Prabowo Evaluasi Kinerja Kabinet Jelang Dua Tahun Pemerintahan, Tekankan Penyelesaian Masalah Bangsa
POLITIKAL.ID – Presiden Prabowo Subianto menegaskan evaluasi kinerja Kabinet Merah Putih dilakukan untuk memastikan berbagai persoalan nasional dapat diselesaikan secara bertahap. Hal itu disampaikan saat memimpin sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026), menjelang memasuki tahun kedua pemerintahannya.
Sidang kabinet tersebut dihadiri para menteri dan kepala lembaga. Prabowo mengatakan rapat digelar sebagai persiapan menjelang pidato kenegaraan pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus mengevaluasi capaian pemerintahan selama hampir dua tahun.
“Hari ini saya sengaja melaksanakan sidang kabinet paripurna pertengahan tahun 2026 menjelang 17 Agustus 2026, di mana sudah secara tradisi presiden RI menyampaikan sambutan beberapa hari sebelum 17 Agustus untuk menyampaikan kepada seluruh bangsa dan negara apa yang sudah dikerjakan selama 1 tahun kerja. Ini juga adalah kurang 3 bulan kita menjalankan mandat dari rakyat tahap tahun kedua tanpa terasa waktu berjalan sangat cepat,” kata Prabowo.
Menurutnya, padatnya aktivitas pemerintahan membuat banyak capaian yang diraih kabinet tidak selalu disadari.
“Saudara-saudara, tentunya kita laksanakan kabinet paripurna ini untuk kita evaluasi apa yang sudah kita kerjakan. Saya, kita, tidak hanya saudara-saudara, tapi saya sendiri, menjelang 2 tahun kita sudah sangat bekerja dengan sangat keras, dan sangat padat,” ujarnya.
Prabowo mengakui pemerintah masih menghadapi berbagai tantangan. Namun, evaluasi dilakukan bukan untuk mencari kesalahan ataupun membandingkan dengan pemerintahan sebelumnya.
“Kadang dengan kita bekerja keras, dengan kita bekerja sangat padat, kita sendiri tidak terlalu menyadari berapa banyak yang telah kita capai dalam 2 tahun pertama kita, karena kita menghadapi masalah besar, kita menghadapi dunia yang penuh pergolakan,” katanya.
“Dan kita menghadapi kenyataan pahit yang harus kita akui, merupakan tantangan kita bersama, kita tidak bermaksud untuk mencari kesalahan, kita tidak bermaksud untuk membanding-bandingkan, tiap masa ada pemerintahannya, tiap pemerintah ada masanya,” lanjutnya.
Pemerintah Klaim Selesaikan Lebih dari 108 Persoalan
Dalam arahannya, Prabowo menyebut pemerintah telah menyelesaikan lebih dari 108 persoalan selama sekitar 18 bulan masa pemerintahan.
“Mungkin hitungan kita terakhir lebih dari 108 masalah, 110 masalah yang kita selesaikan dalam satu tahun lebih, 18 bulan pemerintahan kita, ini prestasi yang bukan kecil. Kita rendah hati, kita tidak mau menepuk dada, kita tidak mau dan kita tidak boleh besar kepala, tidak boleh sombong, itu watak bangsa kita,” ujar Prabowo.
Meski demikian, ia meminta seluruh jajaran kabinet tetap rendah hati.
“Tapi kalau kita berprestasi kita akui bahwa kita berprestasi, tidak ada bangsa lain yang menghormati kita kalau kita tidak menghargai bangsa kita sendiri,” lanjutnya.
Evaluasi Kinerja Kabinet Prabowo: Minta Menteri Tidak Takut Menghadapi Tantangan
Prabowo menegaskan pemerintah memperoleh mandat dari rakyat untuk menyelesaikan persoalan bangsa sehingga seluruh jajaran kabinet tidak boleh gentar menghadapi tantangan.
“Kita diberi mandat oleh rakyat untuk menghadapi dan menyelesaikan masalah, jadi kita tidak boleh takut dengan masalah, kita tidak boleh takut dengan kesulitan, kita tidak boleh takut dengan kekurangan. Kita paham seluruh bangsa paham, bahwa gaji guru-guru kita kurang, kita paham bahwa lapangan kerja kita kurang, kita paham masih banyak kemiskinan ekstrem,” katanya.
Ia mengungkapkan beberapa persoalan yang ditemui bahkan berada di luar perkiraan pemerintah, terutama terkait kebocoran kekayaan negara.
“Saya sendiri tidak menduga, sesungguhnya beberapa masalah sangat di luar perkiraan kita. Terjadi suatu distorsi terhadap perekonomian kita, telah terjadi mengalir keluar kekayaan kita secara signifikan, ribuan triliun, ratusan miliar dolar tiap tahun, dengan praktik-praktik under invoicing, pemalsuan laporan perdagangan, praktik-praktik penyeludupan, hal-hal yang tidak masuk akal dan tidak adil bagi bangsa kita,” ujarnya.
Prabowo mengatakan data tersebut juga berasal dari lembaga internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
“Ini bukan data kita, ini data lembaga internasional, ini data dari PBB. Seluruh bangsa sudah merasakan, semua pelaku ekonomi sudah mengerti di dalam negeri dan luar negeri,” katanya.
Ia menegaskan pemerintah akan terus menyelesaikan berbagai persoalan tersebut.
“Karena itu, saya ingatkan kita diberi mandat untuk menyelesaikan masalah dan seharusnya kita bangga bahwa ternyata dalam kurun waktu ini telah banyak masalah dan kesulitan yang kita selesaikan,” ucapnya.
Prabowo Heran Program MBG Masih Dipersoalkan
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyinggung kritik terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, pemenuhan kebutuhan pangan merupakan fondasi utama sebuah negara.
“Setiap perekonomian itu pasti diukur dan kita punya ukuran. Kita bertanya apakah bangsa itu bisa memberi pangan, memberi makan untuk rakyatnya, itu yang jadi ukuran. Untuk apa kita punya NKRI kalau kita tidak bisa memberikan dasar dari sebuah peradaban, yang paling dasar adalah memberi makan, pangan,” kata Prabowo.
Ia mengaku heran masih ada pihak yang mempertanyakan program tersebut.
“Kalau ada orang-orang pintar bahwa ada yang lebih penting dari perut yang lapar ya saya persilakan Saudara-saudara. Yang saya tahu dari sejarah ribuan tahun peradaban manusia tidak ada masyarakat yang bertahan tanpa pangan, punah, peradaban punah kalau tidak makan,” tegasnya.
(Redaksi)