Budi Arie Singgung Pilpres Lebih Cepat dari 2029, Amien Rais Kaitkan dengan Jokowi
POLITIKAL.ID – Mantan Ketua MPR RI Amien Rais menilai Presiden Prabowo Subianto menghadapi tantangan politik serius di tengah munculnya isu soal upaya mempercepat Pemilihan Presiden (Pilpres) sebelum 2029.
Amien menilai kedekatan sejumlah tokoh dengan pemerintahan Prabowo dapat memengaruhi posisi politik presiden. Ia juga menyoroti munculnya video Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi yang duduk bersama mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Dalam analisis politik yang disampaikan pada Minggu (30/8/2026), Amien mengaitkan video tersebut dengan isu “percepatan sebelum 2029” yang ramai diperbincangkan.
“Ketika beberapa hari lalu Ketua Umum Projo Budi Ari Setiadi bersama Jokowi merancang penggulingan Prabowo dan mempercepat Pilpres sebelum tahun 2029, rakyat Indonesia jadi mengetahui ternyata musuh politik Prabowo tidak lain tidak bukan ya Jokowi itu,” kata Amien.
Amien Soroti Elektabilitas Prabowo
Selain membahas isu tersebut, Amien Rais menyoroti perkembangan tingkat keterpilihan Prabowo berdasarkan survei yang ia sebut dalam analisisnya.
Menurut Amien, angka kepuasan publik terhadap Prabowo sempat berada di atas 60 persen pada awal masa pemerintahannya. Namun, ia menyebut angka tersebut mengalami penurunan dalam survei terbaru.
“Belum lama ini sebuah survei yang dilakukan oleh SMRC menunjukkan angka itu merosot drastis. Dedi Mulyadi (Gubernur Jawa Barat) memperoleh angka 41 sampai 42 persen, sementara Mas Prabowo hanya 15 persen,” ujar Amien.
Amien menilai penurunan tersebut perlu menjadi perhatian serius bagi pemerintah. Ia memperingatkan bahwa keraguan dalam mengambil keputusan politik dapat memengaruhi masa depan pemerintahan Prabowo.
Amien Minta Prabowo Tegas
Amien menduga keberadaan sejumlah pejabat yang masih memiliki kedekatan dengan pemerintahan sebelumnya ikut memengaruhi ruang gerak Prabowo.
Ia kemudian menyebut tiga pejabat tinggi negara, yakni Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.
Menurut Amien, Prabowo perlu mengevaluasi posisi para pejabat tersebut secara mandiri agar tidak muncul kesan bahwa pemerintahan saat ini masih berada di bawah bayang-bayang pemerintahan sebelumnya.
“Ada resep paling mudah untuk menjatuhkan Presiden Prabowo: pertahankan terus Kapolri, pertahankan terus Mendagri, juga pertahankan terus Panglima TNI,” kata Amien.
Soroti Kedekatan Prabowo, Jokowi dan Gibran
Amien juga menyoroti momen kebersamaan Prabowo, Jokowi, dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam rangkaian Upacara HUT Kemerdekaan RI.
Menurutnya, kemunculan ketiga tokoh tersebut dalam satu momen dapat memunculkan persepsi tertentu di tengah masyarakat. Ia khawatir publik melihat kebersamaan itu sebagai tanda bahwa Prabowo belum sepenuhnya lepas dari pengaruh politik Jokowi.
Amien menilai persepsi tersebut dapat menjadi bumerang bagi citra independensi Prabowo sebagai presiden.
Ia menyatakan figur Prabowo sebelumnya membawa harapan mengenai kepemimpinan yang tegas. Namun, Amien kini menilai publik mulai mempertanyakan arah politik pemerintahan karena munculnya berbagai isu mengenai pengaruh tokoh lain.
(Redaksi)




