Belanja Operasi Dominasi APBD Samarinda 2027, Pemkot Siapkan Rp2,98 Triliun
POLITIKAL.ID – Belanja operasi menjadi komponen terbesar dalam rancangan APBD Samarinda 2027. Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menyiapkan anggaran Rp2,98 triliun untuk kebutuhan tersebut.
Anggaran itu menjadi bagian dari total rancangan APBD Samarinda 2027 yang mencapai Rp3,46 triliun.
Wali Kota Samarinda Andi Harun mengatakan Pemkot Samarinda menyusun anggaran berdasarkan target pembangunan daerah. Pemerintah juga menghubungkan belanja dengan program prioritas yang tercantum dalam dokumen perencanaan.
Andi Harun menyampaikan hal tersebut dalam rapat paripurna DPRD Samarinda, Senin (21/9/2026) malam.
APBD Samarinda 2027 Capai Rp3,46 Triliun
Pemkot Samarinda memproyeksikan pendapatan daerah pada 2027 sebesar Rp3,46 triliun.
Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi salah satu sumber utama dengan target Rp1,3 triliun.
Pemkot Samarinda juga menargetkan pendapatan transfer sebesar Rp2,1 triliun. Sementara itu, pemerintah memproyeksikan lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp14 miliar.
Pada sisi belanja, Pemkot Samarinda menyiapkan anggaran dengan nilai yang sama, yakni Rp3,46 triliun.
Belanja Modal Samarinda Capai Rp438 Miliar
Selain belanja operasi, Pemkot Samarinda mengalokasikan Rp438 miliar untuk belanja modal.
Anggaran tersebut akan mendukung pembangunan fisik dan infrastruktur daerah.
Pemkot juga menyiapkan belanja tidak terduga sebesar Rp36 miliar. Dana tersebut masuk dalam struktur APBD 2027 untuk kebutuhan yang muncul di luar perencanaan rutin.
Besarnya alokasi belanja operasi menunjukkan pelayanan pemerintahan dan kebutuhan masyarakat masih menjadi bagian penting dalam rancangan anggaran Samarinda.
Andi Harun Dorong Belanja Berbasis Kinerja
Andi Harun mengatakan Pemkot Samarinda menggunakan pendekatan berbasis kinerja dalam menyusun APBD 2027.
Menurut Andi Harun, pemerintah tidak hanya mengejar penyerapan anggaran. Pemkot juga ingin memastikan setiap belanja mendukung target pembangunan.
“Ini secara khusus untuk meningkatkan optimalisasi belanja, menjaga momentum pertumbuhan, menguatkan program sosial, pendidikan, dan kesehatan sehingga terus dapat berkelanjutan,” kata Andi Harun.
Pemkot Samarinda mengacu pada RPJMD 2025-2029, RKPD 2027, serta KUA dan PPAS 2027 dalam menyusun rancangan anggaran tersebut.
Pendidikan dan Kesehatan Tetap Jadi Prioritas
Rancangan APBD Samarinda 2027 juga mencakup sejumlah program sosial.
Pemkot Samarinda tetap memberikan perhatian pada sektor pendidikan dan kesehatan. Pemerintah juga memasukkan perlindungan sosial serta pengentasan kemiskinan dalam agenda pembangunan.
Peningkatan kualitas sumber daya manusia turut menjadi perhatian. Pemkot Samarinda juga melanjutkan pembangunan infrastruktur untuk mendukung kebutuhan masyarakat.
UMKM Masuk Fokus Penguatan Ekonomi
Andi Harun mengatakan Pemkot Samarinda juga ingin menjaga aktivitas ekonomi daerah.
Pemerintah memberi perhatian pada sektor jasa, perdagangan, konstruksi, dan UMKM.
Andi Harun menyebut pertumbuhan ekonomi Samarinda masih berada dalam kondisi kuat. Namun, pemerintah melihat adanya perlambatan.
“Terutama pada keberpihakan kita pada UMKM. Pertumbuhan ekonomi sampai saat ini kita bersyukur masih kuat, walaupun kita harus akui bahwa melambat,” ujar Andi Harun.
Kondisi ekonomi dan inflasi yang masih terkendali menjadi salah satu pertimbangan Pemkot Samarinda dalam menjaga pembiayaan program prioritas.
APBD Jadi Instrumen Pembangunan Samarinda
Andi Harun menegaskan rancangan APBD 2027 tidak hanya berfungsi sebagai dokumen keuangan.
Pemkot Samarinda ingin menggunakan anggaran tersebut untuk menjaga pelayanan publik sekaligus menjalankan program pembangunan.
“Anggaran bukan sekadar angka. Di dalamnya ada arah pembangunan, kualitas pelayanan publik, dan harapan masyarakat,” ucap Andi Harun.
Pemkot Samarinda selanjutnya menjalankan tahapan pembahasan rancangan APBD 2027 bersama DPRD Samarinda.
(Redaksi)

