
POLITIKAL.ID – Sejumlah perempuan tampil memukau dalam balutan kebaya, melangkah anggun dengan penuh percaya diri di hadapan dewan juri.
Suasana itu mewarnai lomba kebaya yang digelar Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Samarinda dalam rangka memperingati Hari Kartini, di Gedung Sekretariat PKK Samarinda, Jalan S. Parman, Samarinda Ulu, Sabtu (2/5/2026).
Kegiatan tersebut menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Kartini yang tidak hanya menampilkan sisi estetika, tetapi juga sarat makna pemberdayaan perempuan. Selain lomba kebaya, acara ini juga diisi dengan edukasi tata rias atau beauty class yang menggandeng komunitas MUA Community Samarinda. Peserta yang terlibat berasal dari berbagai organisasi wanita di Kota Samarinda.
Turut hadir dalam kegiatan ini Pelindung GOW Kota Samarinda Hj. Rinda Wahyuni Andi Harun, perwakilan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Samarinda, para ketua organisasi wanita, serta tamu undangan lainnya.
Makna Peringatan Hari Kartini
Ketua Umum GOW Kota Samarinda, El Nova Saefuddin Zuhri, menegaskan bahwa peringatan Hari Kartini tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial semata. Ia menilai, momentum ini harus dimanfaatkan untuk menghidupkan kembali semangat perjuangan perempuan dalam berbagai aspek kehidupan.
“Peringatan Hari Kartini ini bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi momentum untuk menghidupkan kembali semangat perjuangan R.A. Kartini dalam memperjuangkan emansipasi perempuan. Semangat itu harus kita wujudkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Lomba Kebaya sebagai Simbol Budaya
Menurutnya, lomba kebaya yang digelar bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi simbol pelestarian budaya sekaligus representasi keanggunan perempuan Indonesia. Kebaya, kata dia, bukan hanya pakaian tradisional, melainkan bagian dari identitas yang perlu terus dijaga dan dilestarikan.
Di sisi lain, kegiatan edukasi make up yang diselenggarakan memberikan nilai tambah bagi peserta. Melalui pelatihan tersebut, perempuan didorong untuk meningkatkan keterampilan merias diri yang dapat menunjang rasa percaya diri dalam kehidupan sehari-hari.
“Melalui lomba kebaya, kita menampilkan identitas budaya bangsa. Sedangkan beauty class memberikan edukasi agar perempuan semakin percaya diri, tanpa meninggalkan nilai kesederhanaan dan kepribadian,” jelasnya.
Lebih jauh, El Nova menilai kegiatan ini juga menjadi ruang penting untuk mempererat hubungan antar organisasi wanita di Samarinda. Ia berharap sinergi dan kolaborasi semacam ini dapat terus terjalin guna mendorong perempuan menjadi lebih aktif dan produktif.
“Kegiatan ini menjadi wadah mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat rasa percaya diri dan kreativitas perempuan. Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut dan memberikan dampak positif,” tambahnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat, mulai dari panitia hingga para peserta yang telah berpartisipasi aktif dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
“Semoga kegiatan ini membawa manfaat, inspirasi, dan semangat baru bagi perempuan Samarinda untuk terus berkarya dan berdaya,” pungkasnya.
Antusias Peserta Lomba Kebaya
Sementara itu, salah satu peserta lomba, Sulistiani, mengaku sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Ia menilai acara ini tidak hanya memberikan pengalaman baru, tetapi juga menjadi ajang untuk belajar dan memperluas jaringan pertemanan.
“Kegiatan ini sangat positif. Selain menambah ilmu, khususnya dalam merias diri, saya juga merasa lebih percaya diri dan bisa bertemu dengan banyak perempuan hebat dari berbagai organisasi,” tuturnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara berkelanjutan dengan cakupan yang lebih luas, sehingga semakin banyak perempuan yang mendapatkan manfaat dari kegiatan tersebut.
“Harapannya ke depan bisa lebih besar lagi dan menjangkau lebih banyak perempuan, agar semakin banyak yang terinspirasi untuk tampil percaya diri dan berkarya,” tutupnya.
Melalui peringatan Hari Kartini dengan mengusung semangat “Cantik, Cerdas, dan Berdaya”, GOW Samarinda berharap perempuan di Kota Tepian terus berkembang menjadi pribadi yang mandiri, percaya diri, serta mampu berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah.
(*)

