan lagi kita tambah, kasih kencang lagi,” ujar Bahlil.
Bahlil menargetkan Golkar dapat meningkatkan perolehan kursi pada Pemilu 2029. Ia menyebut partainya saat ini memiliki 102 kursi dan ingin mempertahankan sekaligus meningkatkan jumlah tersebut.
“Karena target kita adalah untuk bisa nambah kursi, yang sekarang 102 menjadi 100 lebih,” kata Bahlil.
Pembentukan pasukan udara Partai Golkar di daerah menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi dan konsolidasi organisasi. Golkar kini mulai menyiapkan struktur tersebut sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pemilu 2029.
(Redaksi)